
"Nara, kenapa dia masuk kuliah?kenapa dia tidak hadir dalam wisuda Niko" Ucap Widi dalam hati sambil menatap ke arah tempat duduk Nara tapi ternyata Nara sudah tidak ada di kantin begitu juga dengan Pak Arya.
"Nad, ke kelas yuk" Ajak Widi
"Nara apa ini ada hubungannya dengan tangisan kamu yang semalam?aku harus tanya pada Nara" Gumam Widi dalam hati yang sudah duduk di dalam ruang kelas dan hendak beranjak ke kelas Nara
"jangan Wid ini bukan waktu yang tepat" Widi mengurungkan niatnya untuk menanyakannya pada Nara karena dia yakin Nara tidak akan memberitahunya di sisi lain juga dia tidak mau ribut dengan Nadia, dia berniat akan mencari tahunya sendiri.
"Sayang nanti pulang kuliah, temani aku cari kos-kosan ya" Chat Nadia pada Widi
"Buat siapa?"
"Buat aku, aku pengin pindah ke tempat yang lebih luas"
"memangnya di situ kenapa?"
"ya nggak papa, pengin cari suasana baru, gimana sayang mau engga?"
"Iya oke" sebenarnya Widi merasa males, Widi tahu Nadia pasti sengaja pindah kos supaya Widi tidak ada kesempatan untuk bertemu Nara lagi, untuk saat ini Widi menuruti segala permintaan Nadia meski yang ia rasa semakin lama Nadia semakin berlebihan tapi dia mencoba untuk bersabar, saat ini fokusnya adalah mencari tahu tentang Nara dan Niko.
Beberapa hari kemudian
"Nadia, kamu mau kemana Nad?" Ucap Nara saat melihat Nadia sedang membereskan barang-barang miliknya dan membawanya ke dalam mobil pick-up, Widi tidak membantunya kala itu karena dia bilang sedang ada urusan, Nadia memakluminya.
"Aku mau pindah kos Nar" Jawab Nadia sambil sibuk memasukkan buku-buku ke dalam kardus
"Nadia, kamu kenapa sih Nad akhir-akhir berubah?aku salah apa Nad" Tanya Nara sambil memegang tangan Nadia, matanya juga mulai berkaca-kaca
"salah kamu, kamu itu terlalu sempurna Nara, aku takut Widi ninggalin aku, itulah mengapa aku melakukan semua ini, aku nggak mau Widi dekat-dekat sama kamu lagi, bertahun-tahun aku menunggunya, aku nggak mau melepasnya begitu saja" Ucap Nadia dalam hati
"Nadia...oke aku minta maaf kalau aku salah, tapi please Nad, aku mau kita kaya dulu lagi, aku mau kamu tetap di sini, kita belajar sama-sama, kita berangkat dan pulang kuliah sama-sama, saling berbagi cerita" Kini air mata Nara sudah tak terbendung lagi, dia juga langsung memeluk Nadia
"Nara, stop keputusan aku sudah bulat aku akan tetap pindah dari sini, kamu nggak usah lebay, kita masih tetap bisa ketemu di kampus" Jawab Nadia sambil mengurai pelukan Nara
__ADS_1
"Nadiaš¢oke kalau itu sudah jadi keputusan kamu, sekali lagi aku minta maaf ya Nad kalau aku punya salah sama kamu, aku bantu beres-beres yah, btw kamu pindah kos ke mana Nad?"
"Di jalan anggrek dekat kampus"
Kurang lebih satu jam mereka berdua telah selesai membereskan barang-barang meski di antara keduanya lebih banyak saling diam.
"Aku pasti akan kangen kamu Nad, kamu sering-sering ya main ke sini, kalau engga aku boleh kan kapan-kapan main ke kos kamu?" Nara kembali memeluk Nadia yang akan naik ke mobil pick-up
"Iya Nara, aku pergi dulu ya, makasih sudah di bantuin" Ujar Nadia kemudian dia masuk ke mobil dan pergi meninggalkan kos tersebut
Nara menatap nanar kepergian Nadia, dia nampak begitu sedih dan kehilangan sahabat baiknya tersebut, semenjak jadian dengan Widi Nadia telah banyak berubah, sebagai sahabat Nara memakluminya dan mencoba mengerti perasaan Nadia yang cemburu terhadap dirinya meski Nara sendiri juga telah menjaga jarak dengan Widi.
Di tempat lain Widi yang habis keluar dari gramedia tanpa sengaja melihat Niko dan Tina di dalam mobil karena penasaran kemudian dia mengikuti mobil tersebut untuk memastikan apakah itu benar-benar Niko dan betapa terkejutnya dia saat mobil tersebut masuk dan terparkir di klinik kandungan, ketika dia memastikan kalau itu benar-benar Niko kekasih Nara, Widi langsung turun dari motornya dan melepas helmnya kemudian langsung menghampiri mereka
Bughhhhh....satu pukulan berhasil dia layangkan ke perut Niko hingga membuat Niko jatuh tersungkur
"Dasar breng*sek!!!" lagi-lagi Widi hendak melayangkan pukulannya lagi dan kini mencengkeram kerah baju Niko dengan penuh emosi namun tiba-tiba Tina menghentikannya,
Deg...Widi langsung shock mendengar kata suami dia langsung melepaskan Niko dari cengkraman tangannya
Niko yang mengetahui kalau itu Widi hanya diam saja, dirinya memang pantas di perlakukan seperti itu, bahkan ini belum sebanding dengan luka hati yang dia berikan untuk Nara,
Tina membantu Niko untuk bangkit berdiri, sementara Widi masih bertanya-tanya dengan kata "suami" dia juga melirik tangan Niko dan Tina yang sama-sama mengenakan cincin dengan motif yang sama.
Widi masih menatap tajam ke arah mereka berdua
"Kamu masuk dulu, ada yang mau aku bicarakan sama dia, dia temanku" Ucap Niko pada Tina
"kamu yakin bebh?" Tanya Tina yang hanya di balas anggukan oleh Niko, kemudian Tina masuk ke dalam dan melakukan pendaftaran, mereka memang datang ke sana untuk memeriksakan kandungan Tina sebelum berangkat ke jakarta, mereka berencana akan pindah ke jakarta beberapa hari lagi lebih tepatnya setelah mendapatkan ijazah dan semua urusan di jogja telah selesai.
Terlihat Widi dan Niko yang duduk berdua di bangku taman yang ada di klinik tersebut
"Kamu ngikutin aku?" Ucap Niko sambil merasakan perutnya yang begitu sakit karena pukulan Widi
__ADS_1
Kini Widi sudah mulai tenang, dia berharap Niko akan menceritakan semua yang terjadi pada dirinya dan Nara.
"Jelaskan padaku apa yang terjadi?" Tanya Widi
Niko menarik nafas dalam-dalam kemudian menceritakan semua yang terjadi dari awal sampai akhir.
"lalu sejak kapan Kak Niko menjalin hubungan dengan cewe itu di belakang Nara?"
"Sejak Nara masih SMA, malam di mana kalian pergi ke bandung"
Bugh...Widi kembali memukul Niko dan kali ini wajah Niko yang jadi sasarannya, Widi begitu emosi bisa-bisanya dia selama ini pura-pura sok suci dan selalu bersikap manis di hadapan Nara namun lagi-lagi Niko tak membalasnya,
"pukul aku Wid, pukul aku sesuka hatimu, aku pantas menerima semua ini" Ucap Niko sambil meringis kesakitan, nampak darah segar keluar dari sudut bibir Niko.
"Apa Nara tahu kalau kamu menduakannya selama itu?" Widi kembali bertanya pada Niko
"dia belum tahu, semenjak putus aku hanya menemuinya sekali itupun hanya sebentar, nomorku juga telah di blokir"
Tak lama kemudian terdengar HP Niko yang terus berdering kemudian Niko meraih HP tersebut dan ternyata itu adalah panggilan dari Tina sekilas dia juga membaca pesan dari Tina yang memberitahu bahwa sebentar lagi gilirannya masuk ke ruang dokter
"pergilah!istrimu menunggu" Ucap Widi dengan Nada kesal
"Widi...aku titip Nara padamu, bahagiakan dia, aku percaya padamu" Ucap Niko sambil memegang pundak Widi, kemudian pergi meninggalkan Widi
"Argghhhh" Widi nampak mengusap wajah menggunakan tangannya dengan kasar dia masih duduk termenung di sana, Widi kembali mengingat-ingat cerita Niko, sekitar tiga minggu yang lalu tanggal sekian-sekian itu artinya mereka putus di hari yang sama saat dirinya dan Nadia jadian, hari di mana Nara tidak masuk kuliah tapi dia malah asyik berduaan dengan Nadia bahkan dirinya sempat berfoto dengan Nadia, foto di mana kedua tangan mereka saling menggenggam dan mereka jadikan foto profil secara sama-sama sesuai permintaan Nadia, dan keesokan harinya Nara masuk kuliah dengan mata yang begitu sembab, kemudian belum lama saat malam-malam dirinya memberikan Nasi ayam bakar dari Nadia terlihat Nara sedang menangis dan ternyata keesokan harinya adalah hari pernikahan Niko, semua itu memenuhi pikiran Widi.
"Nara, Maafkan aku, di saat kamu sedang terpuruk aku malah tidak ada di sampingmu, bahkan Nadia sahabat baikmu juga menjauh darimu dan itu karena aku, maafkan aku Nara"
Saat ini ingin rasanya dia pergi menemui Nara dan memeluknya,
Tiba-tiba HP nya berdering dan panggilan tersebut dari Nadia.
Bersambung...
__ADS_1