Desain Cinta Kyra

Desain Cinta Kyra
DCK - Bab 32


__ADS_3

Sejak kejadian malam itu hidup tak lagi tenang. Banyak hal yang ia pikirkan terutama reaksi Kyra jika mengetahui suaminya sudah tidur dengan sahabatnya. Wajah kecewa Kyra sudah terbayang di pelupuk mata. Dewa tahu sepintar-pintarnya seseorang menyembunyikan bangkai suata saat baunya pasti akan kecium juga. Ia yakin meski sudah meminta Ariana untuk menyembunyikan semua yang terjadi di malam itu pada Kyra, suatu saat rahasia itu pasti akan terungkap. Jika saja waktu dapat diputar, dia tidak akan mabuk untuk mengalihkan pikiran.


"Hah." Entah sudah keberapa kalinya hembusan napas berat keluar dari mulut Dewa.


"Ada apa sih, Kak? Dari tadi aku perhatikan sepertinya Kakak memiliki masalah yang begitu berat?"


Sejak pagi tadi Anne memang datang ke restoran kakaknya untuk bantu-bantu. Selain itu ia juga ingin tahu perkembangan Kakaknya dalam mencari keberadaan Sang Kakak Ipar.


Dewa menutup laptop di hadapannya. Dia sedikit menggeser laptop tersebut agar bisa meletakkan kedua tangannya di atas meja.


"Ne, kalau kamu jadi seorang istri apa kamu akan memaafkan kesalahan besar suamimu?" tanya Dewa.


Anne menutup buku resep makanan yang sedang ia baca dan meletakkan kembali di rak khusus. Ia kemudian duduk di kursi kosong yang ada di depan kerja kakaknya.


"Tergantung," jawab Anne. "Kalau dirasa kesalahan besar itu bisa dimaafkan, ya akan ku maafkan."


"Jika karena tidak disengaja suamimu tidur dengan wanita lain, apa kamu akan memaafkannya?" tanya Dewa dengan berhati-hati.


"Kalau Kakak tahu suamiku begitu, apa Kakak akan menyuruhku memaafkannya?" Anne justru mengembalikan pertanyaan tersebut kepada kakaknya.


"Tidak akan. Aku tidak akan rela adikku disakiti seperti itu," jawab Dewa yang secara tidak langsung mengatakan bahwa kesalahannya tak bisa dimaafkan.


"Nah, itu Kakak tahu. Seorang istri bisa saja dia adalah adik seseorang, kakak seseorang, dan yang pasti dia adalah anak dari kedua orangtuanya. Jadi, kalau si suami melakukan kesalahan besar kepada si istri tidak hanya si istri itu yang merasakan sakit. Adiknya, kakaknya, atau bahkan orangtuanya pasti akan marah," jelas Anne panjang lebar. "Tapi sebesar apa pun kemarahan mereka semua keputusan tetap ada si istri itu sendiri, ia mau memaafkan atau tidak," lanjutnya.


"Begitu ya? Jadi, apa sebaiknya si suami ini merahasiakan masalah tersebut kepada istrinya?" tanya Dewa lagi.


"Laki-laki macam itu? Sebagai seorang laki-laki apalagi suami, wajib hukumnya untuk jujur kepada istri," jawab Anne dengan menggebu. "Tunggu! Kakak tidak sedang membicarkan tentang Kakaka sendiri kan?"


Anne memberikan tatapan tajamnya kepada Dewa.

__ADS_1


"Bukanlah. Mana mungkin aku seperti itu? Kamu kan tahu kalau aku sngat mencintai Kyra, jadi aku tidak mungkin mengkhianatinya," jawab Dewa berbohong. Saat ini dia tidak mungkin berkata jujur kepada adiknya, apalagi keberadaan Kyra saja belum ia ketahui.


"Syukurlah. Aku harap meski sekarang Kakak belum menemuman keberadaan Kak Kyra, Kakak akan berusaha untuk tidak akan melakukan kesalahan besar seperti itu."


Dewa hanya tersenyum kaku. Ia tahu pasti bukan hanya Kyra dan keluarganya saja yang akan kecewa saat tahu ia sudah tidur dengan wanita lain. Keluarganya pun pasti akan merasakan hal yang sama terhadapnya.


"Ohya, apa Kakak sudah menemukan keberadaan Mbak Kyra sekarang?" tanya Anne.


Dewa menggeleng. "Aku belum mendapatkan kabar apa pun tentang dia."


"Kakak sudah tanya sama mama-papanya Kak Kyra?"


"Sudah. Beberapa hari yang lalu Kakak sudah datang ke rumah mereka. Tapi, mereka bilang Kyra juga belum menelpon mereka," jawab Dewa. Ia kembali menghela napas dan menyandarkan punggung pada sandaran kursi yang ia duduki.


"Kira-kira kemana Mbak Kyra pergi ya, Kak? Mama dan papa juga berharap sebelum pesta resepsi pernikahan kalian, Kakak sudah bisa menemukan Mbak Kyra kembali," tambah Anne.


"Semoga ya, Ne. Bantu doanya agar Kakak bisa segera menemukan Kyra!" Hanya itu yang diminta Dewa kepada Sang adik.


Satu bulan lebih Kyra menghilang dan selama itu pula, Dewa belum mendapatkan informasi apapun tentang keberadaan istrinya. Padahal ia sudah mengerahkan banyak orang untuk ikut mencari istrinya itu, namun sampai sekarang belum satu pun dari orang-orang yang ia sewa memberikan informasi yang berarti kepadanya.


***


Di sisi lain....


"Kyra, sampai kapan kamu akan bersembunyi dari suamimu? Dewa berkali-kai mendatangi rumah mama untuk menanyakan tentang keberadaanmu, rasanya mama tidak tega terus membohonginya," ujar Maya.


Kebetulan ayah Kyra, Arfan Juliant sedang tidak sibuk. Jadi, dia bisa mengantar Sang Istri menemui putri mereka.


"Entahlah, Ma, aku belum tahu," jawab Kyra. "Ohya itu Mama bawa apa?" tanya Kyra saat melihat rantang di tangan mamanya.

__ADS_1


"Ini mama bawakan makanan kesukaan kamu cumi asam manis. Sebelum kesini mama buatkan ini untuk kamu. Sebentar mama angetin ya," jawab Maya. Ia menunjukan makanan yang ia bawa kemudian membawanya ke dapur.


Maya mulai menghangatkan cumi asam manis buatannya.


"Ma, kenapa bau makanannya jadi gak enak gitu ya? Rasanya perut Kyra mual mencium baunya," ucap Kyra. Ia bahkan lari ke kamar mandi dan memuntahkan isi yang ada di dalam perutnya.


"Mama bawa pulang lagi aja, gih! Perut Kyra mual sama baunya!" Kyra menyuruh Sang Mama membawa pulang makanan bawaannya.


"Lho, biasanya kan kamu suka dengan cumi asam manis, Sayang. Kok sekarang malah mual?" Maya merasa aneh.


"Entahlah, Ma. Akhir-akhir ini setiap pagi Kyra juga muntah-muntah. Dan kalau mencium bau yang sedikit menyengat rasanya kepala Kyra pusing banget dan mual," jawab Kyra menceritakan keadaan dirinya sekarang.


"Sayang, sejak kapan kamu mengalami hal seperti itu?"


Kyra mencoba mengingat sejak kapan ia merasa kondisi tubuhnya berubah. "Sekitar satu minggu ini sih," jawabnya kemudian.


"Kapan terakhir kali kamu haid?" kembali Maya bertanya.


Kyra melihat tanggal digital di layar ponselnya. Ia baru ingat kalau terakhir kali ia haid adalah satu setengah bulan yang lalu.


"Aku sudah telat lebih dari satu bulan, Ma. Apa jangan-jangan.... "


"Mama yakin kalau kamu saat ini sedang hamil," sela Maya. "Bagaimana kalau untuk memastikannya kita pergi ke dokter. Hm?"


Kyra mengangguk.


Maya dan Arfan membawa putri mereka ke rumah sakit untuk memastikannya. Setelah menjalani pemeriksaan dapat disimpulkan bahwa saat ini Kyra sedang hamil dan usia kandungannya diperkirakan sekitar 7 minggu.


Tentu saja berita itu menjadi berita yang membahagiakan bagi Kyra dan kedua orangtuanya.

__ADS_1


"Sekarang bagaimana? Apa kamu masih akan tetap berada di sini dan menyembunyikan kehamilanmu dari Dewa?" tanya Maya ketika mereka tiba di tempat tinggal Kyra saat ini.


Kyra belum menjawab. Dia masih bingung untuk memberi keputusan.


__ADS_2