Di Antara 2 Hati

Di Antara 2 Hati
Pingsan


__ADS_3

"Nara, syukur lah kalau kamu sudah sehat" Ucap Widi dalam hati saat melihat Nara dalam gendongan Niko


"Kamu diam di sini, aku ambil makanannya dulu, awas jangan kemana-mana!" Ucap Niko


"Iya bawel"


mereka berduapun makan bersama dan sesekali saling suap-suapan.


"Wid, kamu sudah makan malam belum?kita makan malam dulu ya" Ucap Nadia


"Sudah, kamu makan saja aku masih kenyang" Jawab Widi sambil mengeluarkan laptop dari dalam tasnya, dia pun kemudian mulai mengerjakan tugas, melihat Widi yang sudah mulai sibuk dengan laptopnya Nadia pun tidak jadi makan malam, dia langsung ikut mengerjakan tugas bareng Widi.


Di dalam kamar Nara juga sedang mengerjakan tugas dan di bantu oleh Niko, ya meski hanya di bantu mengetik soalnya mereka kan beda jurusan, mereka pun duduk bersebelahan, sesekali Niko memegang dahi Nara menggunakan telapak tangannya untuk memastikan apakah dia masih demam atau tidak,


"maaf ya sayang merepotkan kamu terus" Ucap Nara


"nggak apa-apa sayang, aku senang kok kalau bisa bantu kamu, bahkan kalau harus bantu kamu sampai pagi juga aku mau" Ucap Niko sambil menghadap ke Nara kemudian melingkarkan tangannya ke pinggang Nara, wajah mereka pun saling berhadapan


"nggak usah mesum deh" Ucap Nara sambil menarik hidung Niko


"awas kamu ya, aku gigit nanti" Ucap Niko sambil menggelitik perut Nara, mereka pun saling bercanda dan tertawa bersama


"sayang stop, geli tahu" Ucap Nara sambil menyingkirkan tangan Niko tapi Niko masih terus saja menjahili Nara, tak lama kemudian Niko pun menghentikannya dan memeluk Nara serta mencium keningnya


"Aku cinta banget sama kamu yank" Ucap Niko


"Aku juga" jawab Nara


"Aku juga apa?" ucap Niko sambil mendekat ke wajah Nara


"a.aku juga cinta sama kamu" Jawab Nara terbata karena wajah Niko kini semakin dekat di hadapannya, bibir Niko pun kini sudah sangat dekat dengan bibir Nara bahkan sudah menempel, Nara pun sudah memejamkan matanya namun saat Niko hendak me*umatnya tiba-tiba Nadia masuk


"Nara, aku pinjam..." Ucap Nadia yang tiba-tiba sudah berada di pintu kamar Nara dan melihat adegan antara Nara dan Niko, memang pintunya terbuka saat itu jadi Nadia tidak mengetuknya terlebih dahulu


"Na.Nadia" Ucap Nara sambil mendorong tubuh Niko dan salah tingkah karena tersipu malu


"Ups maaf-maaf kalau aku ganggu kalian ya" Ucap Nadia dengan perasaan nggak enak karena dia masuk di saat yang tidak tepat


"engga kok Nad, nggak ganggu, ada apa Nad?" Ucap Nara sambil mendekat ke arah Nadia


"aku mau pinjam mouse, nggak tau kenapa laptopku kursornya nggak mau jalan, minjam ke ke Widi tapi dia nggak bawa" Ucap Nadia

__ADS_1


"Oh ya tunggu sebentar ya aku ambilkan" tak lama kemudian Nara pun mengambilkan mouse dan memberikannya pada Nadia, setelah mendapatkanya Nadia pun segera keluar dari kamar Nara


"aku pinjam dulu ya Nar, silahkan di lanjut hehehe" Ucap Nadia sambil berbisik ke telinga Nara


"apaaan sih" jawab Nara malu-malu


Nara pun kemudian duduk kembali di sebelah Niko


"ganggu saja" gerutu Niko kesal


"ayo di lanjut lagi" Ucap Nara


"beneran nih di lanjut lagi, tutup pintu dulu ya yank biar nggak ada yang ganggu" Jawab Niko semangat


"tugasnya sayang yang di lanjut lagi, memang apanya" Jawab Nara sambil tertawa


"Astaga, gara-gara teman kamu ini, awas saja ya" Ucap Niko


"sudah-sudah ayo kita selesaikan tugasnya, sudah malam kamu harus pulang dan istirahat, besok kamu harus kuliah, jangan bolos lagi" Ucap Nara sambil memegang buku


"Enak yah kalau ngerjain tugas di temanin sama pacar" Ucap Nadia saat kembali dari kamar Nara


"kamu nggak suka kalau aku yang nemanin, ya sudah kalau gitu aku pulang saja ya?" Ucap Widi sambil merapikan bukunya


"Nadia, kamu kenapa?" Ucap Widi sambil mendekat ke arah Nadia


"Nggak tahu Wid, perutku sakit banget" Ucap Nadia sambil memegang perut dan menahan sakit, wajahnya pun terlihat pucat dan tiba-tiba dia pingsan,


"Nadia" Ucap Widi


"sayang, itu Nadia kenapa yah ko Widi sampai segitunya" Ucap Nara sambil melangkah keluar untuk melihatnya, Niko pun kemudian mengikutinya di belakang


"Nadia...Widi apa yang terjadi?Nadia kenapa?ayo bawa masuk ke kamar" Ucap Nara sambil memegang tangan Nadia,


"Sayang kamu bantuin Widi angkat Nadia" Ucap Nara pada Niko


Nadia pun kemudian di bawa masuk ke kamarnya dan di baringkan di atas kasur


"Sayang, tolong kamu ambilkan minyak kayu putih di meja yang ada di kamarku ya" Ucap Nara pada Niko, Niko pun terus pergi dan tak lama kemudian dia datang dengan membawa minyak kayu putih, Nara pun kini duduk di ranjang dan di sebelah Nadia sambil mengoles-oles minyak kayu putih ke hidung Nadia, Nadia pun kemudian mulai membuka matanya secara perlahan


"Widi, tolong ambilkan air bening" perintah Nara

__ADS_1


"Nadia, kamu sudah bangun, kamu kenapa sih Nad, ayo minum dulu" Ucap Nara sambil memberikan segelas air bening yang tadi Widi ambil


"nggak tahu Nar, tadi tiba-tiba perutku terasa sakit banget, kemudian mataku berkunang-kunang, mungkin maaghku kambuh soalnya aku belum makan juga dari siang" Ucap Nadia dengan wajah menunduk


"Astaga, kamu belum makan?bisa-bisanya kamu melewatkan jam makan, kamu calon dokter lho Nad, ya sudah kamu minum obat maagh dulu habis itu terus makan, punya persediaan engga?kalau engga punya aku ada di kamar nanti aku ambilkan" Ucap Nara


"Nggak usah Nar aku punya persediaan kok, ada di laci meja belajar, tolong ambilkan ya" Ucap Nadia


Nara pun kemudian mengambilkannya dan memberikannya pada Nadia untuk di minum.


"Sayang, kamu juga harus istirahat, ingat kamu juga harus minum obat, tadi kan habis makan kamu belum meminumnya, Nadia biar pacarnya saja yang urus" Ucap Niko sambil memegang pundak Nara dan mengusap rambutnya seraya melirik ke arah Widi, mendengar kata pacar Widi pun melotot ke arah Niko.


"Ya sudah, aku ke kamar dulu ya Nad, habis ini kamu makan terus istirahat ya, Widi titip Nadia ya, pastikan dia benar-benar makan, kalau nggak mau makan jejelin aja" Nara terkekeh kemudian berlalu bersama Niko meninggalkan kamar Nadia.


"Nadia.Nadia..ada-ada saja" Ucap Nara saat masuk ke kamar kemudian duduk di sofa, sementara Niko mengambil obat yang ada di meja dan segelas air bening kemudian di berikan pada Nara.


"sayang, kamu minum dulu obatnya"


"Iya sayang, ini sudah malam sebaiknya kamu pulang yank, istirahat dulu" Ucap Nara


"Iya sayang, kamu juga istirahat, jangan kecapean dulu, jangan banyak pikiran, jangan lupa makan"


"Cup" Nara mendaratkan sebuah kecupan di bibir Niko, Niko pun langsung tersenyum dan memandang wajah Nara dengan gemas kemudian mulai mel*mat bibir Nara dengan lembut, kedua tanganya kini berada di pipi Nara sementara tangan Nara di kalungkan ke leher Niko, Nara pun memejamkan mata menikmati gelora cinta bersama kekasihnya, setelah merasa puas mereka pun saling melepas pagutannya, Niko pun mengusap dengan lembut bibir Nara yang sudah terlihat bengkak dan basah menggunakan telapak tangannya


"I Love You sayang" Ucap Niko sambil memeluknya


"I Love You Too" jawab Nara


"Ya sudah kamu pulang gih" Ucap Nara sambil melepas pelukannya


"nginap boleh engga?" Ucap Niko sambil memeluk Nara kembali dan menggesek-ngesekan hidungnya ke hidung Nara


"mau di grebek?"


"biarin, di grebek nanti kita terus nikah" jawab Niko yang seakan enggan melepaskan kekasihnya tersebut


"sayang, mulai deh, sudah sana pulang, besok kamu harus jemput mamah juga lho ke terminal jangan sampai kesiangan"


"Astaga, iya yah kok aku bisa lupa kalau besok mamah mau ke sini, untung kamu ingetin aku, ya sudah aku pulang ya, kamu istirahat...Cup" Ucap Niko sambil mengecup kening Nara kemudian dia pergi meninggalkan kos Nara, Nara pun mengantarnya sampai depan.


saat hendak kembali masuk ke kamar Nara melihat Widi yang sedang menyuapi Nadia.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2