
Nara yang melihat tempat duduk Nadia masih kosong tampak khawatir, soalnya tadi dia lupa nggak pamit ke Nadia kalau dia berangkat ke kampus bersama Niko.
"Nadia, maaf ya aku tadi berangkat duluan sama Niko dan maaf kalau tadi aku nggak bilang sama kamu, kamu berangkat kuliah kan?" isi chat Nara pada Nadia tapi Nadia belum membuka chatnya, dia pun mengkhawatirkan Nadia, takutnya dia masih sedih karena memikirkan Widi dan tidak berangkat ke kampus, akhirnya dia pun keluar kelas untuk mencari siapa tahu Nadia sudah ada di depan karena chatnya belum juga di buka dan benar saja saat baru keluar kelas dia malah melihat pemandangan kalau Nadia dan Widi sedang bermesraan.
"Ehmmmmm"
Widi pun kemudian melepaskan cengkraman Nadia dan berlalu meninggalkan Nadia menuju ruang kelasnya, Nara pun hanya tersenyum saat melihat Widi berjalan di sampingnya dan terlihat salah tingkah karena kepergok sedang berduaan sama Nadia,
"Nggak seperti yang kamu bayangkan" Widi pun berbisik ke telinga Nara yang sedang senyum-senyum kemudian langsung berlalu ke kelas
"Cie...cie pagi-pagi sudah mesra-mesraan di tangga, aku kira kamu nggak berangkat kuliah karena masih meratapi kesedihan di kamar, nggak taunya malah lagi asyik berduaan, maaf ya kalau ganggu" Nara terkekeh
"sialan, memangnya aku cewe apaan, nggak kuliah cuma gara-gara cowo, tapi aku bahagia banget hari ini Nar, aku semakin yakin dengan perasaanku dan aku janji aku nggak akan menyerah untuk mendapatkannya"
"sip lah kalau begitu, itu baru Nadia yang aku kenal, aku bantu doa saja ya, ya sudah ayo masuk kelas".
Malam Harinya
Sekitar pukul 07.00 Widi pun datang ke kos Nadia menggunakan motor, saat Widi sampai di sana Nadia pun masih berjibaku di dapur sedang membuat nasi goreng untuk Widi, Widi pun menyalakan klakson motornya membuat Nara dan Nadia sama-sama membuka pintu kamarnya, karena kamar mereka memang bersebelahan
"Widi...Kamu sudah datang?tunggu di sini dulu ya, aku selesain masak dulu, sebentar lagi selesai, nggak papa kan?" Ucap Nadia dengan perasaan bahagia karena ini untuk pertama kalinya Widi datang ke kosnya untuk menemui dirinya, melihat Nadia dan Widi yang ada di depan, Nara pun menutup pintunya kembali dengan pelan supaya mereka tidak menyadari keberadaannya, dia ingin memberikan waktu berduaan untuk para sahabatnya tersebut, Nara pun kembali menonton TV dan chating kekasihnya, selesai ia mengirimkan pesan kepada Niko tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya, Nara langsung beranjak untuk membuka pintu dan ternyata yang datang adalah Dimas, karena kosnya dekat dengan kos Nara, Dimas pun berjalan kaki
"Kak Dimas"
"Hai Nara, sudah makan malam belum?aku bawa ayam goreng buat kamu, di makan ya?" Ucap Dimas sambil mengulurkan satu kantong kresek penuh yang berisi makanan dan beberapa snack ringan
"MashaAllah apa ini Kak?banyak sekali, silahkan duduk Kak" Ucap Nara sambil menutup pintu kamarnya sambil mempersilahkan Dimas untuk duduk kemudian meletakan oleh-oleh yang di bawa Dimas di meja, kini mereka pun duduk di kursi yang ada di depan kamar, Widi yang sedang duduk menunggu Nadia pun melirik ke arah Nara dan pikirannya langsung penuh dengan beberapa pertanyaan
__ADS_1
"Kak Dimas?Ngapain dia ada di sini?apa jangan-jangan Nara mengkhianati Niko, ah nggak mungkin, aku yakin dia cewe baik-baik tapi ngapain dia di sini, bawa makanan banyak banget pula" Ucap Widi dalam hati sambil menatap Nara dengan penuh curiga, merasa Widi sedang memperhatikan dirinya, Nara pun langsung mengirimkan chat kepada Widi
"Nggak seperti yang kamu bayangkan, kamu nggak usah berpikiran macam-macam, aku sama Kak Dimas nggak ada hubungan apa-apa, biasa saja lihatnya" Isi chat Nara pada Widi, entah mengapa Nara merasa ingin menjelaskan ke Widi kalau antara Dia dan Dimas memang tidak mempunyai hubungan lebih dari sekedar teman, Nara tidak ingin Widi salah paham
klonteng..HP Widi berbunyi dia pun langsung membuka pesan dari Nara.
"Kak Dimas ke sini jalan kaki apa Kak?Nara pun kemudian ngobrol dengan Dimas
drtttttt...Hp Nara bergetar
"siapa yang mikir macam-macam?biasa saja kali, nggak baik woy sudah punya pacar berduaan sama lelaki lain" Widi
"aku engga berduaan, kan ada kamu😁" Nara
"bisa aja ngelesnya, ya sudah itu yang di hadapan kamu jangan di anggurin, di ajak ngobrol apa bagaimana, kalau engga suruh pulang aja, daripada ngerusak pemandangan😂" Widi
"Taraaaaa, nasi gorengnya sudah siap" Ucap Nadia kemudian duduk di sebelah Widi, dia pun baru sadar kalau di depan juga ada Nara dan Dimas
"Iya baiklah, selamat berduaan sama Nadia ya, cie.cie.cie enak tuh kayaknya nasi goreng" Isi chat Nara pada Widi
"Nara, Kak Dimas...kalian sudah lama di sini?kita makan bareng aja yuk, kebetulan di dalam masih ada nasi gorengnya, sekalian aku ambilkan ya"
"Nggak usah Nad, aku sudah makan kok buat kalian saja ya" Ucap Nara
"Iya aku juga tadi sudah makan" sahut Dimas
"beneran nih pada nggak mau?" Nadia mencoba meyakinkan
__ADS_1
"iya beneran Nad, sudah kalian pada makan dulu nanti keburu dingin nggak enak" ucap Nara
sementara itu Widi pun masih memegang HPnya
"Siapa yang berduaan, kan kita berempat😜" Widi pun ngechat Nara kembali kemudian melahap Nasi goreng buatan Nadia namun baru satu suapan dia merasakan perbedaan rasa nasi goreng tersebut dengan nasi goreng yang dulu pertama kali Nadia bawa ke kampus untuk dirinya, melihat Widi sedang melahap nasi goreng Nara pun meletakan HPnya dan tidak lagi membalas Chat Widi kemudian dia pun ngobrol bersama Dimas.
"Enak nggak Wid nasi gorengnya?" Tanya Nadia saat nasi goreng di piringnya Widi tinggal beberapa sendok lagi
"E.enak kok enak banget buktinya aku sudah mau habis" jawab Widi sambil mengunyah nasi goreng yang tinggal beberapa sendok lagi
"sama yang pertama kemarin enak mana?" Nadia bertanya lagi
"kenapa tanya seperti itu, kan semuanya kamu yang buat jadi ya sama saja"
"a.aku minta maaf ya Wid sudah bohong sama kamu sebenarnya yang dulu bukan buatan aku tapi itu nasi goreng buatan Nara, aku dulu hanya membantunya, maaf ya Wid?🙏"
"sudah ku duga sejak awal, soalnya yang ini beda banget berasa banget bawang putihnya dan aku sebenarnya kurang suka dengan bawang putih, tapi aku menghargai kamu Nad" Ucap Widi dalam hati
"sudah soal itu nggak usah di pikirin dan kamu juga nggak perlu minta maaf, lagian ini juga enak banget, lebih enak malah, aku suka kok" Widi pun telah menghabiskan nasi goreng tersebut, Nadia pun merasa bahagia mendengarnya kemudian dia masuk membawa piring yang habis di pakai untuk di cuci.
Widi kembali menatap wajah Nara yang sedang ngobrol dengan Dimas
"sampai saat ini, nasi goreng buatanmu masih menjadi nasi goreng yang terenak yang pernah aku makan Ra, maafkan aku Nad membohongimu" Ucap Widi dalam hati sambil terus memandang wajah Nara.
"Widi...saat kamu bilang nasi goreng buatan Nadia lebih enak, mengapa hatiku rasanya nggak rela" Nara pun bergumam dalam hati sambil menatap Widi yang sedang asyik memegang HP kemudian Nadia pun keluar dari kamarnya dan kembali duduk di sebelah Widi.
Bersambung...
__ADS_1