Desain Cinta Kyra

Desain Cinta Kyra
DCK - Bab 54


__ADS_3

Dewa kembali memanggil seluruh keluarganya untuk makan siang bersama. Setidaknya ini adalah langkah awal baginya untuk bisa mendekatkan Arsya dengan Caca dan juga memberi kesempatan Kyra untuk mendekati Caca. Baik Dewa maupun Kyra berharap kalau rencana ini bisa berjalan dengan lancar.


Arsya dan Caca duduk di samping kiri dan kanan Dewa. Kedua anak itu tidak mau duduk berjauhan dengan papa mereka, sedangkan Kyra dan Ariana duduk di sebelah anak mereka masing-masing.


Anne, Amran, Maya, Ryan, dan Arfan duduk di meja lainya.


"Papa Arsya mau itu!" tunjuk Arsya pada salah satu makanan di atas meja.


"Papa ambilkan ya." Dewa mengambil menu yang diminta oleh putranya.


"Pa, Caca juga mau itu." Caca ikut menunjuk makanan yang barusan ditunjuk oleh Arsya.


Dewa tampak bingung harus memberikan makanan itu kepada siapa, padahal hanya sisa 1 di wadah.


"Pa, Arsya yang minta itu duluan!"


"Caca mau itu, Pa."


Ariana tampak menikmati pemandangan itu. Dia ingin melihat siapa kah yang akan diberikan makanan yang tinggal satu itu oleh Dewa.


Sebagai jalan tengah, Dewa memotong makanan itu menjadi dua dan memberikanya kepada Arsya dan Caca.

__ADS_1


"Ayo kalian makan!" suruh Dewa. Dia menunjukan senyum kepada kedua anaknya.


Baik Arsya maupun Caca menatap makanan yang sudah dibagi menjadi dua tersebut.


"Kenapa cuma dilihatin aja? Ayo dong dimakan!" suruh Dewa.


"Makananya jadi kecil."


"Mana kenyang kalau gini."


Ucap Caca dan Arsya bergantian.


"Kan masih ada makanan lain. Atau mau papa pesenin menu yang kayak gitu lagi?" tanya Dewa lagi.


"Kalau begitu makan makanan kalian!" seru Dewa. Tanpa banyak bicara kedua bocah itu pun mulai menikmati makanan mereka.


Kyra tersenyum melihat tingkah kedua bocah cilik tersebut. Ia tahu keduanya sedang berusaha menarik perhatian Dewa karena tidak rela cinta Dewa terbagi. Namun, Kyra cukup tenang karena Dewa bisa mengatasi itu dengan mudah.


Berbeda dengan Kyra, Ariana tampak menheratkan gigi dan mengepalkan tangan. Dia geram karena putrinya tidak berhasil membuat anak kandung Kyra itu kalah.


"Dasar anak gak berguna!" Ariana memaki anaknya sendiri dalam hati.

__ADS_1


Semuanya kembali menikmati makan siang mereka tanpa drama.


***


"Caca sayang, kenalkan ini namanya Tante Kyra dan ini Arsya." Dewa mengenalkan anak kandungnya kepada Caca usai mereka makan siang.


Arsya mengulurkan tangan, sementara Caca menengok ke arah Ariana sebentar.


"Caca tidak mau berkenalan dengan mereka, Pa," tolak Caca.


"Kenapa?" Dewa berjongkok di antara Caca dan Arsya.


"Kata Mama, Tante itu jahat. Dia dan anak itu mau merebut papa dari Caca," jawab Caca jujur sambil menunjuk Kyra dengan sinis.


Dewa memberikan tatapan tajamnya kepada Ariana. Dia sudah mengira kalau istrinya itu pasti akan berusaha mempengaruhi Caca agar tidak menyukai Kyra dan Arsya.


Dewa menggenggam tangan putrinya. "Sayang, itu tidak benar. Tidak ada yang akan merebut papa dari siapa pun. Caca dan Arsya sama-sama anak papa, papa sayang sama kalian berdua. Jadi, tidak ada yang merebut papa dari siapa pun. Ngerti." Dewa mencoba memberi pengertian kepada Caca semampunya. "Dan soal Tante Kyra, dia baik kok. Dia nggak jahat seperti yang dikatakan oleh mamamu."


"Sungguh?"


Dewa mengangguk. "Tentu saja," jawabnya.

__ADS_1


"Ayo kenalan sama Tante Kyra dan Arsya!" suruh Dewa.


Caca masih diam, dia masih ragu untuk mengulurkan tanganya.


__ADS_2