
"Sayang bangun!!.."Kesal Tiara,pasalnya sudah sejak tadi dia mencoba membangunkan suaminya namun tetap saja tidak berhasil.
"Sayang ayo bangun!!..Aku mau mandi.."Tiara mencoba melepaskan pelukan suaminya yang semakin erat padanya.
"Jangan ganggu aku Tiara atau kau akan menyesal nanti.."Ancam Arga dengan mata yang masih setia terpejam.
Tiara menghela nafasnya pelan,rasanya percuma saja dia berusaha karena Arga tidak akan semudah itu melepaskannya.
Setelah merasa Tiara sudah tidak lagi bergerak,Arga langsung membuka matanya dan melihat kearah istrinya.
"Selamat pagi istriku.."Sapa nya seraya mencubit pelan hidung istrinya namun Tiara justru malah memanyunkan bibirnya.
Melihat itu,Arga yang gemas langsung mencium bibir Tiara singkat sehingga membuat yang empunya bibir membulatkan matanya.
"Jika kau terus memanyunkan bibirmu seperti itu maka akan kupastikan kau tidak akan keluar dari kamar ini seharian..."Ancam Arga.Tiara seketika membulatkan matanya seraya melepaskan tangan Arga darinya.
"Tidak,tidak.Baiklah aku tidak akan melakukan itu lagi.."Tiara berusaha tersenyum seraya mulai menjauhkan dirinya dari suaminya itu.
Melihat Tiara mulai menjauh darinya,Arga dengan segera kembali menariknya hingga Tiara kembali terjatuh kedalam pelukan Suaminya.
"Tuan muda biarkan aku pergi.Hari ini aku harus pergi menemui Ibuku..Ini sudah siang dan aku harus segera pergi,jadi tolong lepaskan aku!!..."Tiara memohon dengan wajah memelasnya dan hal itu membuat Arga merasa gemas.
"Apa kau tau??..Aku sebenarnya tidak ingin membiarkan kamu pergi,apalagi Kerumah Ibumu,jika kau sudah pergi kesana maka kau akan lupa untuk pulang..Tapi karena semalam kau sudah menyenangkan aku maka baiklah.Tapi kau harus ingat,kemana-mana kau harus terus bersama Adam!!..Dan jangan lupa,kau harus ada Dimansion sebelum aku pulang..."Tegas Arga.Meski Tiara kurang setuju tapi dia harus tetap mengangguk dan menyetujui permintaan suaminya atau dia tidak akan bisa pergi.
"Baiklah..."Tiara yang hendak turun dari Ranjangnya kembali berhenti kala Arga kembali meraih tangannya.
"Ada apa lagi??."Kesal Tiara.
"Aku akan membiarkan kamu pergi hanya setelah kau memanggilku dengan sebuatan sayang atau namaku,kalau tidak maka aku tidak akan membiarkanmu pergi..."Ujar Arga.Tiara menghela nafasnya kasar seraya menatap wajah suaminya yang sedang menyeringai licik kearahnya.
"Baiklah sayang,apa sekarang aku sudah boleh pergi??.."Jawab Tiara dengan nada yang dibuat selembut mungkin.
"Baiklah..Eh tunggu..."Arga kembali menghentikan Tiara hingga membuat wanita itu merasa kesal.
"Katakan dulu aku mencintaimu!!.."
__ADS_1
"Aku mencintaimu Tuan muda Arga Dirgantara..."Ucap Tiara dengan penuh penekanan disetiap kata-katanya.
Arga langsung tertawa terbahak-bahak setelah melihat raut wajah kesal istrinya yang telah berhasil dia kerjai.Sedangkan Tiara yang kesal langsung berjalan menuju kamar mandi tanpa mengenakan apapun dan hal itu membuat Tawa Arga berhenti seketika.
Seketika,Hasrat Arga langsung bangkit kala melihat istrinya berjalan masuk kedalam kamar mandi dengan tanpa mengenakan apapun.
"Sial..."Umpat Arga setelah merasakan ada sesuatu yang terasa sesak dibawah sana.
Didalam kamar mandi,Tiara tertawa terbahak-bahak setelah berhasil membalas suaminya yang jahil itu.
"Rasakan itu,aku yakin saat ini tuan muda pasti sedang berusaha menahan hasratnya.."Ujarnya dengan tersenyum puas.
Sedangkan Arga yang sudah merasa tidak tahan akhirnya berlari keluar dari kamar Tiara menuju Kamar Vina untuk meredakan hasratnya.
***
Kania tersenyum haru saat melihat puterinya yang telah lama dia rindukan turun dari mobil dan berjalan kearahnya.
Bukan hanya itu saja.Rosa dan juga Kania begitu pangling saat melihat penampilan Tiara yang sudah berubah begitu drastis.Jika dibandingkan dengan dulu,Tiara sudah sangat jauh berbeda dan sekarang dia lebih berkelas.
"Tiara kangen banget sama Ibu.."Tiara memeluk Ibunya dengan sangat erat,pasalnya setelah pertemuan terakhir mereka sebelumnya,hubungan mereka merenggang dan tidak komunikasi diantara mereka dan hal itulah yang membuat Tiara teramat merindukan sang Ibu.
"Apa kau tidak merindukanku juga??.."Tanya Rosa seraya menyilangkan kedua tangan didada.
Tiara melepaskan pelukannya dari sang Ibu lalu beralih memeluk kakaknya.."Tentu saja aku juga merindukanmu kak..Aku sangat merindukan kalian.."Tiara melepaskan pelukannya dari Rosa lalu beralih memeluk keduanya.
"Baiklah ayo kita masuk!!.."Ajak Kania seraya menarik tangan Puterinya.
"Tunggu dulu Ibu.."Tiara berbalik dan melangkah mendekat kearah Adam.
"Bawa semua barangnya dan kau masuklah kedalam!!.."Ujar Tiara.Adam menganggukkan kepalanya seraya mengambil semua barang bawaan Tiara dan menyusul majikannya itu masuk kedalam Rumah.
Sesampainya didalam.Tiara langsung mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru Rumah itu.Ada banyak yang berubah setelah dia tidak lagi tinggal disana dan ada begitu banyak kenangan yang terlintas dibenaknya kala melihat setiap sudut rumah itu.
"Banyak yang berubah ya Buk setelah aku pergi??.."Wajah Tiara mendadak sedih kala mengingat setiap momen yang dia habiskan Dirumah itu bersama Ayahnya.
__ADS_1
Meski sebelumnya hubungan Tiara dan Ayahnya tidak begitu baik.Namun tetap saja banyak sekali momen bahagia yang dia habiskan bersama mendiang Ayahnya.
Menyadari putrinya menangis,Kania langsung memeluknya erat.Dan didalam pelukan itulah tangis Tiara pecah seketika.
"Sudahlah nak!!..Ibu tau kau terluka dengan kepergian Ayahmu..Tapi Ibu yakin sekarang Ayah disana sudah bahagia,Jadi kita disini juga harus bahagia,karena Ibu tau,Ayah akan bahagia saat melihat kita bahagia.."Kania mencoba menenangkan Tiara yang masih terisak dalam pelukannya.
"Aku tau Ibu,tapi teramat sangat merindukan Ayah.Aku menyesal karena selama Ayah bersama kita,Tiara tidak pernah mau mendengarkan Ayah,Tiara selalu membantah ucapan Ayah dan bahkan Tiara selalu menganggap kalau Ayah pilih kasih pada anaknya.."
"Sudahlah Tiara!!..Yang lalu biarlah berlalu dan sekarang waktunya kita menatap masa depan..Mulai sekarang kita akan hidup bersama kenangan Ayah karena dengan mengingat momen indah itu maka kita akan selalu mengenang Ayah dan hal itu pasti akan membuat Ayah merasa bahagia.."Timpal Rosa.
"Kau benar kak.Tapi hari ini aku berencana untuk Ziarah kemakam Ayah.Apa kakak bisa menemani aku??.."Tiara melepaskan pelukannya seraya menghapus air matanya.
"Tentu saja,aku juga sudah lama tidak pergi kesana.Ayah pasti senang karena kita bisa mengunjunginya.."jawab Rosa.
"Baiklah.Lebih baik sekarang kita makan,karena Ibu sudah menyiapkan makanan kesukaan kamu.."Ujar Kania.
"Benarkah,wah aku sudah sangat rindu masakan Ibu.."Wajah Tiara mendadak berubah tersenyum.Meski perasaannya masih hancur kala mengingat kenangan sang Ayah,namun Tiara mencoba untuk ikhlas dan membiarkan segalanya berlalu.
"Ayo Adam!!.."Ajak Tiara saat Adam tiba dengan menenteng beberapa paper bag ditangannya.
"Tidak usah Nona,saya akan menunggu diluar..."Tolak Adam.
"Nggak!!..Pokoknya kamu akan makan bersama kami.."
"Iya nak,sebaiknya bergabunglah dengan kami.Tidak perlu sungkan dan anggaplah Rumah sendiri!!.."Ujar Rosa.
Tak ada pilihan lain,Adam akhirnya setuju dan ikut makan dengan keluarga Tiara.Meski merasa canggung namun Adam merasa sangat senang karena keluarga Tiara memperlakukannya layaknya keluarga sendiri.
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Jangan lupa like,komen and vote!