
Makan-makan pun telah usai, karena sudah malam satu persatu temannya pun pamit pulang, Widi satu-satunya yang tertinggal saat itu.
"Ra" Ucap Widi sambil memberikan selembar kertas yang dia temukan di kamarnya
"Maaf, aku tidak sengaja lihat ini, tadi pas aku ke kamar mandi, aku lihat ini di lantai kamar kamu, maaf kalau aku lancang main masuk saja tanpa meminta izin kepadamu, hari ini kamu terlihat beda, jadi ini jawabanya" Ucap Widi sambil memegang kertas dari Niko yang dia temukan di lantai kamar Nara
Narapun kemudian merebut kertas tersebut dari tangan Widi
"Kamu tidak seharusnya masuk ke kamarku tanpa permisi, tidak sopan!!" Ucap Nara kesal namun sebenarnya karena dia tidak mau kalau Widi tahu hal tersebut dia tidak mau menyakiti Widi
tiba-tiba Widi pun memeluk erat tubuh Nara
"Kamu engga usah bingung, bukankah aku sudah pernah bilang, aku ini sahabatmu, kamu bisa cerita apapun ke aku, bukankah aku juga sudah pernah bilang, Bahagiamu adalah bahagiaku, ikuti kata hatimu, aku terima apapun itu, kalau kekasih bisa putus nyambung tapi kalau sahabat dia akan selalu ada sampai kapanpun" Ucap Widi sambil terus erat memeluk tubuh Nara dan Nara pun kemudian menangis
"Maafkan aku Wid" hanya kata itu yang terdengar dari bibir Nara
"Hari ini adalah hari bahagiamu, Selamat Ulang Tahun Ya, Semoga panjang umur, sehat selalu, tambah cantik, tambah segala-galanya" Ucap Widi sambil memandang wajah Nara namun kini pandangannya semakin dalam dan tiba-tiba Widi mencium bibir Nara dengan lembut sementara tangannya berada di kedua pipi Nara, Nara pun tanpa sadar menikmati ciuman tersebut dan mereka pun berciuman mesra cukup lama, ini adalah Ciuman Pertama Nara, begitupun dengan Widi ini adalah kali pertama dia berani mencium bibir seorang wanita selama dulu dia pacaran dia tak pernah mencium bibir kekasihnya jangankan mencium bibir, menyentuh tangannya saja dia belum pernah.
__ADS_1
Nara pun kemudian tersadar kalau dia sedang berciuman dengan Widi, seketika itu pula dia langsung mendorong Widi kemudian menyuruhnya pulang dan dia menutup pintu. dan berlari ke kamar.
"Nara.Nara.Nara apa yang kamu lakukan tadi Nar, bodoh banget sih kamu, malu kan besok kalau ketemu Widi di sekolah" Ucap Nara sambil memukul-mukul mulutnya sendiri.
Sementara Widi dia kemudian terus pulang ke rumahnya sambil mengingat tulisan yang ada di kertas tadi, dia pasrah apapun keputusan yang akan Nara ambil.
Sebelum tidur Nara pun membuka beberapa kado dari teman-temannya termasuk dari Widi sebuah bingkisan kecil dan ternyata isinya adalah kotak musik .
"saat kamu merasa kesepian kamu bisa buka ini" Widi menulisnya di selembar kertas berukuran kecil
di bukalah kotak musik tersebut, Nara pun sangat menikmati alunan musiknya dan lama-lama tertidur.
"Ra, hari ini aku oprasi, doakan aku ya?" isi Chat Niko pada Nara
"Iya Nik pasti aku doain, semoga lancar tidak ada halangan apapun, insyaAllah nanti pulang sekolah aku kesana, kamu semangat yaaa" Balas Nara
"🤗😍" Niko hanya membalas dengan Emot
__ADS_1
Jam sekolah telah usah saat hendak pulang di parkiran dia bertemu Widi, Widi pun hanya tersenyum dan pamit pulang duluan, kemudian Narapun bergegas menuju rumah sakit untuk melihat kondisi Niko, sesampainya di sana dia langsung menuju ke ruangan Niko, saat itu Niko pun sedang tertidur dan sendirian sepertinya ibunya sedang pulang dan ayahnya masih kerja, namun tiba-tiba Niko terbangun saat Nara meletakan parsel buah yang di bawanya.
"sudah dari tadi yah Ra?" Tanya Niko
"Baru ko Nik, kamu bagaimana sudah mendingan kan?" Tanya Nara
"Masih sakit sih, tapi melihat kamu seketika semua rasa sakit ku pun hilang" sahut Niko
"gombal, makan buah ya, aku kupasin dulu"
Nara pun dengan tlatennya menyuapi Niko buah, karena sudah sore Nara pun pamit pulang, namun saat pamit tiba-tiba Niko memegang tangan Nara
"Aku tunggu jawabanya" Ucap Niko
"Beri aku waktu Nik" Ucap Nara sambil melepas tangan Niko
di luar langit terlihat mendung, Narapun buru-buru menyalakan motornya dan ngebut karena takut keburu hujan dan benar saja di tengah jalan dia terjebak hujan dan akhirnya mampir berteduh di depan kios yang sudah tutup karena dia tidak memakai jaket juga lupa nggak bawa mantel, sepertinya hujan akan turun cukup lama, saat dia sedang duduk sendiri menunggu hujan reda tiba-tiba ada sebuah motor yang parkir di sebelah motornya.
__ADS_1
Bersambung...