
"arghh tidak-tidak perasaan macam apa ini?mengapa hatiku rasanya nggak rela kalau Widi bicara seperti itu, ingat Nara ingat kalau Widi dan Nadia bersatu kamu juga bahagia, kamu juga harus ingat kalau ada Niko yang sangat mencintai kamu" Ucap Nara dalam hati
"Nara, kamu baik-baik saja?" Ucap Dimas karena melihat Nara yang sedang melamun dan seperti sedang memikirkan sesuatu
"I.iya Kak Dimas maaf ya sepertinya aku sudah mengantuk...hoam" Nara pun sambil menguap dan menutup mulutnya dengan telapak tangan, ia sengaja berbohong supaya Dimas cepat pulang.
karena ingin memberikan kesan yang baik di mata Nara, mendengar Nara bicara demikian Dimas pun merasa nggak enak kemudian pamit pulang
"oh ya sudah kalau begitu aku pulang ya, kamu istirahat, besok-besok aku boleh main ke sini lagi kan?"
"Iya Kak Dimas boleh kok, maaf ya Kak aku nggak bermaksud ngusir Kakakš"
"Iya Ra nggak papa kok santai saja"
__ADS_1
Dimas pun pergi meninggalkan kos Nara, sebelum masuk ke kamar, Nara memberikan beberapa snack makanan ringan dari Dimas untuk Nadia dan Widi setelah itu Nara pun masuk ke kamarnya, di dalam kamar dia pun melanjutkan chating bersama Niko kekasihnya, namun di sisi lain dia juga masih memikirkan Widi entah mengapa bayang-bayang Widi selalu saja ada di hatinya, sebelum memilih Niko untuk menjadi kekasihnya sebenarnya Nara memang sudah memiliki perasaan lebih dari sekedar sahabat ke Widi namun dia nggak yakin akan perasaannya tersebut di tambah Widi juga nggak pernah mengungkapkan kata cinta kepada dirinya, selain itu Nara juga nggak tega melihat kondisi Niko saat itu yang habis kecelakaan, itulah sebabnya Nara memilih Niko saat itu karena dia merasa kasihan, sudah hampir satu tahun mereka jadian tapi selama itu juga Nara belum mampu melupakan Widi atau menghapus nama Widi dari hatinya, ya tanpa sadar ternyata saat itu saat Nara belum memilih Niko untuk jadi kekasihnya, Widi sudah berhasil menggeser posisi Niko di hatinya Nara bahkan sampai saat ini Nara masih memiliki perasaan lebih dari sekedar sahabat terhadap Widi meski menurutnya perasaan tersebut hadir di waktu yang salah, dulu dia pikir perasaannya terhadap Widi akan hilang setelah ada Niko di sisihnya tapi ternyata rasa itu masih ada bahkan semakin pedih saat melihat Widi bersama cewe lain tapi dia juga nggak mau egois, Widi juga butuh seseorang yang bisa menyayanginya dengan tulus dan menurutnya Nadia adalah orang yang tepat yang bisa membahagiakan Widi.
"Nara mengapa kamu harus masuk, aku ingin melihatmu lebih lama lagi" Ucap Widi dalam hati sambil memandang ke arah kamar Nara
"Wid, masih jam 8 kita keluar yuk" Ajak Nadia
"Kemana Nad?" sahut Widi
"Tapi ini sudah malam Nad, besok lagi ya"
"Ayolah Wid, pleasešjam 9 pulang yah.yah?" Nadia pun terus memohon
"Oke baiklah"
__ADS_1
"Makasih Wid, aku ambil jaket dan tas dulu ya"
Saat Nadia masuk Widi pun bersiap-siap untuk memarkirkan motornya namun saat hendak menuju ke parkiran dia melewati kamar Nara dan mendengar kotak musik yang sedang di putar dari dalam kamar Nara, kotak musik tersebut berisi alunan nada lagunya "Angga Candra-Sampai Tutup Usia", Widi pun jadi teringat kalau dulu dia pernah memberikan kotak musik pada Nara sebagai hadiah ulang tahun, kotak musik tersebut memang sengaja Widi pesan untuk hadiah ulang tahun Nara dan itu berarti Nara masih menyimpannya dengan baik, bahkan membawanya sampai ke kos.
"Nara, apa kamu belum tidur?kotak musik itu, ternyata kamu menyimpannya dengan baik, terimakasih Ra" Ucap Widi dalam hati sambil memegang pintu kamar Nara namun tak lama kemudian ia kembali melangkah menuju motornya karena nggak mau Nadia melihatnya, Widi nggak mau kalau sampai Nadia tahu dirinya memiliki perasaan lebih ke Nara, karena dia nggak mau menghancurkan persahabatan mereka, persahabatan antara Nadia dan Nara.
Widi dan Nadia pun akhirnya sampai di cafe tempat di mana Nabila dan Tri Suaka manggung, di sana banyak muda-mudi yang sudah nongkrong menikmati alunan lagu-lagu yang di bawakan.
Sementara itu Nara di kamar sedang menikmati lantunan nada yang ada di kota musik tersebut sambil memandangi foto dirinya dengan Widi saat acara pernikahan Dian dulu.
"Widi...mungkin selamanya kita memang di takdirkan untuk menjadi sahabat supaya kita tidak saling menyakiti satu sama lain, aku hanya bisa menyebutmu dalam setiap sujud panjangku semoga Tuhan selalu menjagamu dan hidupmu bahagia selaluš¤²kita hanya sahabat bahkan sampai kapanpun kita akan tetap menjadi sahabat" Ucap Nara sambil mengusap-usap foto tersebut dalam HPnya.
Bersambung...
__ADS_1