
"aku nggak bisa tidur sayang, aku sakit, badanku panas" Isi chat Niko pada Nara dan begitu Nara membacanya dia langsung melakukan panggilan Video Call kepada Niko tapi tidak ada jawaban kemudian dia langsung chat Niko
"Sayang, kamu sakit?sudah minum obat belum?" Isi chat Nara namun tak kunjung ada balasan dan juga belum di baca, di telpon juga nggak di angkat membuat Nara merasa bersalah dan mondar-mandir, pikirannya tak tenang apalagi mendengar kata sakit
"Maafkan aku sayang, di saat kamu sakit bisa-bisanya aku tadi malah berduaan dengan pria lain, maafkan aku" Nara semakin tak tenang dan merasa bersalah, malam itu terasa sangat panjang, rasanya ingin sekali dia langsung datang ke kos Niko tapi masih dini hari apa kata orang-orang kalau jam segini dia keluyuran apalagi datang ke kos cowo, dia pun memutuskan untuk pergi ke sana pagi nanti selepas subuh, dia berusaha memejamkan mata sejenak walaupun hasilnya sama sekali dia tidak bisa memejamkan matanya meski hanya sebentar, akhirnya dia mengerjakan apa saja yang bisa di kerjakan untuk menunggu waktu pagi, dia juga menyiapkan bahan-bahan untuk membuat bubur yang rencananya akan di bawa ke kos Niko nanti.
Tak terasa malam telah berganti pagi, matahari telah menampakan sinarnya meski masih terlihat malu-malu, Nara pun bersiap-siap untuk mandi kemudian memasukkan bubur ke dalam wadah rantang untuk di bawa ke kos Niko, sebelum berangkat dia kembali menelpon Niko tapi kini nomornya malah tidak aktif, dia pun merasa semakin cemas akhirnya dia memutuskan untuk langsung pergi ke sana
sesampainya di kos Niko dengan langkah gontai dan perasaan cemas akan keadaan kekasihnya Nara mulai berjalan menuju kamar Niko, sesampainya di depan kamar hatinya mendadak tak karuan kala dia menemukan sepasang sepatu perempuan yang ada di depan kamar kekasihnya tersebut, tanpa mengetuknya terlebih dahulu dengan rasa penasaran dan ragu-ragu dia langsung membuka pintu kamar Niko secara perlahan dan kebetulan pintunya tidak di kunci saat itu, betapa syoknya Nara ketika baru masuk dia melihat pemandangan yang sangat menjijikan ya dia melihat Niko yang tanpa busana tengah tidur berdua dengan perempuan lain di atas ranjang yang tak lain dan tak bukan perempuan tersebut adalah Tina, mereka masih sama-sama memejamkan mata kala itu dengan posisi Tina tidur dalam pelukan Niko dan lengan tangan Niko sebagai bantalan kepala Tina.
Ingin rasanya Nara melempar wajah mereka berdua dengan bubur panas yang masih ada dalam rantang yang sengaja dia bawa untuk kekasihnya tapi apa yang di dapat,
prrrrrraaaaangggg.....rantang itu terjatuh membuat Niko dan Tina membuka mata dan betapa kagetnya Niko saat melihat Nara ada di hadapannya dengan berlinang air mata, lebih kaget lagi dirinya tidak mengenakan busana dan Tina masih ada di sampingnya, Niko pun langsung bergegas memungut pakaiannya dan segera memakainya.
"sayang, aku bisa jelaskan semuanya"
__ADS_1
"cihhhh!!!!!bisa-bisanya dia masih memanggilku sayang setelah apa yang dia lakukan dengan cewe itu" Ucap Nara dalam hati sambil keluar dari kamar Niko dengan perasaan yang begitu hancur, sakit, syok, inikah yang di namakan sakit tapi tak berdarah,
"hoekkkk...hoekkk...hoekkkk" baru berjalan beberapa langkah hendak keluar kamar tiba-tiba Nara mendengar suara Tina yang sepertinya sedang mual muntah, Nara pun menghentikan langkahnya sebentar dan berbagai macam pertanyaan muncul di otaknya
"sudah sejauh itukah Nik, kamu sangat jahat!!!" Gumam Nara dalam hati sambil terisak kemudian melanjutkan langkahnya untuk pergi
"Sayang, tunggu aku bisa jelaskan semuanya" Niko menarik lengan tangan Nara
"Jangan sentuh aku Nik!!aku jijik sama kamu!!!" Sarkas Nara
"Sayang ini nggak seperti yang kamu pikirkan"
"Ini untuk hatiku yang telah kau hancurkan"
Plakkkkk...Nara kembali menampar pipi Niko yang satunya lagi
__ADS_1
"dan ini untuk kamu yang masih berani-beraninya manggil aku sayang, sejak kapan Nik?sudah berapa lama?apa kamu mencintainya?apa dia sedang hamil?apa dia hamil anak kamu?kamu jahat Nik sama aku!kamu jahat!apa salahku sama kamu Nik, apa?" Ucap Nara sambil berurai air mata serta memukul-mukul dada Niko dengan kedua tangannya
Niko pun kemudian memeluknya
"Sayang Maafkan Aku" Hanya kata itu yang terdengar dari mulut Niko, Niko pun mengeluarkan air mata, dia memeluk Nara erat-erat
"Kamu nggak bisa jawab Nik, dan itu artinya semuanya benar kan?mulai sekarang jangan pernah mencariku!!mulai hari ini, detik ini, hubungan kita berakhir!!! terimakasih...terimakasih untuk cinta sekaligus luka yang telah engkau goreskan untukku, jadilah pria yang tanggung jawab, aku menyesal pernah mencintaimu" Ucap Nara sambil melepaskan diri dari pelukan Niko kemudian dia segera berlari menuju motornya dan pergi meninggalkan kos Niko dengan perasaan yang begitu hancur tak bisa di gambarkan dengan kata-kata, dia sama sekali tidak menyangka Niko tega melakukan hal tersebut pada dirinya, selama ini dia memang sudah memiliki rasa curiga namun semuanya dia tepis karena rasa sayangnya yang begitu besar terhadap Niko dan lagi kecurigaannya selama ini tidak ada bukti nyata, Niko melakukannya dengan sangat rapih, toh nggak ada salahnya juga kan memberikan kepercayaan pada pasangan meskipun pada akhirnya kepercayaan yang telah dia berikan di hancurkan sehancur-hancurnya.
Flashback on
Malam itu Tina terlihat pingsan dan berkali-kali mengancam untuk bunuh diri, melihat kondisi Tina yang demikian Niko merasa bersalah, dia menenangkan Tina dan karena waktu itu sudah larut Tina memutuskan untuk istirahat di sana, terlebih kondisinya yang masih labil kala itu, Tina tertidur dalam pelukan Niko, meski mereka tidak melakukan hal apapun, tengah malam Tina terbangun karena merasa lapar dan dia mendapati HP Niko yang bergetar kemudian Tina membukanya dan ternyata itu adalah pesan dari Nara, Tina merasa muak membacanya dan akhirnya secara tiba-tiba dia mempunyai ide untuk memisahkan hubungan Nara dan Niko karena dia sudah merasa lelah sampai sejauh ini Niko belum juga tegas memilih salah satu di antara mereka berdua, akhirnya tanpa sepengetahuan Niko dia membalas chat dari Nara tersebut, dia sengaja bilang kalau Niko sedang sakit, dia juga sengaja mengabaikan panggilan dari Nara dan mematikan HP Niko agar Nara merasa khawatir dan cemas akan kondisi Niko kemudian menyusul Niko ke kos, pagi-pagi buta sebelum Niko bangun Tina sengaja meletakan sepatunya di depan kamar Niko, kemudian dia juga melepaskan baju Niko secara perlahan dan hati-hati takut Niko terbangun, kebetulan saat itu Niko memakai kaos lengan pendek yang terdapat dua kancing di depan jadi mudah di lepas tanpa mengganggu tidurnya, Tina juga sengaja melepas pakaiannya sendiri dan tidak mengunci kamar tersebut, kemudian segera tidur dan memeluk Niko, Tina berharap Nara melihat sendiri adegan tersebut kemudian pergi meninggalkan Niko.
Flashback Off
Tina tersenyum penuh kemenangan
__ADS_1
Di balik kaca helm yang di kenakan Nara masih saja mengeluarkan air mata, dia masih nggak percaya Niko tega melakukan semua itu, saat dia baru sampai di gerbang kosnya, lagi-lagi dia melihat pemandangan yang begitu mengejutkan mata yaitu Widi dan Nadia yang tengah berpelukan di depan kamar Nadia.
Bersambung...