Di Antara 2 Hati

Di Antara 2 Hati
Hanya kamu di hatiku


__ADS_3

"Sayang apa kamu pernah jatuh cinta sama Widi?" Niko tiba-tiba bangun dari pangkuan Nara dan memegang kedua pundak Nara serta menatap wajah Nara dengan dekat


"kenapa kamu tiba-tiba tanya seperti itu?" Nara melepaskan tangan Niko dari pundaknya


"kamu nggak marah kan?aku hanya ingin tahu?"


"Mengapa Niko tiba-tiba tanya seperti itu" Ucap Nara dalam hati


"Ya sudah kalau nggak mau jawab, nggak usah di jawab juga nggak apa-apa, nggak penting juga, kita jalan-jalan ke sana saja yuk" Niko berdiri dari tempat duduknya dan menggandeng tangan Nara namun tiba-tiba Nara menghentikannya


"Tunggu yank, aku akan jawab pertanyaan kamu" Nara pun menarik Niko kembali untuk duduk di sebelahnya kemudian dia memegang kedua pundak Niko

__ADS_1


"kamu tatap mataku baik-baik yank, apa ada cinta lain di mataku selain untukmu?apa kamu meragukanku?Widi memang pernah dekat denganku karena dia teman sekelasku saat SMA, dia juga partner lombaku dulu, tapi hubungan kita tak pernah lebih dari sekedar teman, aku nggak pernah memiliki perasaan lebih kepadanya, sejak dulu hingga sekarang bahkan sampai kapanpun di hatiku hanya ada kamu seo..." belum selesai Nara bicara tiba-tiba Niko membenamkan bibirnya dengan lembut ke dalam bibir Nara sementara kedua tangannya berada di kedua pipi Nara, Nara pun menyambut permainan bibir Niko, mata Nara yang dari tadi sudah berkaca-kaca kini terpejam menikmati sensasi pertemuan antara bibirnya dengan bibir kekasihnya tersebut, namun tiba-tiba Niko melepas pagutanya


"maafkan aku sayang, aku percaya kamu, aku hanya takut kehilanganmu" belum sempat Nara menjawabnya Niko pun kembali melahap bibir Nara dengan sangat lembut dan setelah puas ia pun menyudahi permainan tersebut, di usapnya sudut bibir Nara yang terlihat basah menggunakan tanganya, kemudian Nara pun membenamkan kepalanya dalam dada bidang Niko sementara tangannya melingkar ke dalam pinggang Niko keduanya saling berpelukan sangat erat.


"aku sangat mencintaimu yank" Ucap Nara yang kini ada di pelukan Niko


"aku lebih sangat-sangat mencintaimu" Ucap Niko sembari mencium kening Nara dan mengusap-usap rambut Nara


"Maafkan aku sayang, aku sudah jahat sama kamu, aku sudah mengkhianati cinta sucimu untukku, cinta suci kita, tapi sampai kapanpun aku nggak mau kehilangan kamu, aku nggak akan melepaskanmu, aku tak akan sanggup bila harus jauh darimu, aku sangat mencintaimu sangat mencintaimu Kinara Salsabila Utami" Ucap Niko dalam hati


di lain tempat terlihat seorang pria yang sedang duduk di dalam kamarnya sambil mengingat ucapan Nara tadi

__ADS_1


"Nadia orang yang baik, nggak ada salahnya kamu buka hati untuk dia, aku akan bahagia kalau kamu bisa bersamanya, btw selamat ulang tahun ya, doanya yang baik-baik semua untukmu"


"arghhhhhh" Widi mengusap mukanya menggunakan tangannya dengan kasar


"Nara, apa kamu tahu betapa aku mencintaimu" Ucap Widi dalam hati


"kamu kenapa sayang?" Mamahnya Widi tiba-tiba mendekat ke Widi dan memegang pundak anaknya


"Nggak kenapa-kenapa ko mah, Widi ke kamar mandi dulu ya"


"Nggak usah bohong sama mamah, Widi anak mamah, darah daging mamah, jadi apapun yang Widi rasakan mamah juga bisa merasakan, mama tahu Nadia bukan pacar kamu kan?"

__ADS_1


Widi pun merasa kaget mengapa mamahnya bisa mengatakan hal tersebut


Bersambung...


__ADS_2