Desain Cinta Kyra

Desain Cinta Kyra
Arina tahu status Kyra


__ADS_3

Semalaman Kyra tidak bisa tidur, bayang-bayang Ariana mencium bibir Dewa terus berputar di celebrumnya. Kyra ingin sekali marah, tetapi dia sadar kalau dirinyalah orang ketiga diantara mereka. Tidak salah mereka melakukan itu karena sampai detik ini mereka tetaplah sepasang kekasih. Dan bukan salah Dewa juga jika ia tidak bisa menghindarinya, karena atas permintaan Kyra lah status mereka masih dirahasiakan oleh Dewa sampai sekarang.


Kyra mengambil telepon genggam yang ia taruh di atas nakas ketika mendengar ada dering panggilan masuk dan ternyata itu dari Ariana.


"Iya, Ri."


"Ky, aku tahu kamu pulang kampung karena nikah kan?"


Kyra terperanjat mendengar pertanyaan yang Ariana tanyakan secara tiba-tiba. Bagaimana sahabatnya itu tahu, jika ia sudah menikah? Mungkin kah Dewa sudah jujur dengan sahabatnya tersebut.


Tidak! Dewa pasti tidak akan segegabah itu. Jika dia memang ingin mengatakan tentang pernikahan mereka kepada Riana, pasti sudah sedari awal lelaki yang masih menjadi pacar Ariana itu akan langsung mengatakannya tanpa meminta pendapat darinya.


"A-apa maksud kamu sih, Ri? Siapa yang nikah? Jangan ngaco deh!" Terpaksa Ariana berpura-pura tidak memahami perkataan sahabatnya tersebut.


"Siapa yang ngaco, buktinya kamu nggak tinggal di rumah lamamu. Itu karena kamu tinggal sama suamimu, kan? Mamamu juga sudah membenarkan hal tersebut," jawab Ariana.


Deg. Jantung Kyra berdetak dengan kencang. Dia takut kalau mamanya sudah memberitahu Ariana siapa sosok laki-laki yang kini sah menjadi suaminya tersebut.

__ADS_1


"Sayangnya mamamu nggak ngasih tahu siapa nama suamimu. Beliau bilang kamu belum mengizinkannya," lanjut Ariana. Kyra bernapas lega.


"Kenapa kamu harus ngerahasiain dia sih, Ky? Apa jangan-jangan aku kenal dengan laki-laki itu?" tebak Ariana di ujung sana dan lagi-lagi hal tersebut membuat jantung Kyra kembali berdetak tak beraturan.


"Ng-nggak kok, Ri. Kamu nggak kenal orangnya," jawab Kyra. "Aku ngerahasiain dia karena dia lagi kerja di luar negeri. Dia baru pulang sekitar 3 atau 4 bulan lagi pas mau resepsi," terangnya.


"Jadi, kamu dan dia menikah karena dijodohkan?"


"Begitulah," jawab Kyra.


Kyra hanya tersenyum hambar.


"Aku tahu, pasti kamu nggak cinta sama suamimu itu kan, makanya kamu masih merahasiakan status kalian?" tebak Ariana lagi.


"Kamu salah, Ri! Justru sudah lama aku mencintainya," lirih Kyra.


"Eh, barusan kamu ngomong apa? Aku kayak dengar kalau kamu ngomong kamu mencintai suamimu itu."

__ADS_1


"Tidak, kok, Ri! Kamu salah dengar! Aku bilang kalau tebakanmu benar dan saat ini aku dan suamiku itu masih tahap berusaha saling jatuh cinta." Lagi-lagi Kyra terpaksa berbohong.


"Semoga kalian bisa saling jatuh cinta ya, biar pernikahan kalian awet nantinya," ucap Riana.


"Terima kasih, Ri. E... aku tutup ya, Ri. Suamiku menelpon soalnya." Bohong Kyra lagi. Dia tidak mau keceplosan dan akhirnya memberitahu Ariana tentang sosok suaminya.


****


Begitulah Ariana menceritakan hal yang ia lakukan beberapa saat yang lalu sebelum menelpon kekasihnya Dewa.


"Kak Dewa, pura-pura nggak tahu soal ini ya. Aku takut Kyra nganggap aku ember!" pinta Ariana.


"E... Iya, Ri. Aku akan merahasiakan pembicaraan kita ini dari Kyra," jawab Dewa. Dia yang awalnya ingin memberitahu Ariana tentang pernikahannya dengan Kyra pun mengurungkan niat tersebut.


"Ohya barusan Kak Dewa mau ngomong apa? Kalau tidak salah Kak Dewa seperti mau mengakui sesuatu? Sesuatu tentang apa? Kak Dewa nggak sedang melakukan kesalahan, kan? Atau jangan-jangan ada hal yang Kak Dewa sembunyiin dari aku?" cecar Ariana.


Dewa kembali diam, irama jantungnya kembali naik.

__ADS_1


__ADS_2