
"Nah kak,ini Rumah aku.."Setelah beberapa menit berjalan,akhirnya mereka tiba disebuah Rumah kontrakan yang kecil dan sudah banyak rusak.
Tiara mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru Rumah itu,Sungguh miris nasib anak kecil itu yang harus hidup Dirumah yang sudah tidak layak ditempati itu,bahkan diusia kecilnya dia sudah harus bekerja keras seperti orang dewasa.
"Kamu tinggal disini??.."Tanya Tiara.
"Iya kak,ayo masuk!!.."Ajaknya seraya menarik tangan Tiara masuk kedalam Rumah.
Sesampainya didalam,Tiara mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan,Rumahnya sangat kecil dan rusak dimana-mana.
Miris sekali kehidupan gadis kecil ini.."Batin Tiara.
"Silahkan duduk kak.."Sabrina menunjuk kearah kursi kayu yang sehari-hari digunakan Sabrina untuk duduk.
"Kamu tinggal disini dengan siapa??.."Tiara menatap seraya tersenyum pada Sabrina.
"Dengan Ibuku kak,tapi Ibuku sedang sakit keras,Jadi aku yang menggantikannya berjualan.."Mimik wajahnya seketika berubah muring.
"Ibu kamu sakit??..Lalu dimana Ayahmu??.."Tiara berjongkok dan mensejajarkan tingginya dengan Sabrina.
"Sejak Ibu sakit,Ayah selalu marah-marah..Bahkan Ayah selalu memarahi Ibu,dan pada suatu hari Ayah pergi dari Rumah.Dia bilang dia tidak sanggup hidup miskin dengan kami dan mulai saat itu aku tidak pernah lagi melihat Ayah.."Jawabnya.
Tiara langsung menarik gadis kecil itu kedalam pelukannya.Kasihan dia,diusia kecilnya dia sudah harus memegang tanggung jawab seberat itu tanpa pernah mengeluh.
"Kakak bisa ketemu Ibu kamu??.."Tanya Tiara setelah melepaskan pelukannya.
"Bisa kak,Ayo aku tunjukkan!!.."Tiara yang sudah berdiri dari posisi berjongkoknya pun mengikuti kemana langkah Sabrina pergi.
Tiara mengikuti langkah Sabrina masuk kedalam sebuah kamar yang sempit dan pengap.
Tiara dapat melihat seorang wanita seumuran Ibunya tengah berbaring diatas tikar dengan kondisi yang cukup buruk.
Tiara semakin mendekat kearah wanita itu dan betapa terkejutnya dia saat melihat siapa wanita itu.
__ADS_1
"Bi Ratih.."Pekiknya kemudian langsung duduk disamping wanita yang dipanggilnya Bik Ratih itu.
"Kakak kenal Ibu aku??.."Tanya Sabrina.
"Iya sayang,dulu Ibu kamu ini pernah kerja di rumah kakak.."
"Bik apa yang terjadi pada Bibi??.."Tiara meneteskan air matanya melihat kondisi wanita yang sudah dia anggap sebagai Ibu itu.
Dulunya,Ibu Ratih adalah asisten rumah tangga Dirumah keluarga Sanjaya,Ibu Ratih adalah wanita yang jujur dan baik,ibu Ratih adalah salah satu orang yang sangat dipercaya oleh Tiara bahkan dia sudah menganggapnya sebagai Ibunya sendiri.
"Loh,Tiara,kenapa kamu bisa ada disini??.."Ratih berusaha bangun dari posisi berbaringnya.
"Kenapa Bibi bisa seperti ini??..Dan kenapa Bibi pergi tanpa memberitahuku lebih dulu??.."Air mata Tiara semakin deras mengalir,pasalnya selain Ibunya Bik Ratihlah yang selalu mengerti dirinya dan juga menyayangi nya.
"Maafkan Bibi!!..Waktu itu Bibi harus pergi karena ada sesuatu hal yang penting.Tapi bagaimana Non Tiara bisa tau Rumah Bibi??.."Tanya Bik Ratih.
"Tadi aku tidak sengaja bertemu dengan Sabrina dijalan,Terus aku antar dia pulang..Tapi Bik..Bukannya dulu Bibi tidak punya anak ya,bahkan Bibi belum menikah saat kerja Dirumah aku,apa Bibi pergi karena akan menikah??.."Tiara menghapus air matanya seraya menatap Bik Ratih penuh tanya.
"Apa Bibi tau??..Setelah aku pulang sekolah waktu itu,aku terus mencari Bibi kemana-mana tapi aku tidak bisa menemukan Bibi..Ibu bilang Bibi harus pergi karena ada sesuatu hal yang harus bibi lakukan.Aku terus menunggu Bibi,tapi Bibi tidak pernah kembali.."Tiara kembali terisak kala mengenang masa-masa dimana dia begitu merasa kesepian setelah kepergian Bik Ratih.
Bik Ratih langsung menarik Tiara kedalam pelukannya dan mengelus punggung gadis itu.
"Maafkan Bibi Non,tapi Bibi sama sekali tidak ada maksud untuk meninggalkan Non Tiara..Waktu itu keadaan Bibi sangat terdesak sehingga Bibi tidak bisa pamit pada Non.."Bik Ratih melepaskan pelukan hangatnya setelah merasa Tiara sudah cukup tenang.
"Lalu kenapa Bibi nggak datang lagi??..Apalagi keadaan Bibi sekarang sangat menyedihkan,kenapa Bibi nggak temuin aku atau Ibu sama Ayah untuk meminta bantuan??..Kenapa Bibi lebih memilih hidup menderita seperti ini??..Apalagi Sabrina,diusianya sekarang dia seharusnya belajar,tapi yang aku lihat dia malah bekerja..Apa Bibi tidak kasihan padanya??.."Tanya Tiara.Jujur saja,Tiara begitu merasa iba melihat kehidupan orang yang sudah merawatnya sejak kecil itu begitu sengsara dan menyedihkan.
Ada jeda diantara mereka setelah Tiara menanyakan begitu banyak pertanyaan.Bik Ratih terlihat begitu enggan menjawab sedangkan Tiara sangat membutuhkan jawaban.
*
*
*
__ADS_1
"Apa tuan muda yakin ingin menikahi wanita itu??..Bagaimana dengan perasaan Nona Vina saat dia tau nanti tuan muda??.."Andre berdiri tepat didepan meja kerja Arga.
"Dengar Andre!!...Sejak kapan kau jadi begitu menghawatirkan perasaan Vina??..Aku bosan mendengarmu selalu menanyakan hal yang sama berulang-ulang.."Arga menatap Aistennya itu jengah,bagaimana tidak,sejak Arga memutuskan untuk menikahi Tiara,Andre selalu saja bertanya hal yang sama berulang-ulang.
Andre menundukkan pandangannya saat tak sengaja tatapannya bertemu dengan tatapan tajam dari sang tuan muda.
"Bukan begitu maksud saya tuan muda..Hanya sajaa..."
"Dengarkan aku baik-baik Andre!!..Kau tau betul alasanku menikahi wanita itu dan lagi, kau juga tau bahwa aku tidak pernah mencintai Vina,jadi kau tidak perlu memikirkan semua itu,kau cukup mendengarkan perintahku saja!!..."Ujar Arga dengan penuh penekanan disetiap kata-katanya.
"Baik tuan muda.."
Arga mengalihkan pandangannya kearah laptop yang terbuka dan menampakkan foto sepasang kekasih yang tampak sangat bahagia bersama.
"Aku akan segera merenggut tawa itu dari kalian.."Tatapannya menajam bak ingin membelah dua laptop yang berisikan foto tersebut.
Maafkan saya nona Vina!!..Saya tidak bisa memghalagi tuan muda untuk melakukan semua ini,saya harap semoga Nona Vina bisa menerima semua ini..Batin Andre.Jika selama ini semua mengira jika Andre tidak memiliki hati ataupun emosi,maka mereka semua sangat salah.Meski tak menunjukkannya secara terang-terangan,Namun sosok Andra yang terlihat kuat diluar ternyata memiliki sifat lembut dan Rapuh pada bagian hatinya.
Sikap keras yang selama ini iya tunjukkan hanyalah semata-mata untuk berbakti pada sang tuan muda yang sudah sangat berjasa baginya.
"Kalau begitu saya pamit keluar tuan muda.."Andre langsung melangkah keluar setelah mendapat anggukan dari Arga.
Selepas kepergian Andre.Arga langsung menghela nafasnya pelan,sungguh dia juga sebenarnya merasa berat untuk melakukan semua itu,apalagi selama ini Vina selalu baik dan melakukan tugasnya sebagai istri yang setia.Namun kesetiaannya Arga balas dengan kepahitan.
.
.
.
BERSAMBUNG
Jangan lupa like,komen and vote
__ADS_1