Desain Cinta Kyra

Desain Cinta Kyra
Saling Mengakui


__ADS_3

"Kak Dewa?"


Kyra langsung menghambur memeluk laki-laki yang berstatus suaminya tersebut. Meskipun bingung dengan sikap Kyra sekarang, Dewa membalas pelukan istrinya tak kalah erat. Ia yakin ada sesuatu yang membuat istrinya tiba-tiba bersikap seperti ini.


Dewa baru ingat kalau beberapa saat yang lalu ada pesan masuk di ponselnya, namun ia belum sempat membaca pesan tersebut.


"Mau bicara?" tanya Dewa sambil menatap wajah istrinya.


Kyra mendongak kemudian mengangguk.


"Ayo masuk ke mobil!" ajak Dewa.


Dewa merangkul bahu Kyra dan membawanya masuk ke dalam mobil. Dia memberikan waktu kepada istrinya itu untuk menenangkan diri sebentar sebelum mulai bertanya.


"Mau minum?" tanya Dewa. Kyra menggeleng.


Sambil menunggu Kyra membuka mulutnya, Dewa mengambil benda pipih dari dalam saku jasnya untuk membaca pesan yang belum sempat ia baca tadi. Dia pun mulai membuka layar kunci di ponselnya. Ada beberapa pesan yang masuk di sana dan salah satunya dari adik kandungnya yang bernama Anne. Dewa pun mulai membaca pesan yang dikirimkan oleh adiknya tersebut. Dan akhirnya Dewa tahu alasan apa yang membuat istrinya itu tiba-tiba datang mencarinya.


"Kamu.... "


"Kenapa Kakak.... "


Dewa dan Kyra mulai membuka percakapan secara bersamaan.

__ADS_1


"Kamu duluan saja!" Dewa mempersilakan Sang Istri untuk berbicara terlebih dulu.


Kyra mengubah cara duduknya sedikit menyerong agar bisa menatap wajah suaminya.


"Kenapa Kakak tidak bilang kalau Kakak sudah mencintaiku sejak dulu? Kenapa Kakak tidak berusaha menjelaskan kepadaku tentang surat Kakak yang ternayata salah sasaran? Kenapa Kakak harus berpura-pura mencintai Riana? Kenapa, Kak? Kenapa?" cecar Kyra sambil menangis.


"Kakak tahu, tidak hanya Kakak yang menderita karena menyembunyikan perasaan Kakak yang sebenarnya kepaku, tetapi aku juga," lanjut Kyra. Dia kembali terisak.


"Apa maksudmu?" Dewa membingkai wajah istrinya dengan kedua telapak tangan. "Apa kamu juga mencintaiku?" Dewa menatap kedua bola mata istrinya.


Kyra membalas tatapan mata Dewa sambil mengangguk. "Iya, Kak. Aku mencintaimu sejak dulu," jawabnya. Air mata kembali jatuh di kedua pipi Kyra.


Dewa mengusap air mata yang jatuh di kedua pipi istrinya tersebut. Ia kemudian mengecup kening istrinya dan menarik kedalam dekapan.


"Aku juga bahagia. Tapi... apa yang akan kita katakan kepada Riana tentang ini?" Kyra kembali mendongak menatap wajah suaminya.


"Setelah mamanya sembuh, kita ceritakan status kita kepadanya. Mungkin awalnya dia akan marah dan membenci kita. Tapi, aku yakin setelahnya dia akan bisa mengerti," ucap Dewa menenangkan.


"Mudah-mudahan ya, Kak. Aku nggak mau persahabatanku dan Riana hancur gara-gara ini."


"Amin, aku juga berharap begitu."


Dengan menggunakan ujung jari telunjuknya, Dewa membuat Kyra kembali mendongakan wajah wanita itu. Dia kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Kyra. Kyra sempat terkejut ketika Dewa mendaratkan bibir di bibir tipis miliknya. Namun, dia akhirnya bisa mengimbangi pergerakan bibir Dewa.

__ADS_1


"Kak, jangan di sini." Kyra menahan tangan Dewa yang mulai bergerak liar di dalam bajunya.


"Baiklah, kita lanjutkan ini di rumah."


"Tapi, pekerjaan kita?"


Dewa hanya mengedikkan bahu. Dia kemudian menyalakan mesin mobil yang ditumpanginya, melaju, meninggalkan area parkir rumah sakit.


Selama dalam perjalanan, Dewa terus menggenggam tangan Kyra.


"Kak, kalau kamu menggenggam tanganku seperti ini bagaimana kamu bisa menyetir?"


"Kan nyetir nggak harus pakai dua tangan, Ra," jawab Dewa singkat dan hanya ditanggepi gelengan oleh Kyra.


"Ini seperti mimpi bagiku, makanya aku tidak mau melepaskan tanganmu."


Kyra tersenyum dengan pipi kemerahan. Beberapa saat kemudian mobil yang dikemudikan oleh Dewa pun tiba di halaman rumahnya. Dengan terpaksa Dewa melepaskan tangan istri tercintanya itu. Saat masuk ke dalam rumah, tidak hanya tangan Kyra yang Dewa genggam. Dia bahkan memeluk pinggang istrinya tersebut.


Dewa kembali melayangkan kecupan di bibir berwarna merah muda milik istrinya tersebut. Kali ini tidak ada perasaan ragu di hati Kyra untuk membalas kecupan itu. Cukup lama Kyra dan Dewa menyalurkan perasaan cinta yang sudah lama terpendam dalam bentuk kecupan. Kyra semakin kuat memegang bahu Dewa dan sebaliknya, Dewa pun semakin erat memeluk pinggang istrinya tersebut tanpa mengubah posisi mereka.


"Ehem."


Suara deheman membuat Kyra dan Dewa terkejut, keduanya langsung melepaskan pagutan bibir mereka.

__ADS_1


__ADS_2