Di Antara 2 Hati

Di Antara 2 Hati
Sampai Tutup Usia


__ADS_3

Setelah sesi foto-foto selanjutnya mereka makan bersama kemudian satu persatu dari mereka pamit pulang


"Dian, sekali lagi happy wedding ya, bahagia selalu dan semoga segera di beri momongan" Ucap Nara sambil memeluk Dian saat dia akan berpamitan untuk pulang


"Nggak usah kelamaan ngobrolnya atau mau aku tinggal" dari belakang terdengar suara Widi yang seakan tidak sabar menunggu Nara yang sedang mengucapkan selamat pada Dian


"Dasar engga sabaran" celetuk Nara


"Iya terimakasih ya kalian sudah mau jauh-jauh datang kesini"


"ya sudah aku pulang dulu ya, pak supirnya sudah marah-marah" Nara terkekeh sambil menggandeng Nadia


"Ayo Nad, sebelum pak supir sungutnya keluar" ajak Nara seraya berjalan keluar gedung menuju parkiran


mendengar itu pun seketika Widi langsung melotot

__ADS_1


"Aku rela ko Ra selamanya jadi supir yang siap mengantar kamu kemanapun kamu pergi" Ucap Widi dalam hati kemudian menyusul Nadia dan Nara yang sudah berjalan duluan di depan.


Di tengah perjalanan hujan tiba-tiba mengguyur kota tersebut sedangkan untuk sampai ke jogja kira-kira masih butuh waktu 1 jam lagi.


"Nad, kayaknya hujan-hujan makan bakso enak yah?kamu mau juga engga?"


"Aku sih terserah pak supir saja" jawab Nadia seraya senyum dan melirik ke wajah Widi yang sedang serius menyupir


Widipun langsung melotot ke arah Nadia dan tak lama berselang mobil nya terparkir di depan warung bakso, sambil menunggu pesanan tiba Nara berpura-pura untuk pergi ke kamar mandi karena dia ingin memberikan kesempatan untuk Nadia dan Widi supaya mereka lebih saling mengenal satu sama lain.


"Wid, Nara kemana yah, ini baksonya sudah datang kok dia belum nongol juga"


"lagi nanggung mungkin" jawab Widi


"Aku tau Ra, kamu pasti sengaja kan lama-lama di kamar mandi supaya aku bisa berduaan sama Nadia" Ucap Widi dalam hati

__ADS_1


"Tu dia baru nongol" Ucap Nadia sembari melihat ke arah Nara yang nampak sedang berjalan menuju ke arah mereka


"Maaf kalau aku lama ya, tadi pas di belakang Niko telfon saking asyiknya sampai lupa kalau lagi di kamar mandi" Jawab Nara sambil terkekeh


Padahal kenyataannya tadi dia di belakang hanya duduk manis memainkan HPnya, karena dia memang sengaja memberikan kesempatan untuk Widi dan Nadia agar mereka lebih mengenal satu sama lain, sembari menunggu di belakang sebenarnya Nara juga berniat menghubungi Niko kekasihnya, namun nomor Niko sedari tadi susah di hubungi.


"Di makan dulu baksonya Nar, nanti keburu dingin nggak enak, maaf ya kalau kita makan duluan habisnya kamu lama sih di tungguin" Ucap Nadia sambil menyodorkan semangkok bakso ke arah Nara yang duduk di sebelahnya


"Untung tadi nggak kita tinggal" celetuk Widi


kemudian tanpa butuh waktu lama Nara segera melahap bakso tersebut karena merasa lapar apalagi sedang hujan, nikmatnya😋😁


setelah itu mereka pun kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanan, hujan masih deras kala itu, di dalam mobil suasana nampak hening, Nara sibuk dengan HPnya karena dari tadi nomor kekasihnya tidak bisa di hubungi, sementara Nadia bingung mau ngomong apa dan Widi fokus nyetir mobil, saat lampu merah tiba-tiba Widi memutar musik supaya mobilnya tidak seperti kuburan, lampu merah berakhir perjalanan di lanjut, karena kekenyangan di tambah alunan musik yang mendayu-dayu dan begitu lembut di telinga, di tambah AC mobil yang begitu dingin, membuat Nadia terasa mengantuk dan tak butuh waktu lama kemudian tertidur, tak sengaja kini musik sedang memutar lagunya "Angga Candra yang berjudul Sampai Tutup Usia" mendengar alunan lagu itupun tiba-tiba Nara langsung melirik ke arah Widi dan kemudian jadi ingat saat pertama kali naik mobil tersebut, teringat momen saat makan bakso bersama Widi, teringat saat Widi memberikannya ikat rambut, teringat saat dirinya pertama kali melakukan ci**an bersama Widi dan semua itu membuat jantung Nara berdetak kencang seakan hendak lepas dari tempatnya,


"ahh perasaan macam apa ini?"

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2