Di Antara 2 Hati

Di Antara 2 Hati
Lampu merah


__ADS_3

"Niko apa kamu menyembunyikan sesuatu dari aku?mengapa Nik?apa benar kamu sama Tina hanya berteman?Niko kita hampir 2 tahun bersama tapi sepertinya banyak hal yang belum aku ketahui tentang dirimu" Ucap Nara dalam hati sambil mengendarai motornya.


Keesokan harinya


Nara sudah bersiap-siap untuk berangkat kuliah, setelah mengunci kamar kosnya dari luar dia pun kemudian memanggil Nadia dan tak lama kemudian Nadia juga keluar dari kamarnya tapi tiba-tiba ada suara motor yang berhenti di depan kamar mereka dan itu adalah Widi


"Widi, kamu ngapain di sini?" Ucap Nara saat melihat Widi membuka helm dan turun dari motornya


"Aku mau jemput Nadia, Nad kita berangkat bareng yuk" Ucap Widi saat melihat Nadia yang baru keluar dari kamarnya sambil meletakan helm di motornya kemudian melangkah menghampiri Nara dan Nadia.


"Kamu serius kesini mau jemput aku?" Tanya Nadia dengan wajah berbinar-binar


"apa aku suka bercanda?" Ucap Widi


"Tapi Nara..." Nadia pun merasa nggak enak


"Nara sudah sehat kan?sudah bisa bawa motor sendiri?"


"Iya Nad aku sudah sangat sehat kok, aku bisa berangkat sendiri, kalian boncengan saja nggak apa-apa Nad" Ucap Nara


"Beneran Nar, ya sudah kalau gitu aku sama Widi, kamu hati-hati ya, maaf ya Nar🙏"


"Iya Nad santai saja"


"Ayo Naik" Ucap Widi yang sudah menunggu di motor


mereka pun kemudian berangkat kuliah bersama, saat di jalan tampak Nadia melingkarkan tangannya dengan erat ke perut Widi serta kepalanya bersandar ke punggung Widi.


"Mengapa hati ini merasa sesak melihat mereka berduaan seperti itu, Nara...kamu nggak mungkin kan punya perasaan lebih ke Widi?" Ucap Nara dalam hati sambil memandang Nadia dan Widi yang ada di hadapannya dan mereka terjebak lampu merah


"Widi, kita ketemu lagi, sepertinya kita memang di takdirkan untuk terus bertemu" Ucap Elsa yang tiba-tiba ada di samping motor Widi kemudian membuka kaca helmnya


Widi pun tidak menggubrisnya dia hanya diam saja sementara Nadia, dia kemudian membuka kaca helmnya dan mempererat pegangannya di hadapan Elsa serta tersenyum pada Elsa.

__ADS_1


"Widi, dulu biasanya kamu kalau di lampu merah seperti ini, kamu selalu menggenggam erat tanganku, kamu ingat kan?" Ucap Elsa sambil melirik tajam ke arah Nadia


"Sialan kamu Elsa, mana pernah aku menyentuh tanganmu!!!" Ucap Widi dalam hati sambil mengharap kalau lampu merah segera berakhir


Nara yang ada di belakang mereka pun kemudian melihat ke arah Elsa, Elsa memakai rok setinggi lutut, kemudian kemeja panjang dengan rambut terurai


"Siapa cewe itu, cantik sekali, apa itu mantannya Widi yang kemarin Nadia ceritakan" Ucap Nara dalam hati sambil memandang ke arah cewe tersebut


"Wid, kamu kos di mana?" Tanya Elsa


Tak sempat menjawab lampu merah pun selesai, Widi meras beruntung kemudian menaikan laju kendaraannya untuk menghindar dari Elsa, dan hanya beberapa menit mereka pun sampai di parkiran kampus sementara itu Nara belum juga terlihat.


"gila kamu bawa motor kaya pembalap, rambut aku jadi berantakan tahu engga" Ucap Nadia saat turun dari motor sambil melepas helm yang dia kenakan kemudian merapikan rambutnya dengan jari-jari tangannya.


"biar cepat sampai ke kampus, aku lapar belum sarapan"


"lapar apa karena tadi ketemu mantan?cie.cie, eh tapi Nara mana yah kok dia belum kelihatan?" Ucap Nadia


Tak lama kemudian Nara pun sampai di parkiran


"Ikut, kita juga belum sarapan, Nara...akhirnya kamu sampai juga, aku sempat khawatir, kita ke kantin sama-sama yuk" Ajak Nadia


"memangnya aku nggak ganggu kalian?" Ucap Nara


"Astaga Nara, ya engga lah, ayo..." Nadia pun menggandeng tangan Nara


"Mba...Nasi goreng 1, Mba Nasi Goreng 1" Ucap Widi dan Nara secara berbarengan


"Ya ampun kompak banget kalian, ya sudah Nasi goreng 3 yah mba, minumnya sama juga mba, teh manis hangat" Ucap Nadia pada mba-mba penjaga kantin yang bertugas menulisi pesanan.


mereka kemudian duduk bertiga sambil menunggu pesanan, Widi dan Nara pun hanya saling diam, entah mengapa Nara kini merasa canggung untuk mengobrol dengan Widi, apalagi akhir-akhir ini mereka juga jarang komunikasi, Nadia dan Widi pun tampak asyik ngobrol sementara Nara dia mencoba menghubungi kekasihnya meski dalam hatinya sebenarnya dia juga masih ada rasa kesal karena kejadian kemarin, Dia merasa Niko telah membohongi dirinya.


"Dimas, sejauh mana PDKT kamu dengan Nara?" Isi chat Tina pada Dimas

__ADS_1


"Maaf Tina, Kayaknya aku akan berhenti buat mengejar-ngejar Nara" Dimas


"Kok Bisa?Kamu bilang kamu sangat mencintai dia?ayolah Dimas, kita sudah janji kan?" Tina


"Maaf Tina, lupakan saja janji itu, aku nggak akan mengejar-ngejar Nara lagi" Dimas


membaca pesan tersebut, Tina pun langsung terlihat kesal kemudian Dimas juga langsung memblokir nomor Tina.


"arghhhhh!!!aku harus cari cara lain, aku harus membuat Nara dan Niko putus bagaimanapun caranya, berpikir Tina..berpikir" Ucap Tina dalam hati sambil mondar-mandir di depan ruang kelasnya


"kamu lagi ngapain di luar kelas?" chat Niko pada Tina


"Sayang, sudah berangkat ke kampus belum?sudah sarapan belum yank?" chat Niko pada Nara


"ini lagi sarapan di kantin kampus, kamu sudah sarapan belum yank?" Balas Nara, sebenarnya dia mulai enggan untuk memanggil sayang ke Niko, tapi di sisi lain dia juga nggak mau egois biar bagaimanapun Niko adalah kekasihnya meski akhir-akhir ini Nara merasa kalau Niko telah banyak berubah.


Setelah Nasi gorengnya habis, Nara pun pamit duluan untuk pergi ke kelas, di jalan Dia bertemu Dimas yang hendak masuk ke kantin bersama teman-temannya, melihat Dimas Nara pun kemudian menghentikan langkahnya dan kembali merasa keringat dingin mengingat semuanya, namun kali ini Dimas tidak menghampirinya seperti biasa, Dimas melangkah melewati Nara begitu saja dan hanya tersenyum kepada Nara.


Nara hanya terdiam dan membalas senyumnya kemudian menarik nafas lega, setelah itu dia melanjutkan kembali langkahnya.


Sementara itu Nadia dan Widi masih ada di kantin.


"Wid?"


"Hmmmm"


"Kamu pacaran berapa lama sama mantan kamu yang tadi?"


"Nggak perlu di bahas"


"Tapi aku pengin tahu"


"Dan aku nggak akan kasih tahu" Ucap Widi sambil beranjak dari tempat duduknya untuk pergi ke kelas

__ADS_1


"Widi tunggu" Teriak Nadia sambil mengejar Widi


Bersambung...


__ADS_2