Desain Cinta Kyra

Desain Cinta Kyra
DCK - Bab 64


__ADS_3

Hilangnya Arsya membuat kegaduhan sendiri di hotel terbesar milik Dewa itu. Semua orang Dewa kerahkan untuk mencari keberadaan putra tercinta. Dengan berbekal cctv yang terpasang di sekitar hotel, ia juga melaporkan kejadian penculikan ini ke pihak yang berwajib. Dewa yakin penculikan ada hubungannya dengan Riana. Apalagi wanita itu ikut menghilang tidak lama setelah Arsya diculik. Dari semua orang yang khawatir akan hilangnya Arsya, tentu saja Kyra lah yang paling mencemaskan putra semata wayangnya itu.


"Kak, bagaimana sudah ada kabar?" tanya Kyra saat melihat Dewa datang.


"Belum. Tapi, aku sudah mengerahkan semua anak buahku untuk mencari mobil yang membawa Arsya pergi. Aku juga sudah meminta kepada polisi untuk mencari tahu pemilik mobil yang dipakai oleh mereka. Dan ternyata mobil itu hanya mobil sewaan," jelas Dewa.


"Kak, apa Riana benar-benar terlibat dalam kasus penculikan ini? Apa dia akan setega itu sama aku?" tanya Kyra lagi. Meski sudah banyak hal yang sudah dilakukan Ariana untuk menyingkirkannya, Kyra masih berharap kali ini sahabatnya tersebut tidak terlibat.


"Kyra, tidak ada yang tidak mungkin dilakukan oleh Riana. Jangankan kamu yang hanya sahabatnya, anaknya sendiri pun tega ia sakiti."


Kyra ingin sekali menyangkal, namun fakta yang terlihat memanglah demikian. Riana menjadi orang yang penuh dengan ambisi dan obsesi. Wanita itu siap melakukan apapun demi mewujudkan semua keinginannya tersebut. Selain itu, siapa pun yang menghalangi jalannya, tidak segan untuk ia singkirkan.


"Apa yang akan dia lakukan terhadap Arsya? Apa dia akan.... " Kyra tidak berani melanjutkan perkataannya. Membayangkan Ariana menyakiti putranya saja sudah membuatnya tidak tahan. Apalagi jika wanita itu melakukan hal lebih terhadap putranya.


"Kamu jangan khawatir, aku pasti akan segera menemukan Arsya. Aku janji akan melakukan apa pun untuk melindunginya." Dewa berusaha menenangkan Kyra.

__ADS_1


"Jika saja Kakak mau melepaskan Caca, Arsya pasti masih baik-baik saja. Kenapa Kakak harus peduli dengan anak orang lain, jika itu membahayakan anak kita?" ucap Kyra.


"Kyra.... "


"Tidak, bukan! Seharusnya aku bisa membuat Arsya tidak datang mencarimu. Jika saja aku bisa memberikan kasih sayang seorang ayah yang dia butuhkan, dia pasti tidak akan nekad ke sini mencarimu. Iya... ini salahku, semua salahku." Kyra seperti orang kebingungan.


"Sayang, ini bukan salahmu. Kamu sudah menjadi ibu yang baik untuknya. Dia kesini karena merindukan sosok ayah, bukan karena dia kekurangan kasih sayangmu." Maya yang sejak tadi diam kini ikut menenangkan Kyra.


"Kak, maafin aku. Ini semua salahku, aku yang membawa Arsya ke sini. Maafkan aku!" Ryan lah menjadi orang paling menyesal atas hilangnya Arsya.


"Sudah hentikan! Kita jangan saling menyalahkan atau menyalahkan diri. Yang paling penting saat ini adalah keselamatan Arsya. Kita harus secepatnya mencari keberadaan dia." Arfan menghentikan perdebatan itu.


"Dari siapa?" tanya Maya.


"Ntahlah, Ma, mungkin klien," jawab Kyra. Dia memang sedang tidak ingin mengurusi kliennya saat ini.

__ADS_1


"Bagaimana kalau itu dari Arsya?" ujar Dewa. Dia mengambil ponsel dari tangan Kyra. "Apa kata sandinya?" tanyanya untuk membuka ponsel milik Kyra itu.


"180818, itu tanggal lahir Arsya," jawab Kyra.


Dewa menekan nomor-nomor yang dimaksud. Setelah itu ia membuka pesan yang baru saja masuk ke ponsel milik Kyta tersebut.


"Lokasi? Mungkinkah ini dari Arsya?" gumam Dewa. Semua orang yang ada di sana melihat ke arahnya. "Aku akan coba telepon ke nomor ini," tambahnya.


Saat Dewa hendak menekan tombol call, Kyra langsung menghentikannya. "Jangan!"


"Kenapa? Kita kan harus tahu nomor siapa ini?" tanya Dewa.


"Jika ini pesan dari Arsya, lalu nomor yang digunakan adalah nomor dari salah satu penjahat itu bagaimana?" Kyra balik tanya.


"Tapi, jika ternyata saat ini Arsya berhasil kabur dan pinjam hape milik warga, bagaimana?" Dewa pun ikut bertanya.

__ADS_1


Disitulah dua orang tersebut kembali saling tatap. Mereka sama-sama bingung dengan hal yang harus mereka lakukan sekarang. Menelpon balik nomor itu atau tidak?


Dewa dan Kyra sama-sama membelalakan matanya ketika ada seseorang yang mengambil ponsel tersebut.


__ADS_2