Desain Cinta Kyra

Desain Cinta Kyra
Merasa Tidak Berharga


__ADS_3

"Maafkan aku, mungkin aku yang terlalu cepat meminta hakku," ucap Dewa sambil sedikit menjauh dari tubuh Kyra.


Namun, sebelum Dewa benar-benar menjauh, Kyra sudah menahan lengan pria bertubuh kekar tersebut.


"Aku... aku mau, Kak," ucap Kyra. Dia sedikit menundukkan kepalanya karena malu.


"Kamu yakin, Ra?"


Kyra mengangguk.


Dewa pun kembali mendekat ke arah Kyra. Ia membopong tubuh mungil istrinya ala brydal style dan membawanya masuk ke kamarnya.


Dengan sangat hati-hati Dewa membaringkan tubuh istrinya di atas ranjang, ia kemudian ikut naik ke atas ranjang tersebut setelah sebelumnya melepaskan kemeja panjang yang dipakainya. Ini adalah pertama kalinya Kyra melihat tubuh atletis suaminya.


Jantung Kyra kembali berdetak tak beraturan ketika akhirnya Dewa naik ke atas ranjang dan mengukung tubuhnya.


"Ra, kamu terlihat sangat cantik malam ini," puji Dewa di telinga istrinya tersebut. Ia kemudian menempelkan bibirnya kembali ke bibir ranum milik Kyra dan memagutnya dengan rakus. Hal yang sama juga dilakukan oleh Kyra, ia puun membalas pagutan tersebut tak kalah rakus.

__ADS_1


Dewa kembali menatap Kyra seraya meminta izin untuk melepaskan baju yang melekat di tubuh istrinya. Setelah mendapatkan anggukan dari Kyra, laki-laki berwajah tampan itu pun mulai membuka satu per satu kancing baju yang dipakai oleh istrinya kemudian melepas kain penutup itu dan membuangnya ke lantai.


Wajah Kyra kembali memerah ketika Dewa mulai menelurusi kulit halus itu dengan bibirnya hingga membuatnya merasakan sensasi yang berbeda yang belum pernah ia rasakan selama ini. Sebuah lenguhan kembali lolos dari bibir mungil Kyra. Kedua insan yang sudah dipenuhi dengan kabut gairah tersebut sudah tidak sabar untuk segera menyalurkan hasratnya. Sayangnya, ketika Dewa sudah melepaskan semua kain yang menutupi tubuhnya dan Kyra, tiba-tiba ponsel Dewa itu berdering. Awalnya ia ingin mengabaikan dering itu, namun karena dering ponsel tersebut tidak juga berhenti, ia pun memutuskan untuk menjawabnya terlebih dulu.


"Aku jawab ini dulu ya, Ra." Dewa meminta izin kepada istrinya.


"Iya, Kak," jawab Kyra. Ia pun menarik selimut untuk menutup tubuhnya yang sudah polos.


"Iya, Ri. Ada apa?"


" .... "


Setelah menutup teleponnya, Dewa kembali mendekati Kyra yang masih berbaring di ranjang.


"Ra, maafkan aku ya... aku.... "


"Apa ada masalah dengan Riana?" tanya Kyra.

__ADS_1


Dewa mengangguk.


"Pergilah! Pasti saat ini Riana sedang membutuhkanmu!" suruh Kyra. Dia tidak berani menatap mata suaminya karena takut akan menunjukkan sisi lemahnya.


Dewa kembali memunguti pakaiannya yang tercecer di lantai dan memakainya. Sebelum pergi, Dewa mengecup kening istrinya terlebih dulu.


"Aku pergi ya, Ra. Kamu tidurlah dulu! Setelah aku memastikan keadaan Riana, aku akan langsung pulang," pamit Dewa.


"Iya," jawab Kyra sambil mengangguk.


Dewa kemudian benar-benar pergi meninggalkan Kyra.


Kyra menarik napas panjang kemudian menghembuskannya. Sebenarnya ia kecewa dengan perlakuan Dewa kepadanya. Bisa-bisanya, pria itu meninggalkannya dalam keadaan seperti ini, padahal dia sendiri yang bilang ingin meminta haknya.


Wanita berambut panjang itu pun kemudian bangun dari posisinya dengan tubuh dibalut selimut dan berdiri tepat di depan cermin. Memandangi dirinya yang yang terlihat menyedihkan.


"Kamu benar-benar payah, Ra! Lihatlah, tubuhmu tidak sebanding dengan Riana! Seharusnya kamu tidak boleh mengharapkan apa pun dari pernikahanmu ini. Kamu harus sadar posisimu, Ra. Tahu dirilah kalau Dewa tidak pernah mencintaimu!" makinya kepada bayangannya di depan cermin.

__ADS_1


Sambil terisak, Kyra kemudian berjongkok dan menenggelamkan kepalanya diantara kedua lutut. Dia menangisi dirinya sendiri yang terlihat tidak ada artinya di mata Sang Suami.


__ADS_2