
Melihat Tina yang sedang menangis Niko pun kemudian menghampirinya dan duduk di sebelahnya
"Bebh, kamu kenapa nangis" Ucap Niko sambil menarik tubuh Tina dan membenamkan wajah Tina dalam pelukannya, Tina pun menangis sejadi-jadinya dan Niko mengusap-usap rambut Tina dengan lembut serta memeluknya erat-erat.
Setelah cukup lama menangis di pelukan Niko kini tangisan Tina mulai mereda, Niko pun melepaskan pelukan Tina kemudian memegang kedua pipi Tina dan menatap mata Tina yang masih tergenang air mata
"bebh, kamu bisa cerita semuanya sama aku" Ucap Niko sambil mengecup kening Tina dan berharap kekasihnya mau mengeluarkan semua unek-unek yang ada di hatinya supaya merasa sedikit lega
"aku nggak apa-apa bebh, aku cuma iri sama kamu bebh, kamu memiliki orang tua lengkap yang begitu menyayangimu, sedangkan aku, sejak kecil aku tak pernah merasakan kasih sayang bahkan pelukan seorang Ibu, aku hanya memiliki seorang ayah, tapi ayahku juga sibuk bisnis bahkan mengambil waktu liburnya saja sangat susah, kita sangat jarang bertemu maupun komunikasi, sejak kecil aku hanya di manjakan dengan uang.uang dan uang, aku di besarkan oleh ART yang ada di rumah, aku hanya sedih terhadap diriku sendiri, memilikimu saja aku tak bisa sepenuhnya, aku harus rela berbagi, aku juga ingin di sayangi sepenuh hati, apa aku egois kalau aku ingin memilikimu sepenuhnya, aku ingin kenal dengan orang tuamu, aku ingin merasakan pelukan dan kasih sayang seorang Ibu, apa aku salah?" Tina pun kembali meneteskan air mata dan membenamkan kembali wajahnya dalam pelukan Niko, mendengar cerita hidup Tina membuat Niko merasa bersalah karena dia juga belum mampu memberikan kebahagiaan pada Tina.
__ADS_1
"Maafkan aku bebh, terlepas dari apapun kehidupan kamu, kamu harus banyak-banyak bersyukur bebh, di luar sana masih banyak yang lebih nggak beruntung dari kamu, kamu jauh.jauh lebih beruntung, meski jarang bertemu tapi aku yakin ayah kamu begitu menyayangi kamu itulah sebabnya beliau bekerja keras, karena beliau pasti ingin membahagiakan putri satu-satunya yaitu kamu bebh, aku janji suatu saat aku akan mengenalkanmu pada kedua orang tuaku, meski bukan dalam waktu dekat ini, beri aku waktu bebh, kamu yang sabar ya, maafkan aku yang belum mampu membahagiakan kamu, maafkan aku karena belum bisa menjadikan kamu satu-satunya ratu di hatiku, maafkan aku bebh, aku harap kamu bisa bersabar" Niko pun kembali mengusap-usap rambut Tina dan memeluknya erat-erat
"Tapi sampai kapan bebh?" Ucap Tina yang masih ada dalam pelukan Niko
"Biarlah waktu yang akan menjawab semuanya bebh, InsyaAllah ada jalan untuk kita berdua" Di usapnya air mata yang masih menetes di pipi Tina, Niko pun mendaratkan sebuah ciuman mesra di kening Tina sambil terus mengusap air matanya, Tina pun memejamkan mata saat Niko tiba-tiba men*ium lembut bi*ir Tina yang begitu sensual, tebal dan kenyal dengan lipstik berwarna cerah, mereka pun berci*man dengan sangat mesra dan lembut, sesekali Niko mengg*g*t bib*r bawah milih Tina hingga membuat Tina seperti melayang-layang di atas awan, Namun saat Tina sedang menikmati semuanya Tiba-Tiba Niko mengnentikan permainannya, dia kaget saat melihat jam yang sudah menunjukan pukul 08.50 yang itu arrinya sebentar lagi dia harus siap-siap untuk berangkat ke kampus.
"bebh, sudah ya jangan sedih lagi, ada aku yang akan selalu di sisimu, percayalah dan mengertilah, semua pasti akan indah pada waktunya, sekarang kita siap-siap ke kampus ya, kamu cuci muka dulu, cantiknya jadi hilang kan kalau nangis begini" Ucap Niko sambil menarik hidung Tina, kemudian dia melangkah pergi menuju lemari untuk mengganti pakaian dan bersiap-siap berangkat ke kampus, Tina pun bergegas ke kamar mandi untuk cuci muka kemudian memoles kembali wajahnya dengan make-up
"engga bebh, coba kamu mundur sedikit"
__ADS_1
"memangnya kenapa bebh?" Tina pun kemudian berjalan mundur beberapa langkah
"soalnya cantiknya kelewatan😁" Niko pun terkekeh kemudian lari keluar kamar
Tina pun kemudian tersenyum
"bisa nggombal juga dia, aku jadi makin cinta sama kamu, aku nggak akan melepaskan kamu sampai kapanpun bebh" Ucap Tina kemudian mengambil tasnya yang ada di meja dan melangkah pergi menyusul Niko.
Mereka pun pergi ke kampus sendiri-sendiri
__ADS_1
Bersambung...