Di Antara 2 Hati

Di Antara 2 Hati
Terbuka


__ADS_3

"Ra, apa kabar?sudah kelas 3 yah sekarang?bagaimana kemarin nilai raportnya masih peringkat 1 engga?" isi pesan yang baru saja masuk ke HP Nara, ternyata pesan itu dari Niko, karena nomornya tidak ada di daftar contact jadi Nara melihat foto profilnya dan ada gambar Niko bersama Intan yang berarti itu pasti dari Niko soalnya kalau Intan jelas tidak mungkin.


Nara pun jadi bingung, ini foto profilnya masih berdua sama Intan tapi kok tadi aku lihat Intan sama cowo lain, apa itu tandanya Intan selingkuh dari Niko, why?mengapa Intan tega sekali menduakan Niko, padahal selama ini Niko cinta mati sama Intan, karena dulu saat Nara dan Niko masih dekat, Niko pernah curhat ke Nara kalau dia sayang banget sama Intan, apapun rela dia korbankan demi Intan, tapi kenapa malah balasannya seperti ini "Ucap Nara dalam hati"


"Woy..pesan dari siapa sih, kayaknya serius banget, turun dulu, kita duduk di sebelah sana sambil ngobrol" Ucap Widi


Nara pun akhirnya keluar dari mobil kemudian membalas Chat Niko


"Alhamdulillah kabar baik Nik, kamu sendiri bagaimana kabarnya?oh iya bagimana hubungan kamu sama Intan, memang dia engga marah kalau tahu kamu hubungin aku lagi?" balas Nara


"Itulah Ra, beberapa hari ini Intan susah banget di hubungi, akhir-akhir ini dia banyak berubah, aku bingung harus bagaimana, aku juga engga tahu salahku di mana, mungkin karena sekarang kita jarang ketemu, karena aku sedang sibuk menyiapkan segala sesuatu buat kuliah, maaf kalau aku jadi curhat sama kamu ya Ra, aku bingung harus cerita ke siapa lagi, aku dapat nomor kamu kemarin dari Adi" Balas Niko

__ADS_1


Nara pun bingung harus menjawab apa, karena di sisi lain dia tahu Intan mengkhianati Niko tapi di satu sisi engga mungkin juga kan Nara memberi tahu Niko tentang Intan pasti Niko akan hancur banget hatinya kalau tahu cewenya selingkuh, dan Nara engga mau melihat Niko sedih karena baginya kebahagiaan Niko adalah Kebahagiaannya juga.


"Ra, ada apa sih kayaknya bingung banget" Tanya Widi dan akhirnya Nara pun menceritakan semuanya ke Widi dari awal sampai akhir, dia juga cerita bagaimana perasaannya selama ini ke Niko (bisa bayangin engga bagaimana hati Widi saat itu, Nara.Nara bisa-bisanya kamu menceritakan itu semua ke Widi, dasar bodoh ahahaha), selesai Nara menceritakan semuanya tiba-tiba Widi bertanya


"Terus sekarang apa yang bakal kamu lakukan?kamu mau melaporkan kelakuan tu cewe ke siapa tadi namanya lupa, biar dia tahu terus mutusin pacarnya, terus kamu bisa jadian sama dia" Ucap Widi


"Plakkkkkkkk" Nara tiba-tiba menampar pipi Widi dan sambil menangis, melihat Nara menangis Widi pun langsung memeluk erat tubuh Nara


"Maafkan Aku Ra" Ucap Widi sambil memeluk Nara erat-erat, Nara awalnya menolak di peluk Widi namun Widi malah memaksa dan memeluknya lebih erat


"Maafkan aku ra, entah mengapa aku merasa takut dan belum siap jika kamu harus pergi dari sisihku meski aku juga belum yakin akan perasaanku padamu" Ucap Widi dalam hati

__ADS_1


"Kamu boleh nangis sepuasnya" Ucap Widi


saat itu pun hp Nara terus bergetar, berisi beberapa chat dari Niko namun Nara belum membukanya malah kemudian menyimpan HP tersebut di tas, setelah selesai menangis dia pun merasa lega dan meminta maaf juga kalau dia jadi curhat, Widi adalah satu-satunya orang yang mengetahui perasaan Nara ke Niko saat ini entah mengapa Nara merasa kalau Widi memang harus tahu semuanya karena dia engga mau ada yang di tutup-tutupi dari Widi meski sejauh ini hubungan mereka pun belum jelas.


"Aku tidak tahu Wid perasaan aku ke Niko akan berakhir kapan, tapi yang pasti selama ini aku sedang berusaha untuk melupakannya, sejak dulu sejak aku tau dia sudah berkekasih aku sedikitpun tidak pernah berharap dia akan menatapku di sini ataupun membalas segala perasaanku" Ucap Nara


"Ra, aku tidak mau menjanjikan apapun untukmu, aku tidak janji aku tidak akan mengecewakan kamu, tapi aku akan berusaha untuk membahagiakan kamu sebisaku semampuku sampai kapanpun, aku pastikan kamu tidak akan pernah menangis lagi, wajah cantikmu, pipi mulusmu itu hanya boleh di tetesi oleh air mata bahagia, karena Bahagiamu adalah Bahagiaku, kita ikuti skenario yang di Atas dan biar waktu yang akan menjawab semuanya, kamu bisa cerita apapun ke aku kapanpun kamu mau, aku akan menjadi sahabat dan pendengar setia" Ucap Widi sambil menggenggam erat tangan Nara


"terimakasih banyak ya Wid, btw aku lapar, kita makan dulu yuk" Ucap Nara sambil memegang perutnya yang sudah keroncongan dari tadi.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2