
Ariana terus berteriak seperti orang kesetanan dan itu dilakukannya sejak ia dibawa ke ruang tahanan. Bahkan saat ada petugas yang menberinya makanan, ia pun melempar makanan tersebut ke arah petugas.
"Saudara Ariana, ada orang yang ingin bertemu dengan saudara." Salah satu anggota polisi memberitahu. Dia mengeluarkan Ariana dari dalam sel dan membawanya ke ruang jenguk.
"Pak, siapa yang ingin bertemu denganku?" tanya Ariana karena tidak melihat siapa pun di sana kepada petugas.
"Itu dia." Polisi menunjuk laki-laki yang sedang berdiri tepat di tengah-tengah pintu.
Bibir Ariana terbuka lebar, dia begitu bahagia karena Dewa mengunjunginya.
"Silakan berbicara, saya tinggal dulu." Polisi itu memberikan waktu kepada Dewa dan Ariana untuk berbicara.
"Kak, Kakak datang untuk menolongku kan? Kakak pasti tidak tega melihatku di sini kan?" tanya Ariana dengan senyum yang masih menghias di bibirnya.
Dewa tidak menjawab, dia hanya minggir satu langkah untuk memberikan jalan kepada seseorang. Senyum Ariana memudar ketika tahu Dewa datang bersama dengan Kyra.
"Aku ingin kembali ke sel." Ariana berbalik dan hendak pergi dari sana. Namun dengan cepat Kyra menahannya. Dia juga melayangkan satu tamparan di pipi kanan sahabatnya tersebut.
"Kyra, kau menamparku?" ucap Ariana sambil memegangi pipinya yang terasa panas.
Bukannya menjawab, Kyra kembali melayangkan satu tamparan lagi. Kali ini ke pipi kiri.
__ADS_1
"Kau!" Ariana menunjuk Kyra.
"Dua tamparan itu adalah hadiah dariku atas pengkhianatanmu selama ini. Selama ini kamu berpura-pura baik di depanku, tapi di belakangku kau terus menjelakkan namaku kan? Dan ini."
Plak!
Kembali Kyra melayangkan dua tamparan sekaligus ke pipi Ariana. "Itu hadiah dariku karena kamu berusaha mencelakai anakku. Dan mulai detik ini juga, pershabatan kita benar-benar berakhir. Kita tidak ada lagi hubungan apa pun." Setelah mengatakan itu Kyra pergi dari sana.
Dewa berjalan mendekat ke arah Ariana. "Aku harap kamu tidak lagi mempersulit perceraian kita," ucap Dewa. "Ohya, satu hal lagi. Selamanya aku tidak akan membiarkanmu menemui Caca karena kamu tidak pantas disebut sebagai ibu."
"Ke depan hanya pengacaraku yang akan berbicara denganmu. Ini adalah terakhir kalinya kita bertemu," tambah Dewa sebelum akhirnya dia ikut keluar dari sana.
"Ini kah hasil akhir yang harus aku dapatkan? Tidak, aku tidak mau kalah dari Kyra. Tidak! Tidak boleh! Aku tidak boleh kalah dari wanita sialan itu, tidak boleh!" teriak Ariana sambil berjongkok dan menutup kedua telinganya.
"Kau sudah kalah! Kau pecundang! Apa pun yang kamu lakukan, Kyra tetaplah pemenangnya. Kamu tidak bisa mengalahkannya. Kyra lah pemenangnya!"
"Tidak! Tidak! Aku yang menang bukan Kyra, aku!" teriak Ariana. Bahkan sampai ia dibawa kembali ke sel tahanan, Ariana masih saja berteriak histeris.
***
6 bulan kemudian....
__ADS_1
Semua orang sudah rapi dengan pakiannya masing-masing, termasuk Arsya dan Caca. Dua bocah itu sudah siap menjadi bride mide dalam pesta pernikahan orang tua mereka.
Iya, hari ini adalah hari pernikahan sekaligus pesta resepsi pernikahan antara Kyra dan Dewa. Beberapa saat yang lalu untuk kedua kalinya Dewa dan Kyra sudah kembali terikat dalam ikatan pernikahan. Keduanya terlihat bahagia karena akhirnya mereka bisa kembali bersama setelah 5 tahun hidup terpisah.
Kebahagiaan itu terlihat jelas tidak hanya di wajah kedua mempelai, tetapi juga kedua keluarga besar termasuk Arsya dan Caca. Kedua bocah itu yang paling bersemangat dengan pernikahan kedua orang tua mereka tersebut.
"Ayo sekarang foto antara kedua mempelai dan anak-anaknya!" seru sang foto grafer.
Arsya dan Caca sudah berdiri di tengah pelaminan dengan Dewa dan Kyra di kiri-kanan mereka.
"Aku mau difoto sambil dicium papa," ucap Arsya.
"Aku juga mau foto sambil dicium mama," Caca ikut-ikutan.
Jadilah Kyra dan Dewa berjongkok untuk melakukan pose yang diinginkan putra dan putri mereka. Namun pada saat sang foto grafer menghitung angka 1 sampai 3, pada hitungan ketiga, kompak kedua bocah itu menghindar saat akan dicium oleh papa-mama mereka. Hingga akhirnya foto yang harusnya Dewa dan Kyra mencium pipi Arsya dan Caca, berubah jadi foto Kyra dan Dewa saling berciuman.
"Dasar anak-anak nakal," omel Kyra sambil tersenyum. Arsya saling tos dan tertawa. Hari itu menjadi hari bahagia bagi mereka.
...TAMAT...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Gaes, terima kasih ya yang udah dukung cerita Mbak Kyra dan Dewa. Maaf jika endingnya tidak sesuai dengan ekspektasi kalian. Sekali lagi terima kasih. Insya Allah besok RAHIM KONTRAK mulai update. Tapi, jangan tanya jam berapanya ya karena otor sendiri nggak tahu. Pokoknya tahu-tahu besok cerita Mbak Naya dan Pak Yuga mecutul.