Di Antara 2 Hati

Di Antara 2 Hati
Makam


__ADS_3

"Wid, habis ini kita mau kemana?" Tanya Nadia


"terserah kamu, kamu penginnya kemana?"


"mmmm bagaimana kalau kita ke malioboro, aku pengin lihat angklung"


"oke baiklah, selesai makan kita ke sana"


"Wid?"


"Iya ada apa?


"aku boleh tanya sesuatu"


"apa?


"kriteria cewe idaman kamu seperti apa?" Tanya Nadia hingga membuat Widi kaget dan melotot


"nggak ada kriteria" jawab Widi singkat


"bohong, terus kenapa sampai sekarang masih jomblo?"


"bukan urusan kamu, ayo katanya mau ke malioboro" Ucap Widi sambil beranjak dari tempat duduknya kemudian pergi ke kasir dan keluar menuju parkiran.


"Widi, tunggu aku belum selesai ngomong" Teriak Nadia kemudian menyusul Widi dan pergi ke malioboro.


Tina dan David pun merayakan hari jadi mereka bersama teman-teman hingga larut malam.


Keesokan paginya


"Non, bangun sarapan dulu" Ucap Bi Inah sambil membangunkan Tina


"sebentar bi, Tina masih ngantuk" Ucap Tina sambil menenggelamkan wajahnya dalam bantal dan kembali menarik selimutnya


"katanya mau ke makam non, jadi engga?"


"memangnya ini jam berapa bi?"


"Jam 9 non?"


"apa bi, jam 9?" Tina pun langsung beranjak dari kasurnya kemudian langsung ke kamar mandi dengan buru-buru


"pelan-pelan non" Ucap Bi inah saat melihat Tina yang sedang terburu-buru


"mati aku, Niko kan ngajak aku ketemuan setengah 9 di Mall"

__ADS_1


Saat sedang mandi HP Tina pun terus berdering panggilan dari Niko


"bebh, kamu di mana?aku sama mamah sudah di mall?" Chat Niko


"bebh, angkat donk"


"Nak, mamah harus pulang sekarang, tadi papah kamu telfon katanya tante Risma meninggal, kemarin pas mama ke sini tante Risma memang sudah kritis dan di ruang ICU, maaf mamah lupa ngasih tahu kamu yah Nak?" Ucap mamahnya Niko sehabis menerima telfon dari suaminya.


"Inalillahi wa inailaihi rajiun, ya sudah iya mah tapi maaf Niko nggak bisa ikut pulang ya mah soalnya besok jadwal kuliah Niko full"


"Iya Nak engga apa-apa, ya sudah kita kembali ke kos dulu habis itu antar mamah ke terminal, jalan-jalannya lain kali lagi kalau mamah sama papah ke sini ya Nak"


"bebh, maaf aku bangun kesiangan?ini aku baru mau otw ke mall, kamu tunggu aku ya" isi chat Tina yang baru saja membuka HPnya


"lain kali saja ketemu mamah, sekarang mamah harus pulang ke rumah soalnya tanteku meninggal"


Tina yang masih ada di dalam rumah pun setelah membaca pesan dari Niko kemudian langsung marah dan menangis,


sementara itu Niko sama mamahnya yang sudah berada di Mall pun kemudian kembali ke kos dan tak butuh waktu lama kemudian ke terminal, setelah Bus yang mamahnya tumpangi pergi Niko pun langsung menelpon Tina.


"kamu jahat bebh, kamu sengaja kan nyuruh mamah pulang, biar aku nggak bisa kenalan?"


"Astaga bebh, buat apa aku bohong apalagi soal kematian, lagian kamu dari tadi kemana?aku chat nggak di balas, telfon nggak di angkat, semalam kamu kemana sama David, pulang jam berapa?apa kalian tidur bersama sampai lupa waktu kalau hari ini kita mau ketemuan?"


"Niko jaga bicaramu!!!aku bukan perempuan murahan yang gampang tidur dengan laki-laki manapun"


"sudahlah, aku mau ke makam mamah saja"


"makam mamah?aku temani ya"


"Nggak usah, paling juga bentar lagi pacar kamu minta di ajak jalan, terus aku sudah nungguin kamu tiba-tiba kamu bilang "Maaf bebh hari ini aku sama bla.bla.bla, muak tau engga bebh"


"sekarang juga aku akan ke rumah kamu, kamu tunggu aku"


Niko pun kemudian mematikan telfonnya dan langsung menuju rumah Tina.


"Bi, nanti aku ke makam sama teman aku saja bi, bibi kalau mau pulang sekarang engga apa-apa bi?


"beneran non tidak apa-apa kalau bibi pulang?kebetulan tadi anak bibi telfon katanya cucu bibi lagi sakit"


"sakit apa bi?di bawa ke dokter bi, soal biaya nggak usah bingung bi, nanti biar Tina yang tanggung semuanya"


"iya makasih ya Non, kalau begitu bibi siap-siap dulu ya non, non Tina jangan lupa sarapan ya tadi bibi sudah masak kesukaan non Tina"


"Iya bi nanti Tina sarapan"

__ADS_1


tak lama kemudian Bi inah pun pulang ke rumahnya menggunakan Grab yang di pesan oleh Tina, setelah mobil yang di tumpangi Bi Inah pergi tak lama kemudian Niko datang menggunakan motornya


"sampai sini juga kamu, aku kira kamu pergi sama pacar kamu yang tersayang itu" Ucap Tina sembari masuk ke dalam rumahnya


Niko pun kemudian memeluknya dari belakang,


"jangan seperti itu dong bebh, maaf ya kalau aku tadi bicara seperti itu, setiap aku mendengar kamu sedang bersama David, pikiranku langsung tak karuan, aku langsung memikirkan kamu bermesraan dengan laki-laki itu, aku gila bebh" Ucap Niko yang masih memeluk erat Tina dari belakang


"Itu juga yang aku rasakan saat kamu bersama kekasihmu bebh" Ucap Tina sambil membalikan badannya kini wajah mereka pun saling berdekatan dan hanya berjarak beberapa inci saja


Niko pun kemudian me*umat bi*ir se*y milik Tina, li*ah Niko asyik menyapu seluruh rongga m*lut Tina, tak cukup hanya di sana Niko pun langsung men*ium le*er Tina, puas di sana mereka pun kembalikan menyatukan bi*ir mereka ber*iuman sambil berjalan menuju sofa yang ada di ruang tamu saat mereka hendak melepaskan pakaian mereka masing-masing tiba-tiba Niko menghentikannya


"Bibi...?"


"sedang pulang" Jawab Tina


Mengetahui tidak ada siapa-siapa di rumah selain mereka berdua Niko pun kemudian langsung melanjutkan aksinya dan kurang lebih satu jam mereka melakukan penyatuan akhirnya mencapai puncak secara bersama-sama, Niko pun langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri, dia sudah paham letak seisi rumah Tina yang sangat besar dan super megah karena Niko memang sering datang ke sana, karena sejauh ini memang hanya David dan Niko laki-laki yang Tina ajak ke rumahnya, bahkan David pun belum pernah masuk ke sana dia hanya menunggunya di teras.


Selesai membersihkan diri masing-masing mereka pun menuju meja makan untuk sarapan


"bebh, kamu beneran mau temani aku ke makam?"


"iya bebh"


"ya sudah kita sarapan dulu ya, selesai sarapan kita langsung ke makam, nanti kita naik mobil saja ya, motor kamu biar di sini dulu, pulang dari makam aku sekalian ajarin kamu bawa mobil ya bebh"


"tapi bebh..."


"nggak usah tapi-tapi pokoknya aku mau kamu bisa bawa mobil bebh"


"ya sudah terserah kamu saja"


Selesai sarapan mereka kemudian pergi makam mamahnya Tina,


sesampainya di makam Tina pun langsung menangis dan memeluk batu Nisan mamahnya, Niko pun kemudian meraih merangkul tubuh Tina dan menyandarkan kepala Tina di bahunya sambil mengusap-usap kepalanya, setelah itu mereka menaburkan bunga di atas makam kemudian berdoa bersama di pimpin oleh Niko.


setelah selesai kemudian mereka pun lanjut pergi ke area lapangan sepak bola yang ada di pinggir kota untuk belajar menyetir mobil, setelah lancar di lapangan Tina pun memberikan kesempatan Niko untuk membawanya saat di jalan raya.


Saat di jalan, Nara yang waktu itu akan pergi ke supermarket di jalan seperti melihat Niko namun ia berpikiran mungkin saja salah lihat dan tidak mungkin itu Niko karena setahu Nara Niko tidak bisa menyetir dan selain itu juga tadi saat chat dia bilang sedang ada di kos dan akan istirahat,


untuk memastikan Nara pun kemudian langsung chat Niko


"Sayang, kamu lagi ngapain?"


Tak juga di jawab Nara pun kemudian melakukan panggilan Video.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2