Desain Cinta Kyra

Desain Cinta Kyra
Hak Suami


__ADS_3

Mata Dewa dan Kyra membulat ketika melihat lauk yang ada di atas wajan berubah gosong. Buru-buru Dewa mematikan kompor tersebut.


"Yah... hidangan utamanya gosong," ucap Kyra dengan ekspresi menyesal.


"Sudah tidak apa-apa. Yang penting kan kita masih ada lauk lain yang bisa dimakan," ujar Dewa menenangkan.


Kyra mengangguk. "Maafin aku ya, Kak. Padahal lauk itu adalah lauk kesukaan Kakak. Tapi, aku malah membuatnya gosong. Sekali lagi maafin aku ya," ucap Kyra.


"Nggak apa-apa, Ra. Yang terpenting lauk kesukaanmu nggak gosong."


Jawaban Dewa membuat Kyra kembali menatap ke arahnya. Dari mana dia tahu makanan kesukaannya? Padahal selama ini mereka tidak pernah makan bersama karena Kyra lebih sering menghindar jika Riana atau Dewa mengajaknya makan bersama. Atau laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya tersebut menanyakannya kepada Ariana?


Apa pun itu, Kyra akhirnya tidak mau ambil pusing mengenai hal tersebut. Mungkin saja Ariana tanpa sengaja membicarakan tentangnya kepada Dewa. Bukankah sahabatnya tersebut memang dikenal sedikit cerewet?


"Ayo makan!" suruh Dewa.


Keduanya kemudian mulai menyantap makanan yang ada di atas meja. Akhirnya setelah beberapa saat semua makanan sudah ludes mereka makan.


"Terima kasih ya, Kak. Makanannya enak banget," puji Kyra.

__ADS_1


"Aku senang kalau kamu menyukainya, besok akan aku buatkan lagi makanan yang lebih enak lagi dari ini buat kamu," jawab Dewa dengan senyum yang juga tersungging di bibirnya.


"Nggak usah, Kak," cegah Kyra. "Harusnya aku kan yang masak buat Kakak, bukan malah kebalikannya gini."


"Tidak apa-apa. Hitung-hitung mencoba menu baru."


"Ish! Jadi, ceritanya aku ini kelinci percobaan nih?" tanya Kyra dengan memasang wajah marah, meski tidak benar-benar marah karena pada akhirnya dia tersenyum setelahnya. "Tapi, nggak apa deh jadi kelinci percobaan kalau makanannya seenak itu," lanjutnya.


Keduanya kemudian tertawa bersama.


"Sebentar, Ky," ujar Dewa.


Kyra yang sedang tertawa pun langsung berhenti. "Ada apa?" tanya bingung.


Mendapat perlakuan seperti itu sontak saja membuat jantung Kyra berdegup lebih kencang dari biasanya.


"Sudah."


"Terima kasih, Kak," ucap Kyra yang masih belum bisa mengendalikan irama jantungnya.

__ADS_1


"Aku... aku cuci piring kotornya dulu." Kyra sengaja ingin menghindari tatapan Dewa agar pria di depannya tidak menyadari dengan hal yang sedang ia rasakan saat ini.


"Aku bantu."


"Tidak usah!" cegah Kyra dengan cepat. Jika dia terus berdekatan dengan Dewa, tidak menutup kemungkinan akan membuat Kyra tidak bisa mengendalikan perasaannya kepada pria itu. Kyra tidak mau patah hati lagi, apalagi ia tahu bahwa cinta Dewa yang sesungguhnya adalah untuk Ariana.


Kyra segera bangun dari tempat duduknya dan mulai mengumpulkan piring kotor yang ada di atas meja dan menumpuknya menjadi satu agar mudah dibawa. Namun, belum sempat ia mengangkat piring-piring kotor itu tiba-tiba saja kakinya keserimbet dan hampir membuatnya jatuh. Beruntung, Dewa yang ada di sebelahnya dengan cekatan berhasil menarik tubuh Kyra ke arahnya sehingga mengubah arah jatuh tubuh wanita itu yang harusnya ke lantai jadi ke atas tubuh Dewa.


"Kamu tidak apa-apa, Ra?" tanya Dewa dengan wajah cemas.


"Ti-tidak apa-apa, Kak," jawab Kyra yang semakin gugup karena posisi mereka saat ini.


Ketika Kyra akan bangun dari posisinya sekarang, Dewa justru semakin menarik pinggang Kyra ke arahnya. Dia sedikit mengangkat kepalanya untuk mendekat ke wajah cantik Kyra.


"Ka-kakak mau apa?" tanya Kyra dengan suara terbata. Bukannya menjawab, Dewa semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Kyra.


Dan akhirnya Kyra hanya bisa memejamkan matanya ketika pria yang berstatus suaminya tersebut mulai memagut bibir mungilnya. Kyra yang awalnya hanya diam akhirnya mengikuti instingnya. Masih dengan bibir yang saling menempel, Dewa mengangkat tubuh Kyra dan mendudukkannya di meja. Tangannya bergerak menyingkirkan piring-piring bekas makan mereka agar sedikit menjauh.


"Kak.... " panggil Kyra dengan napas tersengal.

__ADS_1


"Ra, aku... bolehkah aku meminta hakku sebagai suamimu?" tanya Dewa sambil menatap dalam kedua mata Kyra.


Kyra masih terdiam. Dia sadar kalau bukan hanya Dewa saja yang mengingkan hal yang lebih dari ini, tetapi dirinya juga. Namun, bayangan wajah Ariana membuat Kyra bingung untuk memberikan jawaban.


__ADS_2