Di Antara 2 Hati

Di Antara 2 Hati
Kamu berhak bahagia


__ADS_3

"Widi...Kamu berhak bahagia" Ucap Nara dalam hati saat melihat Widi yang sedang menyuapi Nadia sambil tertawa bersama.


Saat masuk kamar Nara pun merapikan laptop dan buku-buku yang berserakan di meja, kemudian dia beranjak ke kasur untuk istirahat.


Keesokan paginya


subuh-subuh Nara pun membangunkan kekasihnya lewat telefon


"sayang, bangun...sudah shalat belum?jangan lupa kamu harus ke terminal jemput mamah" Nara


"Alhamdulillah sudah yank, iya ini juga lagi siap-siap mau berangkat yank, gimana tidurnya semalam yank nyenyak engga, kamu demam lagi engga yank?" Niko


"Alhamdulillah semalam tidurnya sangat nyenyak yank dan sudah nggak demam lagi kok, nanti juga berangkat kuliah" Nara


"Syukur lah yank, ya sudah aku ke terminal dulu yah, kamu jangan lupa sarapan ya sayang, I Love You...Muach😘" Niko


"Iya sayang hati-hati ya, love you more, muach😘" Nara


Niko pun pergi menjemput mamahnya ke terminal kemudian kembali ke kos.


"mamah istirahat dulu mah, Niko buatkan teh manis dulu ya mah" Ucap Niko


begitu masuk mamahnya Niko pun langsung menatap seluruh ruangan kamar anaknya sambil merapikan barang-barang yang berserakan kemudian melihat foto anaknya bersama kekasihnya yang terpasang di dinding kamar.


"Nak, kalian sudah pacaran berapa lama?mamah nggak melarang kamu pacaran, tapi satu hal yang harus kamu ingat Nak, kamu harus jaga diri, jangan sampai mengecewakan mamah sama papah, harus ada batasnya, tapi mamah sih yakin sejak pertama bertemu sama Nara, mamah yakin kalau dia anak yang baik, sopan lagi anaknya, beda sama mantan kamu yang dulu, kamu jaga dia baik-baik ya Nak" Ucap Mamahnya Niko sambil memandang dan memegang foto anaknya bersama kekasihnya


"I.iya mah, aku janji akan jaga Nara sebaik mungkin dan nggak akan mengecewakan mamah sama papah" Ucap Niko sambil mengaduk teh dalam cangkir


"maafkan Niko mah, Niko sudah mengecewakan mamah dan bahkan sudah menyakiti Nara" Ucap Niko dalam hati


"mamah rencananya berapa hari di sini?" Ucap Niko sambil meletakan secangkir teh hangat di atas meja


"engga berhari-hari Nak, besok juga pulang, kalau kelamaan di sini nanti toko siapa yang juga, sayang kan di tinggal lama-lama" Ucap mamahnya Niko

__ADS_1


"besok pulang?kenapa sebentar banget mah, Niko kan pengin ajak mamah keliling jogja dulu, hari ini kayaknya Niko kuliah sampai jam 3 mah, mamah nggak apa-apa kan mah kalau di sini dulu, atau mamah mau jalan-jalan, nanti niko pesan grab?"


"nggak apa-apa Nak mamah di sini saja, lagian mamah ke sini kan niatnya memang pengin ketemu anak mamah, bukan mau jalan-jalan, kamu kuliah saja biar mamah nunggu di sini sambil nih beresin kamar kamu yang Subhanallah Nak..Nak..mbok ya oo kalau baju kotor itu di kumpulkan jadi satu jangan asal geletak seperti ini" Ucap mamah Niko sambil memunguti baju kotor yang berserakan di mana-mana.


Niko pun hanya tersenyum sambil memainkan HPnya


"Sudah sarapan belum yank?ini aku baru pulang jemput mamah, sekarang sudah di kos, nanti pulang kuliah aku ajak mamah ke kos kamu ya, kamu selesai kuliah jam berapa yank?" isi chat Niko pada Nara sambil mengirimkan foto mamahnya


"Ini lagi nunggu pesanan yank belum datang, tadi pesan bubur ayam, mau masak rasanya masih males hehe, nanti aku kuliah cuma sampai jam 12 yank, ya sayang nanti kabarin aja ya kalau mau ke kos biar aku siap-siap hehe" chat Nara


"ashiap sayangku, sorean paling ke kos kamunya yank soalnya aku kuliah sampai jam 3 nanti" Niko


"iya sayang, jam berapapun yang penting kabarin aku ya" Nara


"iya sayang, kamu sudah sehat banget belum yank, kalau masih pusing libur dulu aja kuliahnya ya" Niko


"sudah sehat kok sayang, makasih ya semua ini berkat kamu juga yang sudah tlaten banget ngurusin aku kemarin, aku beruntung memilikimu yank" Nara


"aku lebih beruntung lagi punya kamu, maafkan aku yang masih banyak kekurangan ya yank" Niko


"Iya sayang nanti aku sampaikan ke mamah, ya sudah sampai jumpa nanti sore ya, muach😘" Niko


merekapun mengakhiri percakapan mereka, setelah makanan yang di pesan datang Nara pun kemudian pergi ke kamar Nadia sambil membawa makanan untuk di santap bersama


"Nadia, kamu gimana sudah sehat belum?ini aku tadi pesan bubur ayam buat sarapan, kita makan sama-sama ya" Ucap Nara saat masuk ke kamar Nadia


"Nara, kamu pakai repot-repot segala bawakan aku sarapan, aku sudah sehat kok, maaf semalam merepotkan kalian ya, aku jadi nggak enak"


"sudah sepantasnya Nad, sesama teman kita harus saling tolong menolong, kebetulan aku tadi pesan dua, ayo di makan, lain kali jangan telat makan lagi ya, kita harus jaga kesehatan Nad, apalagi jadwal kuliah kita super padat"


"iya Nar, sekali lagi terimakasih ya, aku beruntung punya sahabat seperti kamu" ucap Nadia sambil memeluk Nara


"Iya Nad sama-sama, ya sudah kita sarapan dulu yuk"

__ADS_1


mereka pun sarapan bersama


"tapi aku senang Nad, semalam aku jadi bisa berduaan sama Widi, dia ternyata perhatian yah, aku makin lope-lope sama dia" Ucap Nadia sambil membayangkan wajah Widi


"senang sih senang tapi lain kali jangan bikin orang khawatir lagi, oke?" Ucap Nara sambil menyantap bubur ayam


"hehehe iya maaf.maaf"


Selesai makan mereka pun berangkat sama-sama ke kampus, mereka pun pergi berboncengan, di jalan saat lampu merah tiba-tiba motor mereka bersebelahan dengan Dimas, Dimas pun menyapa Nara dan Nadia


"Hai Nara, Hai Nadia" Ucap Dimas sambil tersenyum


Nadia dan Nara pun hanya menganggukan wajahnya sambil tersenyum


Melihat Dimas, Nara sebenarnya ada perasaan trauma, takut dan lain sebagainya, ia kembali teringat semuanya, tapi ia mencoba tenang dan menarik nafas dalam-dalam


"kamu bisa Nara, kamu bisa, Dimas nggak mungkin macam-macam sama kamu" Ucap Nara sambil menarik nafas dan menghadap ke depan


"Nara, kamu baik-baik saja?" Ucap Nadia saat melihat Nara yang gelisah


"aku baik-baik saja kok Nad" sahut Nara


lampu merah pun kembali hijau dan tak lama kemudian mereka sampai di parkiran kampus,.


"Nara, apa kamu sedang sakit, wajah kamu terlihat pucat?" Ucap Dimas yang tiba-tiba ada di sebelah Nara dan Nadia sambil memegang lengan tangan Nara


"jangan sentuh aku!pergi!" Ucap Nara dengan Nada tinggi kemudian dia pun lari masuk ke kalasnya meninggalkan Nadia dan Dimas


"Maaf ya Kak Dimas aku duluan" Ucap Nadia sambil mengejar Nara


"Nara...tunggu" teriak Nadia sambil tergopoh-gopoh


"Nara, apa kamu segitunya sama aku?padahal aku hanya tanya keadaan kamu?" Ucap Dimas dalam hati

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2