
Ariana yakin bocah cilik yang baru saja bertemu denganya adalah anak Kyra dan Dewa. Memang jika dilihat secara sekilas anaj itu hanya terlihat mirip dengan Dewa, lelaki yang menjadi obsesinya itu. Namun, jika diperhatikan secara seksama bentuk bibir dan cara anak itu menatapnya justru lebih mirip dengan Kyra.
"Tidak! Anak itu tidak mungkin anak Dewa dan Kyra kan?" Ariana bergumam. Dia yang sudah berada di dalam mobil merasa gelisah atas kecurigaannya tersebut. "Jika Dewa tahu dia memiliki anak dari Kyra, aku yakin dia akan menceraikan aku dan tidak akan peduli dengan Caca," gumamnya lagi.
"Aku harus memastikan dulu, apa anak itu benar-benar anaknya Dewa? Iya, benar. Aku harus bisa pastikan itu" Setelah mengatakan hal tersebut Ariana kembali turun dari dalam mobilnya. Ia berniat mendatangi anak kecil yang bertabrakan denganya tadi di pintu lift.
Langkah Ariana terhenti ketika melihat sebuah mobil berhenti tepat di depan lobi hotel dan ia hafal siapa pemilik mobil tersebut. Ariana pergi menghampiri mobil itu.
"Kak Dewa, akhirnya kamu pulang. Aku mencarimu dari kemarin," ujar Ariana saat Dewa baru saja keluar dari dalam mobil.
"Ada apa mencariku?" tanya Dewa sambil berjalan masuk ke lobi hotel.
"Caca nyariin kamu terus, Kak," jawab Ariana.
Dewa berhenti melangkah. Dia baru ingat kalau dia lupa membelikan putrinya itu boneka beruang. Padahal ia sudah janji sebelumnya. "Katakan saja kepadanya, besok aku pulang," ucap Dewa, dia kembali melanjutkan langkah.
"Kak tunggu!" Ariana menarik lengan Dewa dan memeluknya. "Aku kan juga merindukanmu."
__ADS_1
"Kamu bisa tolong jauhkan tanganmu dariku!" Dewa menatap Ariatan dengan sorot mata tajam.
"Kak, aku tahu aku salah soal Caca. Tapi, aku terpaksa melakukan itu karena aku tidak mau kehilangan kamu. Aku mencintai kamu, Kak. Dan... aku tidak rela kalau Kyra memiliki kamu."
Dewa menghembuskan napas kasar. "Cinta?" lirihnya.
Ariana mengangguk. "Aku sangat mencintai kamu dan kamu tahu itu," jawab Ariana.
"Yang kamu rasakan bukanlah cinta, melain kan obsesi. Kamu hanya tidak mau kalah dari Kyra, kamu hanya tidak mau melihat Kyra jauh lebih bahagia dari kamu. Sayangnya, meski tidak bersamaku Kyra tetap bahagia." Dewa berujar panjang lebar.
"Apa maksud Kakak? Apa Kakak bertemu dengan Kyra?" tanya Ariana.
Ariana tersenyum senang karena itu berarti tidak ada alasan bagi Dewa untuk meninggalkanya. Iya, setidaknya dia masih memiliki Caca untuk menahan Dewa tetap tinggal di sisinya. Tak peduli lelaki itu mencintainya atau pun tidak. Dan soal anak kecil yang mirip dengan Dewa, mungkin benar kalau mereka cuma kebetulan.
"Apa kamu akan menginap di hotel lagi malam ini?" tanya Ariana.
"Hm."
__ADS_1
"Tapi, Caca merindukanmu. Tidak bisakah kamu pulang untuk menemuinya? Aku malas terus mendengar rengekanya," tambah Ariana.
"Malam ini aku capek dan ingin segera tidur. Bilang saja sama dia kalau aku pulang besok." Dewa memang kelelahan dengan banyaknya jadwal pekerjaan, tetapi yang membuatnya merasa tidak bertenaga adalah karena ia mengetahui bahwa Kyra sudah menikah lagi dan memiliki keluarga bahagia.
Bohong, jika ia bilang telah mengikhlaskan perasaanya terhadap Kyra. Namun, Dewa sadar ia tidak berhak mengharapkan apa pun dari wanita yang sudah menjadi mantan istrinya itu.
"Tapi, Kak.... "
Ariana menahan lengan Dewa.
"Plis, Ri. Aku sedang tidak ingin bertengkar atau berdebat denganmu!" Secara tidak langsung Dewa meminta wanita yang berstatus sebagai istrinya itu untuk menjauh. Dewa ingin sendiri untuk menata hatinya kembali. "Atau kamu ingin aku menceraikanmu sekarang?"
Buru-buru Riana melepaskan lengan Dewa. Dia tidak mau bercerai dengan lelaki itu, meski tahu tidak ada cinta di hati Dewa untuknya. Setidaknya dengan tetap menyandang status sebagai istri Dewa, banyak orang yang menghormati dirinya.
"Ya sudah selamat beristirahat. Aku tidak akan mengganggumu." Akhirnya Riana membiarkan Dewa pergi.
Riana menatap ke atas gedung hotel milik Dewa itu. "Anak itu tidak ada hubungan apa pun dengan Kyra dan Dewa, dia hanya kebetulan memiliki wajah yang mirip dengan mereka. Sudahlah, lebih baik aku pulang dan beristirahat."
__ADS_1
Riana kembali melangkah menuju ke dalam mobil.