Di Antara 2 Hati

Di Antara 2 Hati
Teman


__ADS_3

"ahh perasaan macam apa ini, mengapa setiap melihatnya jantungku rasanya berdebar-debar tak menentu, setan apa yang merasuki pikiranku, ingat Nara ingat ada Niko yang begitu mencintaimu" Ucap Nara dalam hati sambil menatap ke arah Widi


berbeda dengan Widi sebenarnya mendengar lagu tersebut dia juga langsung mengingat momen indah bersama Nara namun ia tak berani menatap ke arah Nara karena setiap kali dia menatapnya dadanya terasa sesak, dia pun fokus nyetir meski hatinya bergemuruh dan jiwanya meronta-ronta.


Nadia tiba-tiba membuka matanya, menguap dan meregangkan lengan tangannya lebar-lebar hingga mengenai wajah Widi


"ups...maaf engga sengaja✌" Ucap Nadia



"Oh My God, kita sudah sampai jogja, berarti aku tidur lama banget dong" Ucap Nadia saat melihat Tugu Jogja di depannya


"Iya pules banget sampai ngorok" Ucap Widi


"serius Ra, aku ngorok" Tanya Nadia sambil menghadap ke Nara


Mendengar itu pun Nara hanya tertawa dan menggeleng-nggelengkan kepalanya seakan menjelaskan pada Nadia bahwa Widi hanya membohonginya.


"Ihh ngerjain aku kamu yah" Ucap Nadia sambil mencubit perut Widi


"awww jangan macam-macam kamu Nad, kalau nabrak bagaimana"


"ya engga papa asal sama kamu" Nadia mencoba merayu

__ADS_1


"ogah, aku masih ingin hidup"


"sudah-sudah kalian berisik banget, sudah mau sampai tuh" Nara mencoba menengahi


Tak lama kemudian mereka pun telah sampai di kosnya Nara dan Nadia


"Terimakasih banyak ya Wid, aku terus masuk ya, kamu hati-hati pulangnya" Ucap Nara kemudian turun dari mobil dan melangkah masuk ke kamarnya karena dia ingin buru-buru mengecas HP yang lowbat sejak masih dalam perjalanan, dia khawatir kalau Niko menghubungi dirinya tapi nomornya tidak aktif padahal sebelum lowbat juga dia sudah berkali-kali mencoba menghubungi kekasihnya itu namun tidak aktif.


Sementara itu Widi dan Nadia masih belum keluar dari mobil.


"senang bisa berkenalan denganmu, mulai hari ini kita jadi teman kan?" Ucap Nadia sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman


"Teman?"


"Amit-amit"


"ya sudah kalau begitu mulai hari ini mau engga kita berteman" Nadia masih tetap mengulurkan tangannya untuk bersalaman dan melebarkan senyum manisnya kemudian Widipun menyambutnya


"Teman" jawab Widi sambil bersalaman


"Terimakasih, hati-hati ya biasanya kalau sudah berteman denganku lama-lama jatuh cinta" Nadia Terkekeh kemudian dari turun dari mobil


"Astaga, cewe itu PD nya tingkat tinggi" Ucap Widi sambil memarkirkan mobilnya untuk pulang

__ADS_1


"Terimakasih sudah mau berteman denganku, hati-hati di jalan ya" Teriak Nadia sambil melambaikan tangannya.


Di tempat lain terdengar suara dua sejoli yang sedang bersahut-sahutan untuk mencapai sebuah puncak kenik*atan, ya suara itu adalah suara antara Tina dan Niko, dia tidak bisa pergi mengantar Nara karena dia sedang menghabiskan waktu bersama selingkuhannya


peluh keringat saling menetes di antara mereka berdua, deru nafas mereka saling bersahutan, sesaat setelah Nafasnya kembali beraturan Niko melihat jam


tik.tok.tik.tok terdengar suara jam dinding sudah menunjukan pukul 19.00 WIB


"Astaga, Nara pasti sudah pulang, aku dari tadi belum menghubungi dia" Ucap Niko dalam hati seraya mencari pakaiannya yang berserakan di lantai kamar Tina, kemudian dia pun segera bergegas ke kamar mandi yang ada di dalam kamar, tak selang berapa lama dia telah selesai mandi dan keluar sudah mengenakan pakaiannya kembali


"bebh, kamu mau kemana?"Tanya Tina yang masih tiduran di ranjang tanpa menggunakan sehelai benangpun


"Maaf bebh, aku harus pulang dan menemui Nara, dari tadi aku belum menghubungi dia takutnya dia curiga" Ucap Niko sambil menyisir rambutnya dan melihat-lihat lehernya memastikan kalau tidak ada tanda kepemilikan di sana


Tina pun langsung menekuk mukanya


"jangan gitu dong bebh, kita kan sudah seharian bersama, Aku Cinta Kamu" Ucap Niko sambil mengecup bibir Tina kemudian melangkah pergi dari kamar tersebut.


Kos Nara, 19.30 WIB


di dalam kamar Nara pun telah selesai mandi dan dia sedang mencoba menghubungi kembali kekasihnya, nadanya berdering tapi tidak di angkat-angkat dan tiba-tiba terdengar suara klakson motor yang berhenti tepat di depan kamarnya (kebetulan kamar kosnya memang halamannya tak jauh dari jalan raya)


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2