Di Antara 2 Hati

Di Antara 2 Hati
Makhluk Asing


__ADS_3

"Nara, tunggu kamu kenapa sih Nar?" Ucap Nadia dengan nafas yang masih ngos-ngosan karena mengejar Nara yang sudah berjalan jauh di depan


"a.aku nggak apa-apa Nad, memangnya aku bagaimana Nad?" Ucap Nara sambil terus berjalan dengan cepat menuju kelas


"kamu tuh aneh tau engga?"


"aneh bagaimana maksud kamu?"


"Ya aneh aja, aku nggak pernah lihat kamu ngomong dengan nada tinggi seperti tadi"


"ah perasaan kamu saja Nad, atau mungkin karena efek aku masih kurang enak badan kali yah?"


"kalau masih kurang enak badan, sebaiknya istirahat dulu, ngapain berangkat" Ucap Widi dari belakang sambil melangkah mendahului Nara dan Nadia


"Astaga, bikin kaget saja, aku kira tasku bisa bicara ternyata ada makhluk asing lewat toh" Ucap Nadia


mendengar kata makhluk asing Widi pun langsung menghentikan langkahnya dan membalikan badannya serta menatap tajam ke arah Nadia


"apa kamu bilang?makhluk asing?" Ucap Widi sambil melangkah mendekat secara perlahan ke arah Nadia


Nara pun hanya menggelengkan kepala kemudian lanjut jalan menuju ruang kelas meninggalkan mereka berdua.


"a.a.aku" Nadia pun merasa deg-degan saat Widi terus mendekat ke arahnya, dia pun terus berjalan mundur hingga badannya mentok mengenai tembok yang ada di belakangnya


"Widi kamu ngapain?kamu jangan macam -macam ya sama aku, aku minta maaf Wid" Ucap Nadia sambil meletakan tasnya di dada

__ADS_1


"kamu tadi bilang aku makhluk asing?" Ucap Widi lembut sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Nadia kemudian kedua tangannya menempel pada tembok dan ada di sisi kanan kiri lengan tangan Nadia


"E.engga wid, kamu salah dengar" Ucap Nadia kini wajah mereka pun saling berdekatan


"yang di pundak kamu, itu baru namanya makhluk asing" Ucap Widi sambil melirik ke arah pundak Nadia


Nadia pun kemudian langsung menoleh ke arah pundak dan betapa terkejut dan kagetnya dia saat di pundaknya ada ulat kecil berwarna hijau, dia pun langsung heboh ketakutan sambil menyingkirkan ulat tersebut, melihat hal itu Widi pun langsung tertawa kemudian lari meninggalkan Nadia yang sedang jingkrak-jingkrak karena ketakutan, entah darimana ulat itu datang yang jelas Widi merasa puas karena bisa mengerjai Nadia.


Nadia memang merasa takut, jijik dan geli kalau melihat ulat dan binatang sejenis yang lainnya, sekalipun itu ulat daun dan ukurannya sangat kecil, Nadia tetap saja merasa sangat takut.


Setelah ulat itu jatuh ke lantai ia pun langsung menuju ke kelas dengan perasaan gidig membayangkan ulat tadi.


"Widi, awas kamu ya!tunggu pembalasanku" Ucap Nadia sambil meletakkan tasnya di atas meja


"kenapa Nad, BT gitu mukanya?" Ucap Nara saat melihat temannya yang baru datang dengan wajah di tekuk


"ulat?kok bisa?ulat dari mana?" Ucap Nara


"Nggak tahu Nar mungkin kejatuhan dari pohon yang tadi ada di parkiran"


"ya sudah, ya sudah yang penting kan sekarang ulatnya sudah nggak ada"


"iya sih Nar, tapi aku kesal, aku BT, aku mau minta pertanggung jawabannya Widi, gara-gara dia tadi aku jadi tontonan anak-anak kelas lain yang ada di depan, kamu bayangin dong betapa malunya aku"


"terserah kamu saja lah Nad, pusing aku lama-lama lihat kalian berdua"

__ADS_1


"Oiya ngomong-ngomong kamu sudah benar-benar sehat belum Nar?kamu masih kelihatan pucat lho" Ucap Nadia sambil menatap wajah Nara


"aku baik-baik saja kok Nad, ngomong-ngomong juga aku kayaknya pengin ke kamar mandi deh, aku ke kamar mandi dulu ya Nad" Ucap Nara sambil beranjak dari tempat duduknya


"mau aku temani engga Nar?"


"Nggak usah, kaya anak kecil aja di temenin, apa kamu mau nyeb*kin aku hahaha"


"ih jijay, ya sudah sana ke kamar mandi dulu" Ucap Nadia


Nara pun kemudian meninggalkan ruang kelas dan menuju ke kamar mandi, selesai dari kamar mandi saat sedang merapikan bajunya dan hendak kembali ke kelas, tiba-tiba ada yang menarik tangannya.


Sementara itu di tempat lain terlihat seseorang sedang bertekuk lutut di hadapan cewe sambil memegang bunga untuk menyatakan perasaannya dan seseorang tersebut adalah David yang sedang mengungkapkan rasa cintanya pada Tina, sudah banyak anak-anak yang lain juga tengah berdiri di sekeliling Tina dan David sambil mengucapkan kata "terima-terima-terima" sambil bertepuk tangan


dari kejauhan Tina melihat Niko yang sepertinya sedang berjalan ke arahnya, dia pun berniat untuk membuat Niko cemburu namun tak seperti yang Tina bayangkan, Niko terus melangkah maju tanpa melihat ke arah Tina, Tina pun merasa kesal kemudian dia pun membuka suara


"baik, aku terima kamu jadi pacar aku" Ucap Tina pada David, dan kemudian dengan perasaan bangga dan bahagia David pun langsung memeluk Tina.


Mendengar ucapan Tina, Niko pun kemudian menghentikan langkahnya dan menatap ke arah Tina, begitupun dengan Tina dia menatap ke arah Niko, tapi tak lama kemudian Niko pergi masuk ke ruang kelas, sesampainya di kelas, diapun mengepalkan tangannya di atas meja


"Tina apa maksud kamu!bisa-bisanya kamu menerima cinta David!pelukan di depan aku dengan cowo lain" Ucap Niko dalam hati dengan perasaan marah dan kesal


Melihat Tina yang baru masuk ke kelas sebenarnya Niko ingin sekali menanyakan langsung pada Tina, tapi hal itu tidak mungkin ia lakukan karena ada David di sampingnya kemudian juga teman-teman mereka tidak ada satupun yang tahu tentang hubungan mereka.


"pulang kuliah, kita ketemu di taman, ada yang perlu kita bicarakan!"Isi chat Niko pada Tina

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2