Di Antara 2 Hati

Di Antara 2 Hati
Biarkan Seperti Ini


__ADS_3

"Nara..maaf ya menunggu lama" Ucap Widi yang ketika itu baru datang dengan rona wajah yang begitu sumringah


dag.dig.dug.. irama jantung Nara tak menentu ketika dia melihat Widi yang baru saja datang, banyak kata yang hendak ia utarakan namun mendadak mulutnya terkunci, dia bingung harus memulainya dari mana


"Iya nggak papa Wid, aku juga baru datang kok, sini duduk" Nara menyuruh Widi untuk duduk di sebelahnya, Widi pun kemudian duduk di sebelah Nara


"oh iya ini HP kamu, lain kali jangan teledor ya!untung saja aku yang menemukan" Ucap Nara sambil memberikan HP tersebut pada Widi dan seketika itu pula Widi langsung membuka dan mengeceknya untuk memastikan apakah HP tersebut benar miliknya dan betapa terkejutnya dia saat HP itu terbuka karena kini wallpapernya sudah di ganti dengan foto Nadia dan itu artinya Nara telah berhasil membukanya dan telah mengetahui semuanya, Widi juga langsung membuka gallery foto dan benar saja semua foto-foto Nara sudah di hapus semua tak tersisa satupun,


Nyessss hati Widi pun langsung dag.dig.dug tak karuan, dia langsung menatap ke arah Nara namun Nara tak berani menatapnya pandangannya masih lurus ke depan sambil menikmati alunan musiknya Nabila feat Tri Suaka yang saat itu tengah manggung di area sekitaran alun-alun kidul kota Yogyakarta dan entah mengapa lagu-lagu yang di bawakan pada malam itu seakan mewakili perasaannya hingga dia terbawa suasana.


"bukankah harusnya seperti itu Wid?" Nara membuka suara karena dia yakin Widi pasti sudah menyadari kalau semua isi HP nya telah berubah meski masih diam saja, matanya mulai berkaca-kaca, sesak sungguh sangat menyesakan, dia juga sebenarnya memiliki perasaan yang sama dengan Widi, ya jauh di dalam relung hatinya dia sangat mencintai Widi tapi dia sadar kalau itu tak boleh terjadi, karena ada cinta lain di hatinya yang nggak mungkin untuk di tinggalkan meski dia sendiri juga nggak yakin cinta itu akan bertahan sampai berapa lama.


"apa yang aku lakukan sudah benar kan Wid?" sambung Nara lagi namun Widi hanya diam seribu bahasa, dia tak mengeluarkan satu patah katapun, dia masih tetap duduk terdiam di samping Nara sambil menggenggam HPnya dan sedikit menundukan kepalanya


"Buatlah hatimu bahagia Wid, dan aku rasa Nadia adalah orang yang tepat untukmu, kita hanya sahabat dan selamanya akan jadi sahabat tidak lebih, kamu tahu kan aku sangat mencintai Niko, begitu juga sebaliknya kamu juga tahu kalau Niko sangat mencintai aku, Maafkan aku..aku harus segera pergi karena malam ini aku ada janji mau makan malam sama dia, aku mohon Wid, terimalah Nadia" Nara pun kemudian bangkit dari duduknya sambil mengusap air mata yang tak terasa telah membasahi pipinya sejak tadi, sebenarnya makan malam dengan Niko hanyalah alibi karena dia takut tak bisa mengendalikan perasaannya bila berlama-lama ada di samping Widi.


Nara kemudian berdiri dan hendak pergi namun tiba-tiba Widi menarik tangan Nara dan memeluknya dari belakang, kedua tangan Widi kini melingkar di perut Nara dan kepalanya bersandar di bahu sebelah kanan Nara hingga Nara bisa merasakan hembusan Nafas Widi yang terasa begitu hangat di wajahnya.


"Biarkan seperti ini" Ucap Widi di telinga Nara sambil terus memeluk Nara

__ADS_1


"Widi, lepaskan aku!" Nara berusaha melepaskan diri dari pelukan Widi


"Ku mohon, biarkan seperti ini, aku sangat mencintaimu Kinara Salsabila Utami, sangat mencintai kamu" Widi semakin mempererat pelukannya


Semakin Nara ingin melepaskan diri semakin Widi mempererat pelukannya, hingga lama-lama Nara akhirnya merasa pasrah dan terhanyut dalam suasana, dia memejamkan matanya dan merasakan kehangatan serta perasaan nyaman, perasaan yang lama tak pernah ia rasakan saat dirinya sedang bersama Niko, dan kini ia rasakan saat bersama Widi, jantungnya jangan di tanya berdebar tak menentu seolah ingin lompat dari singgasananya, air matanya masih terus mengalir membasahi pipinya


"Maafkan aku Tuhan, tak bisa ku pungkiri hati ini terasa nyaman bila ada di dekatnya, apa aku salah bila memiliki perasaan tersebut, Niko kali ini maafkanlah aku, sungguh aku benar-benar minta maaf" Ucap Nara dalam hati


Namun saat Nara membuka matanya dia tersadar bahwa akan banyak hati yang tersakiti oleh sikapnya


"Widi, jangan seperti ini, tolong lepaskan aku" Rayu Nara berharap Widi melepaskan pelukannya


"Nara, katakan padaku kalau kau juga mencintaiku!" Widi melepaskan pelukannya dan membalikan badan Nara untuk menghadap dirinya dan kini wajah mereka sudah saling berhadapan, Widi memegang kedua pipi Nara


"stop Wid!aku tidak mencintai kamu!" Ucap Nara sambil melepaskan kedua tangan Widi dari pipinya namun netranya tak sanggup bila harus berhadapan dengan pandangan penuh cinta milik Widi


"kamu bohong!bahkan kamu nggak berani menatapku!"


Nara mencoba menarik Nafas

__ADS_1


"Widi, aku tidak mencintai kamu!kamu jangan pernah bermimpi!aku hanya mencintai Niko!berhentilah bersikap konyol, hatiku sepenuhnya milik Niko!" Nara memberanikan diri untuk menatap ke arah Widi, kemudian setelah mengucapkan hal tersebut dia segera berlari meninggalkan Widi dan menuju parkiran


"Maafkan aku Wid, sungguh maafkan aku, kamu benar aku memang sangat mencintai kamu" Ucap Nara dalam hati sambil menangis dan kini dia sudah mengendarai motornya untuk kembali ke kos meninggalkan Widi seorang diri di sana.


"Hahahaha Nara.Nara aku tahu kamu berbohong Nara, baiklah aku akan ikuti permainanmu" Ucap Widi dalam hati sambil tersenyum dan menatap nanar kepergian Nara, kemudian dia kembali duduk, setidaknya kini dia merasa lega karena telah mencurahkan segala isi hatinya kepada Nara yang telah lama ia pendam.


Sesampainya di kos, Nara langsung masuk ke kamarnya dan kembali menitikan air mata, dia senang karna ternyata Widi memiliki perasaan yang sama dengan dirinya tapi di sisi lain dia juga merasa bersalah, rasa itu tak seharusnya ada karena dirinya saat ini sudah memiliki kekasih.


dia kembali mengingat-ingat semua kenangan bersama Widi, mulai dari pertama bertemu dan momen-momen indah bersamanya sampai sekarang.


"aku sangat mencintaimu Kinara Salsabila Utami, sangat mencintai kamu, aku akan menunggumu sampai kapanpun, hanya kamu satu-satunya wanita yang aku cintai" kata-kata Widi tadi selalu terngiang-ngiang di kepalanya


hingga larut malam Nara tak bisa memejamkan matanya, dia merasa gundah memikirkan segalanya, dia sangat merasa bersalah kepada Widi dan Niko, hingga dia tersadar kalau sedari tadi dia belum menghubungi kekasihnya, dia segera mengambil HP dalam tasnya namun ternyata tak ada satupun pesan yang masuk dari Niko, kemudian dia mengirimkan chat kepada Niko


"sayang, sudah tidur yah?mimpi indah ya?miss you" Isi chat Nara kepada Niko


Detik jam sudah menunjukan pukul 02.00 dan Nara belum bisa juga untuk memejamkan matanya,


Klonteng...tiba-tiba HP Nara berbunyi pertanda ada pesan yang baru saja masuk, dia pun langsung meraih HPnya

__ADS_1


"apa Niko belum tidur" gumamnya dalam hati seraya mengambil HP tersebut


Bersambung...


__ADS_2