Desain Cinta Kyra

Desain Cinta Kyra
DCK - Bab 53


__ADS_3

"Baiklah, Kak. Aku mau kembali lagi denganmu. Tapi, kamu harus selesaikan urusanmu dengan Ariana," jawab Kyra. Dia merasa mungkin memang sudah waktunya mereka bersatu.


"Tapi, Ra, ada sesesuatu yang ingin aku minta dari kamu." Kyra menatap Dewa penuh tanya.


"Aku ingin membawa Caca bersama kita. Meski dia bukan anak kandungku, aku tidak tega kalau harus meninggalkan dia bersama dengan ibu yang dibutakan oleh obsesi. Kamu tidak keberatan kan?"


Iya, Dewa tidak mungkin meninggalkan Caca bersama ibu yang tidak waras seperti Ariana. Dewa masih bersamanya saja wanita itu sering menelantarkan Caca bagaimana kalau dirinya sudah tidak bersamanya? Pasti Caca akan semakin tidak terurus.


"Tentu saja aku tidak keberatan. Tapi... apa kamu yakin kalau Caca akan bisa menerima kedatangan wanita asing dalam hidupnya? Aku takut anak itu malah menganggapku yang merebutmu dari ibunya," tutur Kyra. Jelas ia takut jika semua itu terjadi.


"Sambil menunggu proses perceraianku dengan Ariana, aku akan coba mendekatkanmu dengan Caca. Aku yakin Caca akan bisa menerimamu dengan mudah." Dewa optimis dengan itu.


Kyra adalah wanita yang berhati lembut dan pasti akan mudah baginya mendapatkan hati putrinya itu.

__ADS_1


"Terima kasih ya Ra karena kamu sudah bersedia kembali denganku. Terima kasih juga karena kamu tidak keberatan aku membawa Caca bersama kita. Terima kasih," ucap Dewa dengan sungguh-sungguh.


Hari ini Dewa begitu bahagia karena selain bisa bertemu dengan anak kandungnya, Kyra pun bersedia kembali lagi bersamanya. Dewa berharap kali ini tidak ada hal apa pun yang akan memisahkan mereka lagi.


***


"Ma, siapa Tante yang sedang bersama dengan papa?" tanya Caca kepada Ariana.


"Tidak tahu," jawab Ariana ketus. Namun sedetik kemudian ia menyunggingkan senyum. Ariana berjongkok di depan putri kecilnya.


"Dia itu adalah Tante jahat yang mau ngambil papa," ujar Ariana.


"Maksud Mama apa?" Caca yang tidak mengerti meminta penjelasan dari sang mama.

__ADS_1


"Ya itu seperti yang mama bilang barusan. Dia itu Tante jahat yang mau ngambil papa kamu. Dan kamu lihat anak laki-laki yang ada di sana?" Ariana menunjuk Arsya yang berada tidak jauh dari tempatnya berada sekarang. "Anak itu akan merebut semua perhatian dan kasih sayang papa dari kamu. Jadi, kalau papa mau mengenalkan Caca sama anak itu maupun Tante yang ada di dalam jangan mau. Karena mereka berdua akan merebut papa dari kamu. Caca nggak mau kan kehilangan papa?"


Caca menggeleng. "Tidak mau, papa cuma milik Caca. Papa cuma buat Caca," jawab Caca. Anak itu tampak ketakutan.


Ariana tersenyum penuh arti. "Aku yakin selama Caca tidak bisa menerima Kyra dan anak itu, Kak Dewa tidak akan pergi dariku," batin Ariana.


"Caca sayang, ingat ya kalau papa nyuruh kamu kenalan atau main sama Tante dan anak itu jangan mau! Soalnya kalau Caca sampai mau kenalan sama mereka saat itu juga Caca akan kehilangan papa." Ariana mendoktrin anaknya. "Caca nggak mau kan?"


Caca menggeleng.


"Jadi kalau papa ngajak Caca kenalan atau main sama Tante dan anak itu Caca tahu kan harus ngapain?"


"Menolaknya," jawab Caca.

__ADS_1


"Anak pinter." Ariana mengusap rambut Caca.


"Kyra sampai kapan pun tidak akan aku biarkan kamu menang dariku." Ariana berbicara dalam hati.


__ADS_2