Di Antara 2 Hati

Di Antara 2 Hati
Nasi Goreng


__ADS_3

Saat Nara, Widi dan teman-teman sedang berjalan menuju tempat parkir tiba-tiba ada yang memanggil Nara


"Nar..." Panggil cowo tersebut sambil menepuk pundak Nara dan membuat Nara menoleh


"Hai Di, apa kabar" Sapa Nara kepada Adi, Adi yang dulu memberi tahu Intan, kalau Nara pulang bareng Niko, Adi juga dulu teman sekelas Nara saat SMP itulah mengapa mereka terlihat sudah saling mengenal satu sama lain


"Nar, boleh minta waktunya sebentar, ada yang mau aku omongin" Ucap Adi


saat itu pun ada Widi di sebelah Nara, namun tiba-tiba Widi pamit untuk ke Bus duluan


"Aku ke Bus duluan ya" Pamit Widi pada Nara


"Iya Wid" Jawab Nara


Saat itu pun Adi langsung mulai pembicaraan ternyata dia ingin meminta maaf pada Nara dan memberi tahunya kalau dulu dia yang melaporkan ke Intan saat Niko boncengan sama Nara, dia pun merasa bersalah karena gara-gara itu hubungan persahabatan Nara dan Niko jadi berakhir dan membuat Intan jadi salah paham,.


"Maaf untuk semuanya ya Nar" Ucap Adi


"Iya di sudah engga apa-apa, yang penting kan hubungan Intan sama Niko sekarang baik-baik saja, terus Niko sudah tahu belum kalau dulu Intan tahu dari kamu" Jawab Nara


"Belum sih Nar" Jawab Adi


"Ya sudah kamu tidak perlu kasih tahu ke Niko cukup aku saja yang tahu, takutnya malah nanti jadi masalah lagi, lagian semua itu juga kan sudah berlalu" Ucap Nara


"Iya Nar, oh iya aku minta nomer HP kamu ya, dan sekali lagi aku benar-benar minta maaf untuk semuanya" Ucap Adi


"Iya Di sudah aku maafkan, ya sudah aku pulang dulu ya, sudah di tungguin tuh sama teman-teman" Ucap Nara sambil memberikan selembar kertas berisi nomer HP Nara dan melangkah pergi

__ADS_1


Sesampainya di bus terlihat Widi sedang asik main HP namun saat melihat Nara masuk dia terus menyuruh Nara untuk duduk di sebelahnya


"Cie, habis ketemu pacarnya" Ledek Widi


"Astaga so tahu banget, pacar dari hongkong, dia temanku dulu saat SMP" jawab Nara


"Teman yang habis menyatakan cinta" tanya Widi karena dia tahu selama ini banyak cowo yang sering menyatakan cinta sama Nara


Nara pun akhirnya menjawab dan menjelaskan semuanya sama Widi dari awal sampai akhir, entah mengapa rasanya dia ingin terbuka sama Widi, namun untuk saat ini ada hal yang tidak bisa ia ceritakan pada Widi yaitu tentang perasaannya sama Niko.


"Oh jadi seperti itu ceritanya" Jawab Widi


tiba-tiba HP Nara bergetar dan ternyata banyak pesan yang masuk dari teman-teman termasuk Fira dan Dian memberikan selamat atas kemenangannya dalam Lomba, bus mereka pun sudah sampai di sekolah namun suasana sekolah nampak sepi karena sudah sore saat itu jadi sudah tidak ada pembelajaran di sekolah, Nara pun di antar pulang oleh Widi, sebelum naik motor Widi pun bertanya pada Nara


"Mau langsung di antar pulang, apa mau mampir ke mana dulu Ra?" Tanya Widi


"Ya sudah ayo naik" Ucap Widi


Saat sampai di rumah Nara rumahnya tampak terlihat sangat sepi ternyata orang tua dan adiknya sedang pergi ke rumah neneknya karena neneknya tiba-tiba sakit panas, kebetulan rumah neneknya lumayan jauh dari rumah Nara bisa menempuh perjalanan hampir 4jam, ibunya pun memberitahu Nara kalau mereka akan menginap dan pulang esok hari, karena Nara tidak berani tidur sendirian akhirnya Nara pun memberitahu Fira dan Dian untuk tidur di rumahnya malam ini, namun Fira dan Dian akan datang selepas maghrib, waktu itu sudah pukul 17.00 WIB


"Masuk dulu Wid, aku buatin minum dulu" Ucap Nara


Widi pun kemudian masuk rumah dan menunggu di ruang tamu sedang Nara masuk ke kamarnya untuk ganti baju


"Mau minum apa Wid?" Tanya Nara


"Apa saja lah, seadanya" jawab Widi

__ADS_1


tiba-tiba terdengar suara bunyi perut keroncongan yang ternyata suara itu berasal dari perut Widi


"Kamu lapar?sebentar ya aku lihat ke meja makan ada makanan apa" Ucap Nara sambil pergi ke arah meja makan namun ternyata di sana tidak ada lauk apa-apa hanya ada Nasi


"Wid, mau Nasi goreng apa makan mie?" Tanya Nara


"So.so-an nawarin Nasi goreng, emang kamu bisa masak?" Tanya Widi dengan nada meledek


"Engga sih, buat kamu ini yang penting mateng😜"Ucap Nara sambil ketawa


"Jahat kamu yah, Nasi goreng kayaknya lebih mantap, yuk aku bantuin masak" Ucap Widi sambil mengejar Nara ke dapur untuk bantuin Nara masak, namun bukannya bantuin yang ada dia malah hanya duduk manis di meja makan sambil memandangi Nara yang dari tadi sibuk kesana kemari menyiapkan bahan-bahan Nasi goreng.


"Katanya mau bantuin, malah sampai mau matang cuma duduk manis" Ucap Nara


Widi terus berdiri dan mendekat sama Nara dan berada tepat di belakang tubuh Nara dan kepalanya berada di pundak sebelah kiri Nara, sementara itu tangan kanan Widi memegang erat tangan Nara yang sedang mengaduk Nasi goreng dan tangan kiri Widi berada di pinggang Nara, Nara pun hanyut dalam suasana hingga meletakan soled yang sedang dia pegang dan berbalik menghadap Widi, kini wajah mereka pun semakin berhadapan, kedua tangan Widi kini berada melingkar di perut Nara dan tangan Nara pun melingkar di perut Widi, Wajah mereka pun semakin dekat dan bibir mereka semakin dekat.semakin dekat dan tidak ada sekat bahkan sudah saling menempel satu sama lain, namun tiba-tiba Nara memalingkan wajahnya dari Widi dan mendorong tubuh Widi


"Dasar otak mesum, nanti masakannya gosong, tolong kamu ambilin piring di sana ya" Ucap Nara dengan nada grogi sambil mengaduk-aduk Nasi goreng, padahal tadi dia juga sudah hampir menikmati momen tersebut, nasi goreng pun telah matang dan siap untuk di nikmati, setelah selesai makan, kemudian mereka melaksanakan shalat maghrib bersama, dan selepas maghrib sebelum Fira dan Dian datang Widi pun di suruh pulang karena Nara tidak mau temannya berpikiran macam-macam tentang mereka dan menyebarkan gosip di sekolah kalau mereka tahu jam segini masih ada Widi di rumahnya.


"Aku pulang dulu ya, terimakasih nasi gorengnya enak banget meski ada rasa gosongnya dikit haha, kapan-kapan buat lagi yang lebih enak ya" Ucap Widi dengan suara meledek saat hendak berpamitan pulang


"tidak mau, sudah sana pulang, hati-hati ya, pelan-pelan saja bawa motornya" Jawab Nara


"Siap tuan putri, sampai jumpa besok di sekolah ya" Ucap Widi sambil nyetarter motornya.


Widipun kemudian pergi meninggalkan rumah Nara, sementara itu Nara membereskan dapur dan mencuci piring bekas mereka makan tadi sambil memegang bibirnya dan mengingat-ingat kejadian yang tadi sambil senyum-senyum sendiri dan bilang dalam hati "kamu tidak boleh seperti ini Nar, perasaan apa ini, mengapa akhir-akhir ini kalau ada di dekat Widi rasanya jantung ini mau copot dan ada rasa nyaman saat ada di sampingnya, oh tidak" ahhhhh entahlahh, Nara pun mengakhiri lamunannya dan kembali mencuci piring, setelah selesai membereskan dapur tidak lama kemudian terdengar suara motor terparkir di depan rumah Nara.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2