Desain Cinta Kyra

Desain Cinta Kyra
Pertanyaan


__ADS_3

Dengan terburu-buru Kyra kembali ke butiknya. Dia benar-benar takut kalau Riana akan mencurigai hubungannya dengan Dewa. Pasalnya siang ini mereka menghilang bersamaan dan dari chat yang dikirim oleh Riana, sahabatnya tersebut sudah berada di butik sejak satu jam yang lalu. Dia juga menyakan tentang keberadaan Dewa yang juga tidak terlihat di restorannya.


Dewa dan Kyra berpisah tepat di perempatan jalan. Mereka tidak mau ada yang melihatnya berada dalam satu mobil yang sama.


"Ra, sampai kapan kita harus ngumpet-ngumpet begini? Aku ini suami kamu lho, bukan pasangan selingkuhan?" keluh Dewa ketika Kyra turun dari mobil yang dikendarainya.


"Kak, kita udah sepakat untuk merahasiakan ini setidaknya sampai kompetisi itu selesai. Jadi, sabar ya," bujuk Kyra. Dia mengerti perasaan Dewa karena ia pun merasakan hal yang sama.


"Aku antar sampai depan butikmu ya?" tawar Dewa.


"Nggak usah, aku takut Riana curiga. Aku akan jalan kaki dari sini," tolak Kyra. "Sudah, sana Kakak jalan!" suruhnya.


Dewa menghela napas panjangnya.


"Kak," bujuk Kyra.


"Ra, kamu itu cantik. Aku yakin bukan hanya aku saja yang menaruh hati kepadamu. Pasti banyak laki-laki di luaran sana yang juga menyukaimu. Aku takut suatu hari nanti kamu akan tertarik pada salah satu dari mereka," ujar Dewa.


Iya, selain berkecimpung di butik, Kyra dan Ariana juga sering mengikuti ajang fasion show yang diadakan di kota-kota besar. Dan hal itu mengharuskan keduanya juga harus bertemu dengan model. Entah itu model perempuan ataupun laki-laki.


"Kak, jika aku bisa tertarik sama mereka pasti sudah dari dulu aku menjalin hubungan dengan salah satu model itu. Tapi, kenyataannya, aku malah memilih terluka melihatmu bersama Ariana, kan? Jadi, jangan mengatakan hal konyol yang tidak mungkin terjadi," jelas Kyra.


"Benar juga sih. Jika kamu mau, kamu sudah melakukan itu," timpal Dewa. "Tapi.... "

__ADS_1


"Tapi, apa?"


"Aku tetap butuh sesuatu yang bisa menenangkan hatiku," jawab Dewa. Dia sengaja menyentuh bibirnya sendiri sebagai isyrat.


"Ish. Dasar modus!" gerutu Kyra.


"Kalau tidak mau ya.... "


Belum selesai Dewa mengatakan sesuatu, Kyra sudah menciumnya. Dewa tidak melepaskan kesempatan itu, dia menekan tengkuk Kyra agar ciuman tersebut berlangsung lama.


"Kak, sudah! Bagaimana kalau ada yang lihat?" Kyra sedikit mendorong tubuh suaminya.


"Baiklah, sekarang kamu bisa pergi!" jawab Dewa santai.


"Tidak. Kamu saja duluan, aku akan memperhatikanmu dari sini."


"Ya sudah lah kalau begitu aku duluan." Tak mau berdebat dan membuang waktu lagi, Kyra pun segera berlari meninggalkan tempat tersebut.


Setelah melihat istrinya masuk ke dalam butik, Dewa baru menjalankan mobilnya menuju ke restoran.


***


"Maaf ya, Ri, aku baru datang. Tadi ada urusan sebentar," ucap Kyra ketika baru memasuki butik.

__ADS_1


"Memang urusan apa sih, Ra sampai kamu nggak bisa balas pesanku?" jawab Ariana seraya bertanya.


"E... tadi kebetulan ada tamu di rumah dan aku lupa menyalakan dering di ponsel, jadi aku nggak denger pas kamu telepon." Kyra beralasan.


"Kamu dan Kak Dewa sama saja. Tadi, dia bilangnya mau ke restoran. Tapi, nyatanya saat aku datang ke restoran dia juga nggak ada di sana. Hari ini kalian berdua bikin aku kesel." Ariana berujar kesal.


"Ohya? Mungkin Kak Dewa ada urusan penting di tempat lain. Sekali lagi aku minta maaf ya, Ri. Aku nggak bermaksud bikin kamu kesel kok."


"Iya, deh, iya. Kali ini, aku maafin kamu," jawab Ariana.


"Ohya, kenapa kamu tiba-tiba ke butik? Apa keadaan Tante Anita sudah membaik?" tanya Kyra sambil meletakkan tasnya di atas sofa.


"Kata Dokter sudah lumayan membaik dan karena mamaku lagi tidur makanya aku luangin waktu buat lihat keadaan butik," jawab Riana. "Aku takut kamu kerepotan."


"Kamu ini, Ri, kayak sama siapa aja. Bukan kah dulu pas aku ada musibah di kampung, kamu juga nanganin butik sendirian. Jadi, kamu nggak usah merisaukan keadaan butik. Kamu konsentrasi saja sama kesehatan mama kamu," jawab Kyra.


Karena merasa haus akibat lari tadi, Kyra mengambil segelas air putih dan meminumnya. Saat itulah seorang karyawannya yang bernama Lily tiba-tiba menanyakan sesuatu yang membuat Kyra tersedak.


"Mbak Kyra tadi datang sama Mas Dewa ya? Tadi aku lihat Mbak Kyra berdiri di dekat mobilnya Mas Dewa di perempatan jalan sana?"


Sontak saja pertanyaan tersebut langsung membuat Ariana menautkan alis sambil menatap Kyra. "Ra, bisa jelaskan padaku apa maksud perkataan Lily barusan!"


Gleg.

__ADS_1


Kyra menelan ludahnya dengan bersusah payah. Dia bingung harus memberikan jawaban seperti apa kepada sahabatnya tersebut.


__ADS_2