
"Nara, Maafkan aku, di saat kamu sedang terpuruk aku malah tidak ada di sampingmu, bahkan Nadia sahabat baikmu juga menjauh darimu dan itu karena aku, maafkan aku Nara"
Saat ini ingin rasanya dia pergi menemui Nara dan memeluknya,
Tiba-tiba HP nya berdering dan panggilan tersebut dari Nadia.
Widi kemudian mengusap layar HP tersebut dan mengangkatnya
"Hallo, gimana Nad?sudah selesai pindahannya?" Tanya Widi
"Sudah sayang, tapi ini masih beres-beres, kamu di mana, sudah selesai belum urusannya, kalau sudah kamu ke kos aku ya bantuin aku beres-beres natain barang"
"Maaf Nad, kayaknya aku nggak bisa deh, banyak tugas yang harus aku kerjakan"
"Yah sayang, ya udah deh kalau gitu" Ucap Nadia dengan penuh kekecewaan
Widi meninggalkan taman tersebut dengan perasaan yang entahlah, dia menuju ke kos Nara sesampainya di sana kemudian dia menghentikan motornya di depan gerbang, kos itu terlihat sepi mungkin Nara juga sedang ada di dalam kamarnya, Widi kembali menyalakan motornya dia mengurungkan niatnya untuk menemui Nara, setelah di pikir-pikir sepertinya hari itu bukan waktu yang tepat untuk menemui Nara, akhirnya dia kembali ke kos.
Keesokan Paginya
Nara bersiap untuk berangkat ke kampus, dia mengeluarkan motornya dari tempat parkir yang ada di kos, namun dia merasa seperti ada yang aneh dengan motornya, mendadak terasa berat, Nara mengeceknya dan benar saja ternyata ban motor keduanya bocor,
"yah, apes banget pagi-pagi motor pake bocor segala, aku nebeng Nadia aja kali ya" Gumam Nara
tapi sesaat dia tersadar kalau Nadia kini sudah tidak ngekos di sana, Nara kembali mengingat momen kebersamaan mereka yang selalu pulang dan berangkat kuliah bersama-sama, bahagia dan tertawa bersama, Nara sangat merindukan hal tersebut
"Nadia, aku kangen sama kamu Nad"
Kemudian Nara memesan grab untuk berangkat ke kampus, sebelum masuk ke kelas dia berniat menemui Bu Nawang terlebih dahulu ke ruangannya untuk konsul skripsi tapi saat dia sedang berjalan menuju ruangannya tiba-tiba HPnya bergetar
"Selamat pagi, untuk seluruh mahasiswa bimbingan saya, hari ini saya tidak ada di kampus, yang berkepentingan atau mau konsul skripsi bisa langsung datang ke rumah saya sore ini, untuk alamat nanti akan saya share loc, saya tunggu dari jam 15.00-17.00WIB dan mulai besok sampai satu minggu ke depan saya ada kepentingan di luar kota, demikian untuk jadi perhatian dan silahkan koordinasikan dengan teman-teman yang lain, Ttd.Bu Nawang" Isi chat dari bu Nawang kepada seluruh mahasiswa bimbingannya termasuk Nara
"Yah, harus ke rumahnya mana jauh lagi ini alamatnya" Gerutu Nara setelah membaca pesan dan alamat yang di kirim oleh dosen pembimbingnya tersebut,
bagaimana lagi mau nggak mau hari ini dia harus ke sana, daripada menunggu seminggu lagi.
"Nara, kumpulkan tugasmu sekalian punya teman-teman yang lain, saya tunggu kamu di ruangan saya sekarang" isi chat Arya
"Astaga, kenapa nggak nanti sekalian saja sih di kelas, merepotkan!!" Gerutu Nara dalam hati
Nara kemudian masuk ke kelas dan memberitahukan kepada teman-temannya bahwa tugas dari pak Arya harus di kumpulkan sekarang.
"Biar aku yang mengantarkan ke ruangan pak Arya Nar" Pinta Nadia kepada Nara
"Oh iya Nad ini dengan senang hati" Nara kemudian memberikan setumpuk tugas yang sudah ada di tangannya kepada Nadia.
__ADS_1
Tok.Tok.Tok...Nadia mengetuk pintu ruangan pak Arya
Pak Arya yang sedang duduk kemudian beranjak untuk membuka pintu,
"Kamu lama seka...." Ucap Arya sambil membuka pintu namun ucapannya terjeda karena yang datang bukan Nara tapi Nadia
"Ko Nadia yang bawa tugas ini, Nara kemana" Ucap Arya dalam hati sambil melihat ke luar ruangan, namun dia tidak enak juga kalau harus bertanya kepada Nadia kenapa bukan Nara yang mengantarkan
"Nadia, ayo silahkan masuk"
"Makasih pak, oh iya pak saya mau mengantarkan tugas"
"Baik Nad, silahkan letakan di atas meja ya" Ucap Arya sambil kembali duduk di kursi kebesarannya
"Pak Arya, Maaf ada yang ingin saya bicarakan dengan bapak" Ucap Nadia setelah meletakan tugas tersebut di atas meja
"tentang apa Nad, silahkan..silahkan duduk dulu"
Namun belum sempat Nadia berbicara tiba-tiba ada seorang mahasiwa yang datang ke ruangan Pak Arya
"Permisi pak, maaf mengganggu waktunya saya mau konsul skripsi, apa bapak ada waktu?" Ucap salah seorang mahasiswa yang baru datang tersebut dan masih ada di depan pintu karena pintunya memang tidak di tutup
"bisa-bisa silahkan masuk"
"Nadia mau ngomong apa yah" Ucap Arya dalam hati
Selesai kuliah Nara berniat untuk pergi ke rumah Bu Nawang, kebetulan hari ini jadwal kuliahnya hanya sampai jam 15.30WIB, Nara langsung pergi ke sana dengan menggunakan grab dan akan menempuh perjalanan kurang lebih 25 menit, sesampainya di sana Nara terus turun, melepas helm, kemudian melakukan pembayaran, di sana sudah ada beberapa mahasiswa juga yang sudah selesai dan ada juga yang masih menunggu giliran sambil duduk di teras depan, Nara bergabung bersama mereka sambil menunggu antrian, di sela-sela menunggu tiba-tiba dia di kejutkan dengan sosok Widi yang ada di hadapannya dan baru keluar dari dalam rumah Bu Nawang,
mereka berdua sama-sama terkejut dan saling menatap
"Nara...Widi" Ucap mereka secara bebarengan, kemudian Widi langsung menghampiri Nara
"Kamu ambil skripsi juga di semester ini dan pembimbingnya Bu Nawang juga?tahu gitu tadi kita bareng aja yah kesininya, kamu sama siapa ke sini?" Tanya Widi semangat, dia merasa bahagia karena bisa bertemu Nara di sana
"Iya Wid, tapi aku baru mau masuk Bab 1 dan 2, kamu ambil skripsi juga?sudah jauh yah?kok aku nggak tahu yah kalau kamu ambil skripsi juga di semester, Nadia nggak pernah cerita"
"Nadia emang nggak tahu kalau aku ambil skripsi, Alhamdulillah aku tadi baru saja Acc bab 3, kamu semangat ya Bu Nawang enakan kok orangnya, jelas saja kamu nggak tahu, karena semua tentangku kamu memang nggak pernah mau tahu kan?"
"Apaan sih Wid"
Mereka kemudian saling ngobrol hingga kini giliran Nara yang masuk ke dalam untuk konsultasi, kurang lebih 15 menit Nara ada di dalam ruangan saat dia keluar ternyata Widi masih ada di sana.
"Wid, kamu kok belum pulang?"
"Gimana hasilnya Ra?"
__ADS_1
"Masih perlu revisi, tapi ya it's oke sih nggak terlalu banyak, di tanya juga kamu kenapa masih di sini?sudah sore lho ini"
"justru itu karena sudah sore, makanya aku nungguin kamu, kamu nggak bawa motor kan?aku nggak lihat motor kamu soalnya, kita pulang sama-sama ya" Ajak Widi kebetulan Widi kesana bawa mobil
"Nggak usah Wid aku pulang sendiri aja"
"Nara, ini sudah sore, mau hujan juga"
"Tapi Wid" sebenarnya Nara nggak enak takut kalau Nadia tahu juga mereka pulang bersama bisa-bisa terjadi perang dunia ke tiga di antara mereka bertiga
"Nggak usah tapi-tapi, ayo" paksa Widi sambil menarik tangan Nara kemudian mendorongnya ke mobil untuk duduk di depan
"Dasar tukang maksa" Gerutu Nara
sebenarnya Nara begitu dag-dig-dug tak menentu dengan perlakuan Widi tersebut,
baru sampai 10 menit perjalanan tiba-tiba hujan turun dengan sangat deras, Nara memejamkan matanya
Sekilas Widi nampak melihat ke arah Nara kemudian mengingat semua yang sudah terjadi pada Nara
"Nara, aku tahu bagaimana rasa sakitnya di khianati, aku salut sama kamu, kamu mampu menutupi semuanya" Ucap Widi dalam hati
"Ra, kita mampir makan dulu ya"
"Nggak usah Wid, kita langsung pulang aja ya, aku cape banget" sebenarnya dia nggak tenang juga sih takut Nadia lihat dan salah paham, rasanya dia sudah ingin cepat-cepat sampai ke kos
Melihat wajah Nara yang terlihat lusuh dan memang sepertinya sangat lelah akhirnya mereka langsung menuju ke kos Nara, namun
sebelumnya Widi memesan makanan via online untuk di kirim ke alamat kos Nara.
Setelah sampai di kos, Widi turun kemudian duduk di kursi yang ada di depan kamar, hujan sudah reda kala itu
"Wid, kamu nggak langsung pulang?"
"Kamu ngusir aku?"
"Ya bukannya gitu Wid, aku takut Nadia..." Ucapannya terhenti karena tiba-tiba Widi tanpa permisi tanpa aba-aba dia langsung memeluk Nara
"Wid, kamu apa-apaan sih, lepasin aku Wid" Nara berusaha melepaskan diri tapi Widi sangat erat memeluk dirinya, jantung Nara berdebar-debar tak karuan, begitu juga dengan Widi, Nara bisa merasakan debaran detak jantung Widi yang sangat tak beraturan tersebut
"Maafkan aku Nara, Maafkan aku..aku sudah tahu semuanya tentang kamu dan Niko, maafkan aku yang tidak ada di sampingmu saat kamu sedang terluka" Ucap Widi sambil terus memeluk Nara
Deg...Nara sangat terkejut mendengarnya
Bersambung....
__ADS_1