
"Jadi nonton engga?" Tanya Widi
"Iya, tapi aku bilang mamah dulu ya, mau ngasih kabar kalau nanti pulangnya sore" Jawab Nara
"Siap Tuan Putri" Ucap Widi sambil membungkuk di depan Nara
Widi pun mengambil mobil dan membukakan pintu untuk Nara layaknya seorang putri, di dalam mobil Widi berusaha memasang seatbealt ke Nara, dan lagi-lagi wajah mereka pun saling berdekatan bahkan bibir Widi pun berada sangat dekat dengan bibir Nara terdengar suara Nafas Nara yang begitu cepat, Nara pun tiba-tiba memejamkan matanya dan semakin nerveous, namun tiba-tiba Widi mengagetkannya dan menarik hidung Nara
"woy..ngapain tutup mata, aku cuma mau masang seatbealt" Ucap Widi sambil nyengir dan memasangkan seatbelt
Narapun jadi salah tingkah tanpa mengeluarkan satu patah katapun,
"Nara, kamu malu-maluin ajah lagian tidak mungkin Widi mau nyium kamu, bodoh.bodoh.bodoh" Ucap Nara dalam hati
betapa malunya dia selama perjalananpun Nara hanya terdiam,
Tak lama kemudian mereka pun akhirnya sampai ke bioskop dan saat baru saja turun dari mobil mereka bertemu sama Fira dan Dian yang menggandeng kekasihnya masing-masing
"Woy ketahuan yah kalian, jadian engga bilang-bilang sama kita" Ucap Dian
"Akhirnya Tuan Putri menemukan Pangerannya juga guys" Sahut Fira
__ADS_1
"Apaan sih kalian, kita engga ada hubungan apa-apa, hanya teman, ini tadi habis belajar bareng sekalian saja nonton katanya ada film bagus, iya kan Wid?" Jelas Nara
namun Widi tak menjawab apapun malah mengajaknya segera masuk karena hujan akan segera tiba
"oh My God, dasar cowo jutek bukannya jawab ikut menjelaskan apa bagaimana malah diam saja" Ucap Nara dalam hati yang merasa kesal
"Tenang saja Ra, kita engga akan marah ko kalau memang kamu jadian sama dia, sebagai sahabat kita ikut senang, maaf kalau dulu kita berdua ikut mengejar-ngejar dia ya"
bisik Fira ke telinga Nara
"apaan sih jangan bikin gosip deh, aku sama dia engga ada hubungan apa-apa beneran, kita tadi cuma belajar bareng sama Rita, Seno juga tapi mereka pulang duluan" tegas Nara
"Ya sudah ayo kita masuk, sudah mau mulai tuh kayaknya" ajak Nara
sementara itu Widi sudah di dalam dan sudah membelikan tiket untuk Nara beserta popcorn dan minuman
"Kita traktir juga dong Wid" Ledek Fira
Widipun hanya tersenyum tanpa menjawab satu katapun dan kemudian mengajak Nara segera masuk, saat baru sampai pintu masuk Nara dari kejauhan melihat Niko dan Intan sudah duduk di barisan depan, tampak terlihat Intan sedang bersender di bahu Niko dan tangan mereka saling berpegangan, Nara pun mencoba untuk bersikap biasa saja namun dia memilih untuk tidak menyapa mereka berdua dan duduk tidak berdekatan sama mereka, Nara memilih duduk di tengah-tengah serombongan sama Fira dan Dian, lampu bioskop sudah di matikan ruangan hampir full oleh penonton dan film ber-genre horor namun romantis akan segera di mulai, di tengah-tengah tayangan sesekali Nara melihat ke arah Niko dan Intan betapa terkejutnya dia saat melihat Intan yang tiba-tiba mencium bibir Niko, Narapun tercengang sambil bicara dalam hati "Astaga, bisa-bisanya mereka ciuman di tempat umum, di mana urat malunya"
"Woyyyyy....Filmnya di depan sedang melihat apa sih serius amat?" Tanya Widi sambil mendorong pipi Nara agar fokus melihat film yang ada di layar bioskop, namun Widi pun penasaran apa yang sedang di lihat Nara kemudian ikut melihat ke arah tersebut, setelah Nara kembali menghadap ke layar bioskop kemudian Widi bilang
__ADS_1
"Ohhh itu, sudah biasa kali engga usah heran begitu mukanya" Ucap Widi karena dia tidak tahu kalau cowo itu adalah Niko, cowo yang selama ini ada di hati Nara
"Hah..biasa?berarti kamu juga sering yah?" tanya Nara dengan suara keras
"Ssssttttt....biasa saja kali ngomongnya" Ucap Widi sambil menutup bibir Nara menggunakan telapak tangannya
Fira dan Dia pun kemudian ikut heboh bilang cie.cie.cie Nara sama Widi😁😁
kemudian Widi menurunkan tangannya dari bibir Nara
"Ya lagian kamu, adegan seperti itu di bilang biasa, berarti kan kamu juga sering ke sini dan seperti iju juga?" Ucap Nara pelan
"Masih Orisinil" Jawab Widi singkat sambil makan popcorn
Saat adegan horor mulai karena kaget dan takut Nara pun sesekali memegang Tangan Widi dan menempelkan wajahnya ke dada Widi
"Maaf reflek" Ucap Nara
"Sengaja juga engga apa-apa😁" Jawab Widi
Bersambung...
__ADS_1