Di Antara 2 Hati

Di Antara 2 Hati
Hanya Teman


__ADS_3

Betapa kagetnya mereka saat pintu di buka dan ternyata yang membuka pintu tersebut adalah seorang Wanita yang tidak lain tidak bukan dia adalah Ibunya Widi, orang tuanya Widi datang tadi malam sengaja karena ingin merayakan ulang tahun anaknya.


"Assalamualaikum Tante, apa benar ini kamarnya Widi, Widinya ada? Ucap Nadia


"Waalaikumsalam, hallo Nak Nara bagaimana kabarnya, ini siapa dan ini kalian bawa apa saja?wah-wah pakai repot-repot segala, banyak banget pula, ayo masuk Widi ada di dalam lagi ngobrol sama papahnya"


mendengar ibunya menyebutkan nama Nara Widi pun langsung berdebar-debar dan berbunga-bunga serta bertanya dalam hati


"Ngapain Nara pagi-pagi sudah ada di sini"


"Siapa Mah?" Teriak Widi dari dalam sana


Mamahnya Widi menghadap ke arah Widi hendak memberi jawaban, terlihat Nadia yang tiba-tiba menyikut lengan tangan Nara


"Kok kamu nggak bilang ke aku sih kalau sudah kenal sama mamahnya Widi?" Nadia bicara bisik-bisik ke telinga Nara


"Aku juga ketemu sekali dulu dan itu nggak sengaja" Nara mencoba menjelaskan


mereka pun masih ada di depan kamar,


"Oiya kenalin tante, ini Nadia pacarnya Widi" mereka berdua pun kemudian berjabat tangan dan mendengar Nara mengucapkan kalau Nadia adalah pacarnya Widi membuat Nadia wajahnya merah merona dan tersipu malu,


"Owalah ini toh pacarnya Widi, akhirnya anak tante nggak jomblo lagi, ayo masuk sayang" Mamahnya Widi pun langsung merangkul kedua pundak Nadia dan mengajaknya masuk,


saat hendak masuk tiba-tiba Widi pun sudah ada di sebelah mamahnya karena tadi saat mendengar nama Nara dia segera menyusul mamahnya


"sayang, ini pacar kamu datang, lihat ini dia bawa nasi kuning cantik banget" Ucap mamahnya Widi sambil melangkah masuk ke dalam bersama Nadia yang dari tadi wajahnya berseri-seri, Nadia pun hanya tersenyum kemudian ikut masuk bersama mamahnya Widi sepertinya mereka berdua langsung terlihat akrab, sementara Nara masih ada di luar.


"Hah, pacar???" gumam Widi dalam hati, mendengar kata pacar, Widi pun bingung dan melotot serta memandang ke arah Nara namun kemudian Nara menginjak kakinya widi menggunakan telapak kakinya,


"Kinara Salsabila Utami awas kamu yah, tunggu pembalasanku, ini pasti ulah kamu kan yang bilang kalau Nadia itu pacarku! Ucap Widi dengan suara lirih serta memegang tangan Nara

__ADS_1


"Nadia orang yang baik, nggak ada salahnya kamu buka hati untuk dia, aku akan bahagia kalau kamu bisa bersamanya, btw selamat ulang tahun ya, doanya yang baik-baik semua untukmu" Ucap Nara sambil menjabat tangan Widi


"Iya makasih" Ucap Widi dengan raut wajah kesal, kemudian mereka pun segera masuk menyusul Nadia yang sudah berkumpul bersama kedua orang tua Widi.


Terlihat mamahnya Widi sedang memperkenalkan Nadia kepada papahnya Widi dan tumpeng nasi kuning pun sudah berada di atas meja


"Papah, perkenalkan ini pacarnya Widi, cantik yah pah?"


Ayahnya Widi pun kemudian segera beranjak dari tempat duduknya dan berjabat tangan dengan Nadia, kemudian Nadia pun duduk di sebelah mamahnya Widi di susul dengan Nara dan Widi yang baru masuk dan ikut bergabung


"ini nasi kuningnya buat sendiri sayang?"


"Iya tante buat sendiri di bantuin sama Nara" Ucap Nadia sambil menatap ke arah Nara


"MashaAllah sudah cantik, pintar masak juga, beruntung anak kita pah"


mendengar semua itu Widi pun hanya terdiam, kemudian mamahnya Widi mengambil kue yang sudah di siapkan untuk anaknya dan menyalakan lilin angka 20, saat mereka hendak menyanyikan selamat ulang tahun tiba-tiba HP Nara berdering dan ternyata itu adalah Niko, Nara pun menjauh dari tempat duduknya dan mengangkat panggilan dari Niko.


"Sayang, kamu di mana?aku sudah ada di depan kos kamu tapi sepi banget, kita jadi pergi kan?" Niko


"Iya sayang maaf tunggu sebentar ya, ini aku lagi nemenin Nadia dulu, sebentar lagi aku pulang"


Nara pun menutup panggilannya dan segera kembali ke Nadia, Widi, dan juga orang tua Widi untuk berpamitan


"Tante, Om dan semuanya maaf ya saya pamit duluan ada urusan"


"cie pangerannya sudah nungguin di kos yah?" Ucap Nadia yang memang sudah tahu kalau hari ini Nara akan pergi jalan-jalan bersama Niko


"motornya aku bawa pulang ya Nad, nanti pulangnya kamu di antar Widi saja"


Setelah berpamitan kepada semuanya Nara pun akhirnya berlalu dari kos Widi, sesampainya di kos terlihat Niko sudah menunggu sambil duduk di depan kamar Nara

__ADS_1


"Kamu dari mana saja sih sayang pagi-pagi begini?" Ucap Niko saat melihat Nara yang baru turun dari motornya dan meregangkan otot-otot lengan tangannya


"alhamdulillah akhirnya, cape banget aku yank habis bantuin Nadia membuat nasi kuning untuk Widi dan ini habis dari sana, maaf jadi nunggu lama ya sayang" terlihat Nara langsung duduk di kursi sambil menyelonjorkan kakinya dengan raut wajah yang nampak kelelahan


"kasihan sekali tuan putri pasti cape banget ya, di bawa minum dulu yank, mana kunci kamarnya biar aku ambilin minum"


Nara kemudian memberikan kunci kamar kosnya dan Niko masuk untuk mengambilkan air minum, Nara pun kemudian masuk ke dalam kamar


"sayang kamu sudah sarapan belum?" Ucap Nara sambil meminum air bening yang tadi di ambilkan oleh Niko


"belum yank"


"ya sudah kita sarapan dulu yuk, tadi aku sudah menyisihkan nasi kuning buat sarapan, aku juga sudah lapar banget" Nara pun kemudian mengambil sepiring nasi kuning dan lauk untuk di santap bersama kekasihnya, mereka makan sepiring berdua dan saling suap-suapan, selesai makan mereka pun bersiap-siap untuk pergi jalan-jalan, mereka rencananya akan pergi ke pantai


Sementara itu Nadia, Widi dan Orang Tuanya juga telah selesai makan nasi kuning bersama kemudian Widi mengantarkan Nadia pulang ke kosnya


"Wid, Maafkan aku ya?" Ucap Nadia sambil memegang tangan Widi


"Maaf kenapa?"


"soal omongan Nara yang tadi di kos, kalau aku pacar kamu"


"oh itu sudah lupakan saja, terimakasih untuk semuanya ya, aku juga minta maaf untuk saat ini aku belum bisa menerima kamu tapi aku akan mencoba membuka hatiku untukmu, entah sampai kapan biar waktu yang akan menjawab semuanya, untuk saat ini biarlah hubungan kita berdua tidak lebih dari sekedar teman, sekali lagi aku minta maaf Nad"


"Iya nggak apa-apa Wid, pintu hati ini terbuka kapanpun kamu mau masuk, aku akan selalu menunggumu di sini" Ucap Nadia sambil memegang dada sebelah kirinya, terlihat matanya nampak berkaca-kaca


Tak lama kemudian Widi pun berlalu dari kos Nadia,


Pantai Parangtritis ,


Niko dan Nara telah sampai di pantai, terlihat mereka berdua yang sedang duduk di pinggir pantai sambil menikmati es kelapa muda terlihat juga Niko tidur di pangkuan Nara sambil sesekali Nara mengelus-elus rambut Niko, semilirnya angin menambah kesan romantis untuk mereka berdua.

__ADS_1


"sayang apa kamu pernah jatuh cinta sama Widi?"


Bersambung...


__ADS_2