
"Ra, ada yang mau aku omongin, tapi kamu jangan marah ya" Ucap Niko sambil menggenggam tangan Nara
"Apa sih Nik, sudah kamu istirahat saja" Jawab Nara sambil mencoba melepaskan genggaman tangan Niko namun Niko tidak mau melepaskannya mereka pun saling berhadap-hadapan
"Astaga mau ngomong apa sih Niko, mengapa aku jadi deg-degan gini rasanya jantungku seperti mau copot" Ucap Nara dalam hati
"Ra, Aku Cinta sama Kamu, Aku Sayang sama Kamu" Ucap Niko
Nara pun hanya bisa terdiam dan tidak menyangka sama sekali kalau Niko akan mengatakan hal seperti itu, ia tidak menyangka kalau cowo yang selama ini dia cintai secara diam-diam kini ada di hadapannya dan sedang mengutarakan isi hatinya, Nara pun bingung harus berkata apa, antara sedih dan bahagia, tidak terasa diapun meneteskan air mata, kenapa kamu hadir di saat aku sudah mulai melupakan kamu Nik, kenapa kamu harus hadir di saat aku sudah memiliki rasa nyaman bersama pria lain, melihat Nara menitikanbair mata Niko pun kemudian menghapusnya dengan tangannya
__ADS_1
"Aku ingin membuatmu bahagia" Ucap Niko sambil terus mendekatkan wajahnya ke wajah Nara dan kini jarak wajah mereka pun hanya beberapa Inci, terlihat bibir Niko yang semakin mendekat juga ke arah bibir Nara, namun tiba-tiba terdengar suara pintu akan di buka sepertinya akan ada seseorang yang masuk ke ruangannya, Nara pun kemudian mengusap air matanya dan kembali duduk di samping ranjang Niko ternyata ibunya yang masuk setelah ibunya datang Nara pun berpamitan untuk pulang dan sebelum pulang Niko memberikan sebuah bingkisan yang terbungkus rapih namun terlihat penyok karena jatuh di jalan saat kecelakaan, Nara pun menerima hadiah tersebut dan membawanya pulang.
Selama di perjalanan pulang pun dia selalu memikirkan apa yang tadi Niko ucapkan dia seakan masih tidak percaya kalau Niko mengatakan hal itu.
sesampainya di rumah dia terus masuk kamar dan melihat HP karena sudah banyak chat yang masuk dan belum sempat dia buka
"kamu engga harus memberi jawaban sekarang ra" Chat Niko
"Ra, Selamat ulang tahun ya" Chat dari beberapa temen-temen yang mengucapkan selamat ulang tahun untuk dirinya
__ADS_1
setelah itu Nara mencoba untuk membuka bingkisan kado yang di berikan oleh Niko di hari ulang tahunnya yang ke 17, ternyata isi kado tersebut adalah sebuah boneka yang berbentuk Love dan tak lupa juga berisi tulisan ungkapan perasaan Niko "I Love You Nara" dan tulisan tersebut menempel dalam bentuk hati yang ada di tengah-tengah boneka tersebut
"Aku tidak tahu kapan rasa ini hadir, yang ku tahu aku selalu merasa nyaman dan bahagia saat mendengar segala sesuatu tentangmu, aku ingin bisa membahagianmu dan merajut kasih denganmu, mungkin kamu bukan cinta pertamaku tapi aku sangat yakin kamu lah yang terakhir untukku, Aku cinta kamu hari ini, esok dan seterusnya, maafkan aku yang terlambat menyadari, I LoVe You Kinara Salsabila Utami dariku yang sangat mencintaimu Niko Saputra" isi sebagian tulisan yang ada di kertas dalam bingkisan tersebut
Hal itu pun membuat Nara menjadi semakin bingung harus bagaimana, tidak mungkin juga dia menolak Niko apalagi melihat kondisinya yang sekarang namun di sisi lain dia juga berat untuk memikirkan perasaan Widi, meski sejauh ini hubungan mereka juga masih sebatas teman tapi mesra karena Widi belum tidak pernah mengungkapkan perasaannya dan dulu juga dia pernah bilang kalau mengganggap Nara hanya sahabat hehehe.
tottttttttt, terdengar suara klakson mobil dan ternyata itu adalah mobil Widi namun ia tidak datang sendirian, ia datang bersama teman-temannya yang menggunakan motor, ada Mamet, Fira, Dian dan yang lainnya, mereka pun datang membawa kue dan beberapa makanan tak lupa juga beberapa kado, Nara pun segera buru-buru membukakan pintu karena di rumah sedang tidak ada orang, keluarganya sedang pergi ke rumah Neneknya.
Nara pun terkejut melihat Widi dan yang lainnya datang dengan membawa kue, dan beberapa makanan, mereka pun berencana untuk masak dan makan bersama di rumah Nara untuk merayakan Sweet Seventeen nya Nara, mereka pun saling berbagi tawa namun berbeda dengan Widi, dia melihat sesuatu yang beda dari Nara, Nara memang tersenyum tapi senyumnya terlihat tidak lepas seperti biasa, pandangannya kosong seakan ada hal yang sedang ia pikirkan,
__ADS_1
Widi pamit ke kamar mandi namun saat ia hendak ke kamar mandi dia melihat kamar Nara terbuka dan melihat boneka hati yang di berikan oleh Niko serta melihat selembar kertas yang jatuh di lantai, karena penasaran Widi pun berusaha untuk melihat kertas tersebut dan masuk ke kamar Nara secara diam-diam.
Bersambung...