
"Tunggu sebentar!!.."Titah Arga membuat Andre yang hendak membuka pintu menghentikan kegiatannya.
"Ada apa tuan muda??."Tanya Andre bingung.
"Aku ingin kau mencari tau siapa anak dari Arman Sanjaya!!..Berikan semua informasinya padaku secara detail!!..Apa kau mengerti??."
"Baik tuan muda,saya mengerti.."
"Sekarang pergilah!!."Titahnya lagi yang langsung diangguki oleh Andre.
Setelah Andre keluar.Arga bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari ruangan menuju bar mini yang ada didalam Mansionnya.
Setelah menuang wine kedalam gelas,Arga langsung meneguknya dan kembali meletakkan gelasnya diatas meja.
"Arga,kapan kau pulang??..Kenapa tidak memanggilku??.."Vina yang sedang melewati bar itu melihat Arga yang sedang duduk seraya menikmati wine.
"Aku akan menyiapkan makanan untukmu.."Vina beranjak menuju dapur meninggalkan Arga yang bahkan tak merespon ucapannya.
****
Arga berjalan menuruni anak tangga dengan sudah mengenakan setelan piyama tidurnya.
Sesampainya dilantai bawah,Arga melanjutkan langkahnya menuju meja makan.
"Duduklah!!.."Ujar Vina seraya menarik kursi untuk Suaminya.
"Ada apa denganmu??..Kenapa kau terlihat begitu senang??.."Tanya Arga yang bingung melihat Istrinya yang tampak begitu senang.
"Tentu saja aku senang..Kau tau??..Sekarang hubungan kita sudah sempurna sebagai suami istri..Kau telah melakukan kewajibanmu padaku dan begitupun denganku,karena itu aku merasa sangat bahagia.."Jawab Vina seraya tersenyum.
"Baiklah..Sekarang kau duduk dan makanlah!!.."Titah Arga seraya memulai makannya.
Setelah acara makan malam selesai.Arga kembali masuk kedalam ruang kerjanya.
Duduk dikursi kebesarannya.Arga segera membuka laptopnya dan memulai pekerjaan penting.
Belum sempat Arga mengetik tombol laptopnya,suara deringan ponselnya langsung mengalihkan perhatiannya.
'Ada apa??.."Tanya Arga sesaat setelah menjawab telepon tersebut.
'Tuan muda aku sudah mendapatkan informasi yang kau butuhkan.." Ucap Seorang pria yang tak lain adalah Andre.
'Kerja bagus..Berikan semua informasi itu padaku besok pagi!!.."
'Baik tuan.."
__ADS_1
Arga mengakhiri panggilannya setelah mendapat jawaban dari Asisten pribadinya itu.
Arga menyandarkan badannya disandaran kursi seraya menatap langit-langit ruangan itu.Ingatannya kembali pada kejadian lima tahun lalu dimana dia harus dipaksa menikah dengan Vina,gadis yang sama sekali tak dia cintai.
Flashback
"Sudah cukup Pah!!..Papa tidak bisa selalu memaksakan kehendak Papa padaku..Apalagi soal pernikahan,Papa tau aku tidak mencintai Vina,lalu bagaimana aku akan menikahinya??."Arga tampak sangat kesal dengan keputusan sang Papa yang cenderung suka memaksakan kehendak.
"Jangan membantah Arga!!...Papa lakukan ini demi kebaikanmu,kau tau sendiri,Papa akan tinggal diluar negeri bersama istri baru Papa,dan kau tidak akan ada yang mengurus jika kami pergi..Jadi kau harus menikah,Titik.."Bagas dengan tegas berucap pada Arga.
Arga menunjukkan senyum miring saat mendengar kata-kata yang terucap dari mulut Bagas Papanya.
"Papa bisa mengatur hidupku sekarang ini,tapi kita lihat Pah,suatu saat nanti Papa tidak akan bisa mengaturku lagi..Selama ini aku diam itu hanya karena pesan Mama padaku..Mama bilang untuk aku selalu mendengarkan dan menghormati Papa..Tapi kenapa Papa tidak pernah menghargai Mama??..Bahkan Mama baru saja meninggal dan Papa sudah menikah lagi,aku kecewa sama Papa..."Arga dengan kesal langsung berlalu meninggalkan Bagas yang terdiam mendengar ucapan anak semata wayangnya itu.
Flashback off
Tok tok tok
Suara ketukan dipintu membuyarkan lamunan Arga akan masa lalunya yang kelam.
"Masuk!!.."Titahnya dingin.
Pintu langsung terbuka dan menampakkan Vina yang sedang tersenyum dari balik pintu.
"Kau masih bekerja disini??..Ayo kita tidur,ini sudah larut dan kau harus istirahat!!.."Ajak Vina dengan penuh kelembutan.
"Kau pergilah lebih dulu,aku akan segera menyusul!!.."Titahnya.
"Baiklah,jangan lama-lama!!.."Vina segera beranjak dari tempatnya dan keluar dari ruangan Arga.
Maaf Vina,kau sangat baik dan juga perhatian padaku.Namun semua itu tidak bisa membuatku mencintaimu.Tapi meski begitu aku akan tetap melakukan kewajibanmu sebagai suamimu.Batinnya.
Pagi harinya..
Arga sudah bersiap dengan mengenakan Jas kerjanya.Setelah memasang jasnya,tangannya beralih meraih dasi dan hendak memakainya namun tangan Vina seketika menghentikan kegiatannya.
"Biar aku pasangkan.."Vina mengambil alih dasi dari tangan Arga kemudian dengan cekatakan memakaikan dasi tersebut.
"Nah,sudah.."Ucapnya setelah dasinya sudah terpasang rapi.
"Aku pergi.."Arga langsung menyambar tas kerjanya dan melangkah meninggalkan Vina.
"Tunggu!!..."Ucapnya membuat Arga berhenti."Apa kau tidak sarapan dulu??.."Tanyanya seraya berjalan mendekati suaminya.
"Tidak,hari ini aku sangat sibuk,aku akan sarapan dikantor saja.."Jawabnya kemudian kembali melanjutkan langkahnya.
__ADS_1
***
Pagi hari dikediam Sanjaya.Semua berjalan seperti biasa,Tiara yang sebelumnya kesal dengan sang Ayah kini sudah lebih baik.Bahkan dia sudah bicara dengan Ayahnya.
"Tiara,apa kau sudah sarapan nak??.."Tanya Arman yang melihat Tiara berjalan menuju pintu.
Tiara mengerutkan keningnya setelah mendapat pertanyaan dari sang Ayah."Sudah Ayah..Tumben Ayah tanya??..Biasanya Ayah tidak pernah bertanya.."Ada rasa senang dihati Tiara saat Ayahnya tampak perhatian seperti itu,pasalnya sebelumnya dia tidak pernah merasa diperhatikan seperti itu.
"Tidak ada salahnya kan kalau Ayah perhatian sama anak sendiri??.."
"Memang tidak salah Ayah,tapi kenapa Ayah baru melakukannya sekarang??..Kemana saja Ayah selama ini??..Lagipula sekarang aku udah nggak butuh perhatian Ayah lagi..Lakukan itu sama Kak Rossa saja,karena aku tidak memerlukannya.."Tiara langsung melangkah meninggalkan Arman yang diam mematung seraya mencerna ucapan puterinya.
Maafkan Ayah nak!!..Selama ini Ayah memang kurang memperhatikanmu,dan hal itu sudah membuatmu jauh dari Ayah..Batinnya menyesal.
"Ada apa??..Kenapa kau diam disini??.."Kania tiba-tiba datang dan membuyarkan lamunan Arman.
"Eh.Sebenarnya aku ingin bicara sesuatu denganmu.."Ucap Arman.Ada keraguan dimatanya saat mengatakan hal tersebut.
"Ada apa??...Sepertinya ini sangat penting hingga membuat kamu terlihat sangat khawatir.."Kania menepuk pelan pundak suaminya yang terlihat sangat khawatir.
"Ini memang sangat penting,karena ini menyangkut puteri-puteri kita.."
"Ada apa dengan mereka??..Jangan buat aku jadi khawatir!!."
Arman semakin ragu untuk menceritakan masalahnya pada sang istri.Namun meski begitu,istrinya juga berhak tau karena ini menyangkut anak-anak mereka.
"Sebelumnya aku mau minta maaf sama kamu,karena aku tidak menceritakan hal ini sebelumnya..Tapi kau juga berhak tau tentang hal ini, jadi..."Arman menggantung ucapannya.
"Katakan saja!!.."
Menghela nafas pelan,Arman meraih kedua tangan istrinya dan menggenggam nya erat.
"Rumah kita akan segera disita.."
Duarr
Bagai tersambar petir dipagi hari 😁.Kania seakan tak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh suaminya.
"Maaf karena sebelumnya aku nggak bilang sama kamu.Tapi saat itu aku tidak tau harus berbuat apa,saat itu aku tidak lagi punya pilihan dan akhirnya aku terpaksa harus menggadaikan semua aset kita keperusahaan Dirgantara Company.Tapi sekarang Presdir mereka sudah meminta uang pinjaman itu,dan aku bingung harus berbuat apa.."
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG