
"Nad, ke kantin yuk" Ucap Widi sambil berdiri di samping Nadia yang sedang duduk
"hah, apa Wid?" Ucap Nadia merasa kaget karena ini untuk pertama kalinya Widi masuk ke kelas mereka kemudian menghampiri Nadia
"Ke kantin, mau engga?kalau engga mau ya sudah aku ke sana sendirian aja" Widi menegaskan sambil melangkahkan kakinya
"mau.mau, tunggu aku" Ucap Nadia sambil memegang tangan Widi
"Nara, ayo ke kantin" Ucap Nadia dengan wajah berseri-seri
"kalian duluan saja nanti aku nyusul, aku mau telfonan dulu sama doi😁" Ucap Nara
"beneran nih?" Ucap Nadia
"Iya Nad beneran"
"Buruan, lama banget sih, kalau Nara nggak mau ya sudah nggak usah di paksa" Ucap Widi sambil berjalan keluar kelas
"iya.iya dasar nggak sabaran, ya sudah aku duluan ya Nar" Ucap Nadia sambil memegang pundak Nara
"Iya Nad"
"sekarang kamu harus fokus dengan perasaanmu ke Niko Ra, kamu sangat mencintai Niko..sangat mencintai Niko" Ucap Nara dalam hati sambil menatap nanar kepergian Widi dan Nadia,
"Widi" Panggil Nadia
"hhmmm" hanya itu kata yang terdengar dari mulut Widi
"Kamu sehat kan?" Ucap Nadia sambil memegang dahi Widi
"maksud kamu?" Widi melotot ke arah Nadia
"ya tumben-tumbenan, nggak ada angin nggak ada hujan kamu tiba-tiba ngajak aku ke kantin, atau jangan-jangan kamu sudah mulai jatuh cinta yah sama aku?" Nadia terkekeh
__ADS_1
"nggak usah kepedean, anggap saja ini sebagai permintaan maafku tadi pagi karena sudah membuat kamu malu di depan umum" Ucap Widi
"kalau aku nggak mau maafin kamu bagaimana?" Ucap Nadia sambil tiba-tiba berdiri di hadapan Widi
"Ya sudah, aku akan menjauh dari kamu" Widi pun mencoba untuk menghindar dari Nadia dan kembali berjalan
"yakin bisa jauh-jauh dari aku?" Ucap Nadia sambil menarik tangan Widi kemudian tiba-tiba saat di jalan ada yang menabrak Nadia hingga membuat Nadia oleng dan kini berada dalam pelukan Widi
"Ku mohon jangan pernah menjauh dariku Wid" Ucap Nadia dengan suara lirih dan lembut sambil menatap wajah Widi, jantung Nadia pun berdegup kencang seperti genderang yang mau perang
Widi pun hanya menatap ke arah Nadia
"kamu nggak sadar kita lagi jadi tontonan" Ucap Widi kemudian melepaskan pelukan Nadia
"cie.cie.cie" Ucap beberapa mahasiswa lain yang sedang memperhatikan mereka berdua
Nadia pun hanya tersenyum kemudian melangkah menyusul Widi yang telah berjalan lebih dulu.
setelah sampai kantin mereka pun memesan beberapa makanan dan minuman.
"Nanti pulang kuliah aku antar ya" Ucap Widi sambil menyantap makannya
"Sebenarnya aku sih mau banget kita pulang bareng Wid, tapi Nara bagaimana, dia masih terlihat pucat aku nggak mungkin membiarkan dia bawa motor sendiri, lagian tadi juga Nara pulang kuliah ngajak aku ke supermarket katanya nanti Niko sama ibunya mau main ke kos, lain kali saja ya pulang barengnya"
"oh ya sudah kalau gitu, nanti malam saja kita pergi ke Cafe yang kemarin, aku jemput kamu jam 7"
"serius?"
"apa aku terlihat bercanda"
"oke ku tunggu nanti malam"
Nadia pun hatinya merasa bergemuruh dan berbunga-bunga
__ADS_1
"Widi entah setan apa yang merasuki hatimu, tapi aku sangat bahagia, apakah kamu sudah membuka hati untukku?apakah kamu hanya akan menjadikanku pacar pura-pura di depan mantanmu itu?ah whatever lah apapun itu yang jelas aku sangat bahagia" Ucap Nadia dalam hati sambil menyruput jus alpukat dan menatap wajah Widi
mereka pun telah selesai menghabiskan makanan yang di pesan dan akan kembali ke kelas, tak lupa Nadia juga membelikan roti untuk Nara, Widi pun hanya mengantar Nadia sampai depan kelas.
"ku tunggu nanti malam" bisik Nadia ke telinga Widi kemudian langsung masuk ke kelas
"Nara, buat kamu" Ucap Nadia sambil memberikan roti yang tadi dia beli
"apa ini Nad?" Tanya Nara
"roti buat kamu, tadi aku tungguin kamu di kantin nggak datang-datang ya sudah aku belikan ini saja" Ucap Nadia
"Iya maaf ya, aku agak pusing tadi jadi nggak kemana-mana, tapi sekarang sudah agak mendingan sih" Ucap Nara berbohong padahal sebenarnya dia sengaja nggak ke kantin supaya Widi dan Nadia bisa berduaan
"Ya Nar , ya sudah di makan dulu rotinya, oh iya Nar aku bahagia banget, Widi semakin sweet deh sama aku, aku mau ngedate sama dia, dia ngajak aku keluar nanti malam, aku senang banget Nar" Ucap Nadia kegirangan
"benarkah?cie.cie kayaknya sebentar lagi ada yang mau jadian nih"
"semoga saja ya Nar, kamu doakan aku ya"
"pasti Nad"
"makasih ya Nar, kamu memang teman terbaikku"
mereka berdua pun saling berpelukan
jam kuliah Nara pun telah usai, pulang kuliah rencananya Nara dan Nadia mampir dulu ke supermarket untuk membeli beberapa makanan dan minuman, kurang lebih satu jam berada di supermarket mereka pun kemudian mampir ke warung makan untuk membeli nasi bungkus karena sudah jam makan siang, setelah itu mereka kembali ke kos, sesampainya di kos Nara langsung ke kamar mandi untuk cuci muka, tangan dan kaki setelah itu rebahan di kasur.
"sayang, masih kuliah yah?nanti jadi kesini engga yank?" Nara mengirim chat kepada Niko tapi belum di baca karena Niko masih ada jam kuliah dan saat ini ada dosen yang sedang menjelaskan mata kuliah dalam kelas.
Selesai kuliah Niko pun tidak langsung membuka HP, Dia langsung keluar menyusul Tina dan saat ada kesempatan, Dia pun langsung menarik tangan Tina kemudian membawanya ke tempat yang tersembunyi, tanpa mengeluarkan kata-kata Niko pun langsung melahap bibir Tina dengan rakus.
Bersambung...
__ADS_1
...Terimakasih untuk para readers yang sudah setia baca karyaku yang masih dalam tahap belajar, jangan lupa like, coment, vote, saran dan kritiknya ya🙏🤗😍...