Di Antara 2 Hati

Di Antara 2 Hati
Pilih aku atau dia


__ADS_3

"Buka saja nggak apa-apa yank paling mamah kalau engga papah" Ucap Niko sambil menyantap makanannya


karena mendapat izin dari pemiliknya Nara pun kemudian langsung membuka pesan tersebut dan benar saja pesan tersebut dari mamahnya Niko, beliau memberitahu kalau esok hari akan berkunjung ke jogja untuk menemui putra semata wayangnya.


"dari mamah kamu yank, katanya besok mau ke jogja" Ucap Nara sambil memberikan HP nya pada Niko


"Mamah mau ke sini?Video Call coba yank, biar mamah semakin dekat sama calon menantunya" Ucap Niko


"what calon mantu?nggak mau ah malu, memang mamah kamu sudah tahu yank kalau aku pacar kamu, kamu suka cerita apa ke mamah kamu?" tanya Nara penasaran


"iya calon mantu, memangnya kamu nggak mau suatu saat nikah sama aku?" Ucap Niko


"ya bukannya gitu yank, aku juga baru mau semester 3 masih jauh kalau mbahas soal nikah, aku penginnya kita selesaikan kuliah kita dulu, emang kamu sabar nunggu aku?masih 4 tahun lagi lho"


"aku akan sabar menunggumu, aku cuma mau kamu, ya sudah sini telfon mamah"


Niko pun video call dengan mamahnya, mereka pun asyik ngobrol dan terlihat Nara dan mamahnya Niko pun langsung terlihat sangat akrab, setelah kurang lebih satu jam mengobrol mereka pun mengakhiri panggilannya.


"sayang kamu makan dulu ya, habis itu minum obat terus istirahat, aku suapin ya" Ucap Niko sembari memegang Nasi beserta sup ayam yang tadi di pesan via online, Nara pun mengangguk, kemudian Niko dengan tlatennya menyuapi Nara, di usapnya sisa-sisa makanan yang menempel di sudut bibir Nara menggunakan Tisu, selesai makan Nara pun langsung meminum obat.


"sayang, baju kamu sudah basah banget kena keringat, ganti dulu ya, apa mau aku yang sekain kamu dan gantiin kamu baju?" Niko terkekeh


"Ngga usah kesempatan deh" jawab Nara sambil melotot


"Iya bercanda" Ucap Niko sambil menarik hidung Nara


"Ya sudah aku ke kamar mandi dulu ya" Ucap Nara


"masih lemas engga yank?sini aku gendong"

__ADS_1


"jangan lebay deh yank, aku bisa jalan sendiri, cuma 5 langkah ini kamar mandinya" Ucap Nara


"Udah nggak usah bawel" Ucap Niko sambil membopong Nara, tangan Nara pun kemudian melingkar di leher Niko


"nanti kalau sudah selesai panggil aku lagi ya, jangan lama-lama di kamar mandi" Ucap Niko sambil menurunkan Nara, saat hendak keluar dari kamar mandi Nara pun tiba-tiba meraih tangan Niko


"Yank...Makasih ya, maaf jadi merepotkan kamu" Ucap Nara sambil menggenggam tangan Niko, Niko pun hanya tersenyum kemudian mencium kening Nara.


"sudah buruan ganti baju, jangan lama-lama di kamar mandi..dingin" Ucap Niko sambil mengusap-usap rambut Nara kemudian ia pun keluar dari kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi tersebut, tak lama kemudian Nara pun selesai berganti pakaian saat mendengar pintu kamar mandi yang hendak di buka Niko pun langsung menuju ke depan kamar mandi kemudian menggendong Nara kembali dan di dudukannya dia di atas kasur, Nara pun kemudian merapihkan rambutnya dengan sisir dan memakai handbody serta minyak wangi,


"sayang, ini sudah sore kamu nggak pulang dulu mandi dulu, bau tahu" Ucap Nara sambil menutup hidungnya


"hmmm gitu yah, mentang-mentang sekarang sudah wangi" Ucap Niko sambil menggelitik perut Nara mereka pun saling bercanda dan tertawa bersama, di peluknya Nara erat-erat oleh Niko


"Sayang, kamu lekas sehat ya, maafkan semua salahku ya yank" Ucap Niko sambil mencium kening Nara yang kini ada dalam pelukannya


"Niko, aku nggak tahu perasaanmu yang sebenarnya ke aku bagaimana, aku juga nggak tahu apakah kamu betul-betul menjadikanku satu-satunya yang kau cinta di hatimu, yang ku tahu aku akan terus mempertahankan rasa ini untukmu, tapi jika suatu saat kecurigaanku terbukti, saat itu juga aku akan pergi dari hidupmu dan tidak akan pernah memaafkanmu tapi semoga itu memang hanya perasaanku saja, aku takut Nik" Ucap Nara dalam hati sambil terus memandang wajah Niko.


"kegantenganku memang hakiki" Ucap Niko hingga membuat Nara menghentikan lamunannya


"Astaga, aku punya pacar PD banget, ya sudah pulang dulu gih yank, hoam...." Ucap Nara sambil menguap


"Ya sudah kamu istirahat ya sayang, nanti malam aku ke sini lagi, kamu pengin makan malam sama apa biar nanti aku bawakan sekalian?"


"iya sayang, apa saja terserah kamu yank" Ucap Nara


Niko pun kemudian pulang keluar dari kamar Nara hendak pulang ke kos, di depan dia bertemu Nadia yang baru pulang kuliah.


"Niko, gimana keadaan Nara" Tanya Nadia

__ADS_1


"Ya sudah mendingan, demamnya juga sudah turun, sekarang lagi tidur, aku titip dia ya Nad, aku mau pulang dulu mau mandi, nanti malam aku ke sini lagi" Ucap Niko


"Iya Nik oke, syukur lah kalau begitu, sudah periksa ke dokter kan?"


"Sudah Nad, tadi pagi, ya sudah aku duluan yah" pamit Niko


"Iya Nik hati-hati ya" Jawab Nadia


Niko pun berlalu dari kos Nara, saat hendak masuk ke kamar, Nadia pun mencoba untuk melihat keadaan Nara terlebih dahulu yang sedang tertidur, dia hanya melihatnya dari pintu, melihat Nara yang sepertinya sedang tertidur nyenyak Nadia pun menutup pintu kamar Nara kembali dan masuk ke kamarnya sendiri.


Sesampainya di kos Niko langsung mengambil HP yang satunya lagi, terlihat sudah ada puluhan chat dari Tina


"jadi kamu seharian nggak masuk kuliah, nggak ngasih kabar ke aku karena kamu sibuk berduaan sama cewe ingusan itu, kamu sengaja blokir nomerku di HP mu yang satunya lagi biar aku ngga bisa ganggu kalian, mulai mengabaikanku nih ceritanya" Isi chat Tina pada Niko


membaca pesan tersebut Niko pun langsung menelpon Tina, tapi tak lama kemudian Tina tiba-tiba masuk ke kamar Niko dan memeluk Niko dari belakang, ternyata sejak siang Tina berada di kos Dimas, saat mengetahui Niko tidak masuk kuliah dan tidak bisa di hubungi Tina pun langsung mencari Niko ke kosnya tapi tidak ada dia kemudian menuju kos Nara dan benar saja motor Niko terparkir di sana yang itu artinya pemiliknya juga berarti ada di dalam sana, saat sedang mengawasi kos Nara, Tina bertemu dengan Dimas dan akhirnya Tina pun mampir ke kos Dimas, sore itu mengetahui Niko yang hendak pulang Tina pun kemudian menyusulnya.


"Tina" Ucap Niko sambil membalikan badannya ke arah tubuh Tina


"Aku benci kamu!" Ucap Tina kemudian dia duduk di sofa


"Iya maaf ya, aku hanya ingin Nara tidak salah paham lagi karena kemarin aku nggak jemput dia, tadi pagi saat aku ke kosnya, Nara demam tinggi akhirnya aku mengantarnya ke dokter dan menjaganya, maaf kalau aku nggak kasih kabar ke kamu ya" Ucap Niko sambil duduk di sebelah Tina


"Kamu pilih aku apa Nara bebh?"


"Maksud kamu apa?"


"Aku lelah" Ucap Tina sambil menyandarkan kepalanya di bahu Niko


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2