Desain Cinta Kyra

Desain Cinta Kyra
Kedatangan Anne


__ADS_3

"Kak Dewa bilang kalau dia akan menikahku setelah kompetisi desain itu selesai."


Sontak saja jawaban dari Ariana itu membuat Kyra menjatuhkan ponselnya karena terkejut. Kyra merasakan nyeri di dadanya dengan npas yang seolah tercekat di tenggorakan. Namun, Kyra berusaha menetralkan semua rasa itu dan mengambil ponselnya yang jatuh barusan.


"Ra, kamu kenapa?" tanya Ariana yang melihat ada sedikit perubahan ekspresi di wajah Kyra.


"Ah... tidak, Ri. Aku hanya sedikit terkejut mendengar kabar itu. Apalagi selama ini kamu selalu bilang belum ingin menikah sebelum sukses kan," jawab Kyra.


"Iya, sih. Tapi, melihat Mama yang mengkhawatirkan aku, aku jadi berpikiran untuk segera menikah. Apalagi, aku memiliki keyakinan kalau setelah perlombaan itu nama kita akan dikenal banyak orang," jawab Ariana yakin.


"E... Ri, aku tutup dulu ya, kebetulan ada pelanggan yang datang ke butik kita. Aku mau melayani dia dulu. Assalammualaikum." Kyra memilih untuk mengakhiri obrolannya dengan Ariana, meski harus dengan berbohong. Dia sudah tidak mampu untuk membendung air matanya yang ingin merangsek keluar.


Kyra meletakkan ponselnya di atas meja. Dengan menenggelamkan kepalanya di atas kedua tangan yang ia tumpuk di atas meja dan akhirnya air mata itu benar-benar keluar.


Sesak dan terluka itulah yang dirasakan oleh Kyra. Perkataan Dewa yang ingin membuka status mereka di depan Ariana sempat membuat Kyra merasa jika Dewa menyukainya. Bahkan perkataan pria itu yang menyuruhnya untuk menuliskan hal-hal yang harus dihindari Dewa ketika pria itu sedang berdua dengan Riana sempat membuat hatinya goyah dan ingin menunjukan perasaan cintanya yang selama ini ia pendam.

__ADS_1


Ketukan dari luar ruangannya, membuat Kyra segera menegakkan kepala. Ia menghapus air matanya dan menutupnya dengan kembali merias tipis wajahnya. Kyra tidak mau ada orang yang tahu kalau dirinya baru saja menangis.


"Masuk!" suruh Kyra.


"Mbak, di luar ada cewek yang bernama Anne ingin bertemu," jawab karyawannya.


"Anne?" gumam Kyra sambil berusaha mengingat nama itu. Beberapa detik kemudian dia baru ingat kalau Anne adalah nama adik Dewa dan mereka bertemu di hari pernikahannya dengan Dewa waktu itu.


"Ya sudah, biar aku saja yang keluar untuk menemuinya," jawab Kyra. Dia kemudian bangun dari tempat duduknya dan ikut keluar dari ruangannya guna menemui adik iparnya tersebut.


*


Gadis berumur 17 tahun itu menoleh, ia segera menghampiri Kyra dan memeluknya.


"Mbak," panggilnya dengan suara manja.

__ADS_1


Iya, meski Kyra baru bertemu dengan Anne sekali di momen pernikahannya dengan Dewa, adik dari Dewa itu terlihat langsung menyukainya. Itu bisa dirasakan oleh Kyra ketika di hari pernikahannya, Anne selalu mengajaknya berbicara banyak.


"Kok kamu bisa ada di sini?" tanya Kyra kepada adik iparnya tersebut.


"Aku kangen sama Mbak Kyra soalnya Mbak Kyra nggak ngehubungi Anne lagi setelah hari itu. Padahal Mbak sudah janji menghubungiku," protes Anne.


"Astaghfirullah. Mbak lupa, Ne. Apalagi saat sampai di sini Mbak langsung di hadapkan dengan banyak pekerjaan," jawab Kyra. "Ohya, bagaimana kamu bisa tahu butik ini?"


"Mbak lupa ya kalau restoran milik Mas Dewa ada di depan butik Mbak. Kemarin aku udah tanya alamat butik Mbak sama Mas Dewa," jawab Anne.


"Ohya, Mbak. Tadi aku sempat mampir ke restorannya Mas Dewa, tapi asistennya bilang Mas Dewa sedang nggak ada di restoran, ku kira dia ada di sini bareng Mbak. Tapi, kelihatannya dia juga nggak ada di sini?" tanya Anne.


"Iya. Kak Dewa memang lagi nggak di sini ataupun di restoran, soalnya dia kan sedang berada di rumah sakit," jawab Kyra.


"Di rumah sakit? Kak Dewa sakit?"

__ADS_1


"Bukan, dia tidak sakit kok. Tapi, dia sedang nemenin Riana di sana." Kyra langsung menutup mulutnya dengan tangan ketika sadar kalau dirinya baru saja menyebut nama sahabatnya tersebut.


"Mbak," panggil Anne. Dia menatap Kyra dengan tatapan tajam begitu mendengar nama Ariana.


__ADS_2