Di Antara 2 Hati

Di Antara 2 Hati
Berhenti di kamu


__ADS_3

Keesokan paginya


Niko datang ke kos Nara untuk menjemput dan mengantarkannya ke kampus, tampak dari kejauhan terlihat seseorang sedang mengawasinya dengan wajah kesal dan cemburu melihat kemesraan Nara dan Niko


"Apa kamu suka sama Nara?" Ucap Tina yang membuat Dimas kaget dan bingung karena merasa nggak kenal dengan cewe tersebut.


saat hendak pergi ke kampus Tina memang nggak sengaja melihat Niko di jalan dan mengikutinya dari belakang


"maksud kamu apa dan kamu siapa?" Ucap Dimas


"perkenalkan...Tina, ak ke...aku teman sekelas Niko" Ucap Tina sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dan melirik ke arah Nara dan Niko dan hampir saja dia keceplosan mau mengatakan kalau dia adalah kekasihnya Niko lebih tepatnya selingkuhannya.


"Dimas" sambil mengulurkan tangannya, mereka berdua pun kemudian berjabat tangan dan berkenalan.


"aku perhatikan sepertinya kamu suka sama Nara, kita bisa jadi partner, aku juga mencintai Niko, bagaimana kalau kita bekerja sama dan berjuang bersama mendapatkan cinta kita masing-masing?" Ucap Tina namun Dimas hanya terdiam dan menatap ke arah Niko dan Nara yang sedang tertawa bersama di depan kos Nara, Dimas memang sejak SMA sudah jatuh cinta kepada Nara namun dia tidak pernah mengungkapkan perasaannya tersebut.


"Oke baiklah, kamu nggak harus jawab sekarang, aku kasih kamu kesempatan untuk berpikir kalau kamu mau menerima tawaranku, kamu bisa hubungi aku, ingat ini kesempatan kamu untuk mendapatkan Nara" Ucap Tina sambil memberikan selembar kertas yang berisi nomor HPnya kemudian Tina pun segera masuk ke mobil dan melajukannya sebelum Niko mengetahui keberadaanya.


setelah Tina pergi, Dimas pun mengingat-ingat ucapan Tina


"Ayo Dimas, kini saatnya kamu mengejar cintamu" Bisikan-bisikan setan mulai masuk ke dalam pikiran Dimas, ia kembali menatap ke arah kos Nara tapi Nara dan Niko sudah tidak ada sepertinya mereka sudah berangkat ke kampus, Dimas pun kemudian melajukan motornya menuju ke kampus dan benar saja sesampainya di kampus mereka sudah ada di parkiran dan dia melihat Niko sedang mencium kening Nara.


"Nara, aku pastikan suatu saat kamu akan menjadi milikku" Ucap Dimas dalam hati sambil menatap wajah Nara dari kejauhan


"Apa rencanamu?aku akan ikut denganmu" Chat Dimas pada Tina

__ADS_1


"sudah ku tebak" Tina pun tertawa bahagia


"Oke aku akan kasih kamu kabar, kamu bisa mulai mendekatinya hari ini" Chat Tina pada Dimas


"Hai Nara" Sapa Dimas saat Nara sedang berjalan masuk menuju ruang kelasnya dan kebetulan ruang kelas Nara ada di lantai 2 dan ruang kelas Dimas ada di lantai 3 mereka pun kini berjalan bersama menuju ruang kelas


"eh Kak Dimas" Nara pun hanya tersenyum


"Nara, apa aku boleh main ke kos kamu?"


"Mau ngapain Kak?"


"Ya main saja, nggak boleh yah?"


"mmm boleh-boleh saja sih Kak, asal sesuai jam berkunjung" sebenarnya Nara ingin mengatakan tidak tapi dia merasa nggak enak takutnya di kira sombong atau bagaimana tapi di sisi lain dia juga takut Niko tahu dan salah paham.


"oke baiklah, nanti malam aku akan ke kos kamu"


"I.iya Kak, ya sudah aku masuk kelas dulu ya Kak?" Nara yang sudah sampai di depan ruang kelasnya kini telah masuk kelas dan Dimas pun berlalu untuk menuju ke kelasnya.


Di tempat parkir Nadia dan Widi pun sama-sama baru turun dari motor dan melepaskan helm


"kamu sendirian, Nara nya mana?" Ucap Widi pada Nadia yang sepertinya sedang kesusahan melepaskan pengait helmnya, melihat hal tersebut kemudian Widi pun turun dari motornya dan membantu Nadia membuka pengait helmnya.


"Widi, jantungku rasanya mau copot kalau aku dekat-dekat sama kamu " Ucap Nadia dalam hati sambil menatap wajah Widi dan senyum-senyum sendiri

__ADS_1


"Biasa saja lihatnya, aku memang sudah ganteng sejak orok" Ucap Widi seraya mengusap wajah Nadia dengan tangannya


"ishhh, PD banget" sahut Nadia


"Nara mana, kok kalian nggak bareng?" Widi kembali bertanya


"Oh Nara, tadi dia di jemput sama Niko"


"Oh" jawab Widi kemudian berlalu dari parkiran dan menuju ruang kelas


"Nara, kenapa harus Nara sih Wid?sekarang aku tambah yakin kamu memang memiliki perasaan lebih ke Nara dan itu juga yang membuat kamu sampai saat ini belum mau membuka hati untukku, oke baiklah aku nggak akan menyerah"


"Widi...Tunggu" Teriak Nadia sambil berlari menyusul Widi yang sudah berjalan duluan menuju ruang kelas dia pun berhasil mengejar Widi dan berjalan bersama menuju ruang kelas


"Widi, nanti malam kamu ada acara engga?aku mau masak nasi goreng kesukaanmu, kamu main ya ke kos"


"belum ada sih, ya nanti aku usahakan datang"


"beneran?" Ucap Nadia dengan penuh semangat dan kini ada di hadapan Widi hingga membuat langkah Widi terhenti karena terhalang oleh Nadia yang ada di hadapannya


"Iya" minggir aku mau masuk kelas, Widi pun mencoba menyingkirkan Nadia dari hadapannya namun naas Nadia yang tidak menjaga keseimbangan tubuhnya hendak terjatuh dari tangga ia pun secara reflek menarik kaos Widi untuk pegangan dan kini mereka berdua seperti saling berpelukan, tubuh Widi menyandar ke tembok sedangkan Nadia berada di hadapannya sambil mencengkeram lengan tangan Widi, Wajah mereka pun saling berdekatan dan saling menatap satu sama lain


"oh pangeranku, rasanya aku ingin berlama-lama denganmu seperti ini, jantungku sudah berhenti di kamu" Ucap Nadia dalam hati sambil terus menatap Wajah Widi


"Ehmmmmm"

__ADS_1


Tiba-tiba seseorang memergoki mereka, Widi pun langsung melepaskan tangan Nadia dan melangkah menuju kelas


Bersambung...


__ADS_2