
"Astaga, sudah jam 9 berapa lama aku tidur?Nara...Dia pasti marah besar" Ucap Niko sambil mengambil HP kemudian mencoba menghubungi nomor Nara tapi tidak aktif, ia pun kemudian menuju ke kos Nara menggunakan motornya tak lama kemudian dia sampai di depan kos Nara, saat itu Nara sudah mandi dan sedang merebahkan dirinya di kasur.
"Sayang, buka pintunya?maafin aku yank, aku ketiduran" Ucap Niko sambil mengetuk pintu kamar Nara namun Nara masih belum mau membukanya
"Niko, mau apalagi kamu kesini, di mana kamu saat aku membutuhkanmu" Gerutu Nara dalam hati sambil mengeluarkan air mata
"Sayang please kasih aku kesempatan untuk menjelaskan, buka pintunya"
"Nggak ada yang perlu di jelaskan, ini sudah malam kamu pulang saja, aku mau istirahat" Ucap Nara dari dalam tanpa membuka pintu
"sayang, please buka pintunya, biarkan aku masuk"
"Niko, kalian kenapa?apa sedang berantem?bukannya kalian tadi pulang bareng?" Ucap Nadia yang tiba-tiba keluar kamar
"Nadia, please suruh sahabat kamu keluar, aku tadi ketiduran, itu sebabnya aku nggak jemput Dia" Ucap Niko
"Apa?kamu nggak jemput Nara?keterlaluan kamu!terus Nara pulang sama siapa, tadi selepas maghrib aku lihat ke kamarnya dia masih belum pulang, aku pikir dia sedang jalan-jalan sama kamu, pantas saja dia marah, kalau aku jadi Nara, aku juga akan melakukan hal yang sama"
"Nadia, aku mohon suruh Nara keluar, aku bisa jelaskan semuanya" Ucap Niko pada Nadia
"Mau menjelaskan apa?" Ucap Nara sambil membuka pintu kamarnya
"Sayang, aku nggak sengaja ketiduran" Ucap Niko sambil memeluk Nara tapi Nara tak membalas pelukannya dia hanya diam saja kemudian melepaskan pelukan Niko
"Niko, apa sedikitpun kamu nggak ada rasa khawatir sama aku?Bau parfum ini, sepertinya aku pernah menciumnya tapi di mana yah" Ucap Nara dalam hati sambil melepaskan pelukan Niko kemudian duduk di kursi yang ada di depan kamarnya.
"Nara, kamu tadi pulang sama siapa?"kenapa nggak ngabarin aku kalau cowo kamu yang nggak berguna ini nggak bisa jemput kamu?" Ucap Nadia sambil melirik ke arah Niko, Niko pun hanya tertunduk merasa bersalah
"Sudah nggak usah di bahas Nad, yang penting sekarang aku sudah ada di sini"
"Ya sudah kalian selesain masalah kalian yah, aku masuk dulu, sabar ya Nar" Ucap Nadia sambil mengusap bahu Nara
__ADS_1
"Sayang aku benar-benar minta maaf ya, tadi pulang kuliah sampai kos rasanya benar-benar mengantuk kemudian aku tidur dan ketika bangun aku melihat jam sudah jam 9, aku benar-benar minta maaf yank, aku nggak bermaksud untuk ingkar janji" Ucap Niko sambil merasakan kepala yang masih terasa berat
"Sebelum tidur kamu habis ketemu sama siapa?" tanya Nara curiga
"Maksud kamu apa yank?"
"Aku cuma tanya, sebelum tidur kamu habis ketemu sama siapa?"
"A.aku nggak ketemu siapa-siapa yank, selesai kuliah aku terus pulang habis itu aku tidur dan bangun-bangun sudah jam 9, kamu percaya aku kan yank?"
"Oh"
"Kamu bohong Nik, aku tahu itu, aku ingat itu adalah parfum Tina, apa benar kalian hanya sebatas Teman?setelah aku bertemu Tina di pantai dulu dan aku ingat-ingat beberapa kali aku sering menghirup parfum yang sama persis seperti milik Tina ada di tubuhmu, tapi aku mencoba percaya padamu, aku tidak akan menuduhmu tanpa bukti" Ucap Nara dalam hati
"Kamu mau maafin aku kan yank?" Ucap Niko sambil memegang tangan Nara dan duduk di hadapan Nara
"Sayang ini tangan kamu kenapa pada merah?kamu baik-baik aja kan sayang?" Ucap Niko sambil mengusap-usap pergelangan tangan Nara yang kemerahan
"Aku nggak papa, aku butuh waktu untuk sendiri dulu, kamu pulang ya" Ucap Nara sambil beranjak dari tempat duduknya hendak masuk ke kamar tapi kemudian Niko meraih tangannya dan membenamkan wajah Nara dalam dada bidang miliknya, Nara pun kemudian menangis sambil memukul-mukul dada Niko menggunakan tangannya
Setelah tangis Nara terhenti Niko pun mengajak Nara untuk masuk ke kamar karena nggak enak kalau ada yang melihat, mereka berdua pun kemudian masuk, Nara duduk di ranjang sedangkan Niko sedang mengambil air mineral
"sayang, kamu minum dulu ya" Ucap Niko sambil menyodorkan segelas air bening
"Ini sudah malam, kamu sebaiknya pulang, nggak enak juga di lihat yang lain jam segini masih ada cowo di dalam kamar, aku udah maafin kamu kok, aku baik-baik saja"
"beneran kamu sudah maafin aku yank?kalau gitu senyum dong, jangan cemberut lagi, kamu istirahat ya...cup" Ucap Niko sambil mengecup kening Nara, kemudian ia hendak mencium bibir Nara juga tapi Nara menolaknya
"pulanglah" Ucap Nara sambil mendorong Niko
Niko pun kemudian pulang ke kosnya, setelah Niko pulang, Nara pun kembali menangis.
__ADS_1
"Maafkan aku Nik, aku butuh waktu untuk menata hatiku kembali, aku sangat mencintaimu tapi aku juga membencimu, kamu berubah Nik meski aku belum tahu apa yang membuatmu berubah, aku akan mencari tahu semuanya sendiri" Ucap Nara sambil terisak di ranjangnya dan memandangi foto-foto dirinya bersama Niko.
Malam itu Widi juga kembali mendatangi kampus, dia menyusup masuk ke ruangan CCTV untuk mengcopy kejadian Nara tadi, dia pun tidak menceritakannya kepada Nara, dia mengcopynya untuk berjaga-jaga kemudian selesai di copy dia pun menghapus file aslinya, beruntung security sedang tidak ada di sana dan tidak ada yang mengetahuinya, setelah menyelesaikan misinya Widi pun kemudian kembali ke kosnya.
Sementara itu sekitar pukul 03.00 WIB Dimas tersadar dari pingsannya
"aw..punggungku kenapa terasa sakit sekali dan aku mengapa aku ada di sini?" Ucap Dimas ketika dia membuka matanya dia pun mencoba mengingat-ingat hal-hal yang terjadi namun yang dia ingat hanya dirinya yang sedang meminum-minuman keras bersama teman-temannya kemudian dia juga ingat pesan dari Tina untuk menjemput Nara.
"arghhh mungkin ini efek kebanyakan minum, sial kenapa aku bisa seperti ini dan nggak ingat apapun, apa yang terjadi padaku?oiya Nara...Tina bilang aku harus jemput Nara tapi ini jam berapa Dia pasti sudah pulang" Ucap Dimas sambil melangkahkan kakinya keluar ruangan dengan jalan sempoyongan, hanya itu yang Dimas ingat selebihnya Dia tidak ingat apapun, kemudian Dimas pun pulang ke kosnya dan sebelum masuk Dia memandangi kamar kos Nara dari depan kosnya.
06.45 WIB
"Nar, mau berangkat bareng apa engga?" Ucap Nadia dari luar kamar Nara, kemudian Nara pun keluar
"Aku hari ini ijin nggak masuk ya Nad, aku nggak enak badan, tolong sampaikan ke dosen ya, nanti surat dokternya menyusul" Ucap Nara sambil bersandar di pintu kamarnya
"Nara, kamu sakit, badan kamu panas banget...aku antar kamu ke dokter dulu ya?" Ucap Nadia sambil memegang dahi Nara
"Nggak usah Nad, nanti aku sama Niko saja"
"Beneran?kamu sudah baikan sama Niko?"
"Iya Nad beneran, lagian kenapa aku harus marah, dia kan nggak sengaja ketiduran" Nara menjelaskan
"Iya juga sih, ya sudah kamu istirahat ya, aku berangkat dulu"
Nadia pun kemudian berangkat ke kampus sendirian.
"Kalau belum siap ke kampus, kamu nggak usah berangkat dulu, istirahat aja ya Ra" Isi chat Widi pada Nara
"Iya Wid, Thanks yah?" Balas Nara
__ADS_1
Tak lama kemudian Niko tiba di kos Nara, dia berniat untuk mengantarkan Nara ke kampus tapi melihat kondisi Nara yang sedang sakit akhirnya Niko pun membawa Nara ke dokter menggunakan motornya.
Bersambung...