Desain Cinta Kyra

Desain Cinta Kyra
Puas


__ADS_3

Pagi itu Kyra berangkat bekerja tanpa sarapan terlebih dulu karena dia bangun agak kesiangan. Dia harus sampai di butik sebelum pelanggannya yang bernama Nyonya Maureen datang untuk mengambil baju pesanannya. Seharusnya baju itu ditangani oleh Riana karena sebelumnya Riana lah yang merancang desain utama dari baju Nyonya Maureen tersebut. Akan tetapi, karena saat ini sahabatnya tersebut sedang berada di rumah sakit menunggui ibunya yang jatuh dari tangga. Setidaknya itulah pesan yang dikirim oleh Dewa kepadanya beberapa saat yang lalu. Dan karena alasan itulah Kyra harus menyelesaikan bagian akhir dari baju pesanan itu.


Setelah menjelaskan akseoris apa saja yang harus di tempelkan di baju pesanan Nyonya Maureen itu kepada para pekerjanya, ia dan para pekerjanya tersebut segera bekerja untuk menyelesaikannya sebelum Nyonya Maureen datang dan berkat kerjasama yang kompak dari tim, akhirnya baju tersebut selesai setengah jam sebelum jadwal kedatangan Nonya Maureen sehingga masih ada waktu bagi Kyra untuk memeriksa baju itu apakah sudah sesuai dengan pesanan.


"Sudah sesuai dengan deskripsi yang ditulis oleh Riana. Semoga Nyonya Maureen juga menyukainya karena bukan Ariana yang mengerjakan ini," gumam Kyra sambil menggatung baju tersebut di lemari khusus. Dia berharap pelanggannya tersebut puas dengan hasil akhir rancangan itu.


Ketika Nyonya Maureen datang dan mengaku puas dengan hasilnya, Kyra baru bisa tersenyum lega.


"Baju ini benar-benar sesuai dengan ekspektasi aaya. Saya benar-benar puas dengan hasilnya," puji Nyonya Maureen setelah mencoba baju tersebut.


"Alhamdulillah kalau Anda menyukai itu, saya tadinya agak deg-degan dan takut kalau Anda tidak menyukainya," ucap Kyra.


"Mana mungkin saya tidak menyukai itu, baju itu sudah sangat indah sekali. Lain kali saya pasti akan kembali kesini lagi untuk memasan baju rancangan lain. Karena ini benar-benar luar biasa." Nyonya Maureen kembali memuji.


"Terima kasih, Nyonya. Dan kami akan menunggu pesanan Anda berikutnya."

__ADS_1


Nyonya Maureen kemudian berpamitan untuk meninggalkan butik teesebut. Setelah ia memyelesaikan pembayarannya, dia pun langsung pergi dari sana.


Kyra segera memberitahu Riana tentang itu. Dia tidak mau membuat sahabatnya tersebut mencemaskan tentang baju itu disaat Riana harus berkonsentrasi dengan ibunya.


Kyra tersenyum ketika mendapat panggilan vodeo dari Riana. Dia pun segera menjawabnya.


"Assalammualaikum, Ri," sapa Kyra.


"Waalaikumssalam, Ra. Hah, aku senang sekali karena Nyonya Maureen menyukainya. Terima kasih ya karena kamu sudah menyelesaikannya dengan baik," jawab Ariana.


"Sama-sama, Ri. Aku juga seneng karena pelanggan butik kita itu puas," ujar Kyra. "Ohya, bagaimana kabar Tante Anita? Dia sudah sehat?"


"Syukurlah, aku senang mendengarnya. Oh iya, apa... apa Kak Dewa masih di situ?" Tak dapat dipungkiri, Kyra juga ingin mengetahui kabar tentang suaminya di sana.


"Masih, tapi dia masih tidur," jawab Riana. Dia mengarahkan kamera ponselnya ke Dewa. Terlihat disana, Dewa sedang tidur di sofa yang ada di ruang perwatan tersebut.

__ADS_1


"Jangan menatap calon suamiku seperti itu, Ra! Ntar kamu jatuh cinta lagi sama dia!" tegur Riana ketika melihat Kyra menatap Dewa tanpa berkedip.


"Apaan sih, Ri."


"Bercanda, Ra," balas Riana. Dia kemudian kembali tersenyum.


"Ish, dasar kau ini."


"Ohya, Ra. Ada sesuatu yang mau aku sampaikan ke kamu."


"Tentang?"


"Tentang hubunganku dengan Kak Dewa," jawab Riana.


"Memangnya kenapa dengan hubungan kalian?" tanya Kyra.

__ADS_1


Terlihat disana, wajah Ariana yang terlihat merona.


"Ri," panggil Kyra. "Katakan ada apa dengan hubungan kalian!" Kyra benar-benar penasaran dengan jawaban yang akan disampaikan oleh Riana.


__ADS_2