
Nara pun merasa kaget dan hampir teriak saat seseorang memegang dan menarik tangannya, namun saat dia melihat siapa yang menariknya, Narapun tidak jadi untuk teriak
"Widi, kamu apa-apaan sih, jantungku mau copot tau engga?" Ucap Nara sambil memukul lengan tangan Widi
"minum dulu" Ucap Widi sambil memberikan sebotol air mineral dan multivitamin penambah daya tahan tubuh
"tapi Wid, aku..." Ucap Nara
"tapi apa, di minum dulu, buka mulutnya" Ucap Widi sambil meraih Vitamin dari tangan Nara kemudian membuka dan menempelkan vitamin tersebut ke bibir Nara yang masih tertutup, mau nggak mau Nara pun akhirnya meminum vitamin tersebut.
"kamu ngapain sih memaksakan diri banget buat berangkah kuliah, masih pucat seperti ini, kalau kamu kenapa-kenapa lagi bagaimana?" Ucap Widi
Nara pun hanya terdiam sambil meminum air mineral.
"Tadi aku lihat kamu ketemu sama Kak Dimas, apa kamu nggak akan berubah pikiran, apa sebaiknya kita laporkan saja perbuatan Kak Dimas supaya dia tidak kuliah di sini lagi jadi kamu nggak akan ketemu sama dia lagi?" Ucap Widi sambil memegang kedua lengan tangan Nara
"Engga Wid, aku masih tetap pada pendirianku, aku nggak akan melaporkan Kak Dimas, lagian nggak menjamin juga kan aku akan aman kalau kita melaporkan Kak Dimas, iya oke aku mungkin nggak akan bertemu dia lagi di kampus, tapi bagaimana kalau Dia balas dendam sama kita, bagaimana kalau Kamu di apa-apain juga sama Kak Dimas, terus bagaimana kalau Dia melakukan hal yang lebih sama aku di luar sana, siapa yang akan menjamin Wid?aku nggak mau kamu kenapa-kenapa, apalagi gara-gara aku" Ucap Nara
__ADS_1
"aku yang akan selalu jagain kamu"
"jagain aku kamu bilang?bagaimana caranya?kita nggak 24 jam selalu bersama-sama, kita punya urusan masing-masing Wid, sudahlah Wid kamu hargain keputusan aku ya, aku hanya butuh waktu untuk melupakan semuanya, sekali lagi aku minta maaf" Ucap Nara kemudian melangkah pergi untuk kembali ke kelas namun tiba-tiba dia berhenti dan menoleh kembali ke arah Widi
"oh iya, aku mau kamu bahagiakan Nadia Wid, aku akan bahagia kalau kamu bisa bersama Dia, Nadia anak yang baik, aku rasa Dia orang yang tepat yang bisa gantiin posisi mantan kamu di hati kamu, dan makasih buat semuanya juga ya, makasih atas perhatian kamu ke aku selama ini, makasih sudah jadi teman baikku, tolong pikirin kata-kataku ya" Ucap Nara kemudian dia pun berlalu meninggalkan Widi.
Setelah Nara pergi Widi pun kemudian mengusap muka menggunakan kedua tangannya dengan kasar kemudian kembali ke kelas.
"kamu ke kamar mandi kok lama banget sih Nar?aku pikir kamu pingsan" Ucap Nadia saat melihat temannya yang baru masuk
"Widi maafkan aku, sejujurnya semakin kamu perhatian sama aku, semakin aku susah untuk aku melupakan kamu, aku nggak mau perasaan ini semakin jauh, aku nggak mau ada yang tersakiti, aku hanya ingin kamu bahagia, akan selalu ku sebut namamu dalam setiap sujud panjangku" Ucap Nara dalam hati
"sayang, makasih ya sudah mau terima aku jadi boyfriend kamu, aku cinta banget sama kamu, kalau gitu aku ke kelas dulu ya, nanti istirahat kita ketemu di kantin, Oke?" Ucap David sambil mengusap-usap rambut Tina, kemudian David juga mencium kening Tina, Niko yang melihatnya tampak geram, setelah David pergi pun sebenarnya Niko sangat ingin sekali langsunģ mendatangi Tina dan menanyakan semuanya namun Niko masih menahannya karena tidak enak juga kalau di lihat teman-temannya mereka pun hanya saling memandang.
"pulang kuliah, kita ketemu di taman, ada yang perlu kita bicarakan!" Isi chat Niko pada Tina yang baru saja di baca oleh Tina
"Bicara apa bebh?Apa nggak bisa di bicarakan sekarang saja?" Balas Tina sambil tersenyum kemudian melirik ke arah Niko,
__ADS_1
"maksud kamu apa terima David jadi pacar kamu?" Niko
Namun Tina hanya membaca pesan tersebut tanpa membalas lagi.
Niko pun berkali-kali memandang HP karena tak kunjung juga ada balasan, Dia pun melirik tajam ke arah Tina, Tak lama kemudian dosen pun datang memasuki ruang kelas mereka.
"Niko, aku akan membuatmu bertekuk lutut memohon cinta padaku sampai akhirnya kau akan memilihku dan membuang cewe ingusan itu" Ucap Tina dalam hati saat melirik ke arah Niko yang sepertinya sangat gelisah dan tidak konsen.
Jam istirahat tiba, di luar kelas David pun sudah menunggu Tina sambil melambaikan tangan tangan ke arah Tina, karena saat itu Tina masih ada di dalam kelas dan dosen belum keluar dari kelas, ketika dosen keluar, David pun langsung mendekati Tina
"Sayang kita ke kantin yuk" Ucap David sambil mengusap rambut Tina, Tina pun kemudian beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke kantin bersama David.
Niko tampak semakin kesal, kemudian dia pun pergi keluar kelas.
Sementara itu di lain tempat saat jam istirahat, untuk pertama kalinya Widi tiba-tiba masuk ke kelas Nara...
Bersambung...
__ADS_1