
Keesokan paginya
"Nar, hari ini kamu di antar doi engga ke kampus?" Ucap Nadia saat masuk ke kamar Nara, terlihat Nara juga sedang siap-siap untuk berangkat
"Engga Nad, kita berangkat bareng yah?" sahut Nara sambil menyisir rambutnya di depan cermin
"Oke baiklah, Nar kamu tahu engga semalam aku ketemu sama mantannya Widi?terus aku bahagia banget di depan mantannya Widi bilang kalau aku itu pacarnya dia, terus tanganku di genggam sama dia, aku rasanya ingin memutar waktu kembali dan berhenti saat itu juga Nar" Ucap Nadia dengan kegirangan
"Widi punya mantan dan aku engga pernah tahu" Ucap Nara dalam hati
"mantan?Widi punya mantan?aku malah baru tahu kalau dia punya mantan aku kira selama ini dia nggak bisa jatuh cinta hahaha, eh tapi bagus dong kalau gitu, itu artinya Widi sudah move on dari mantannya terus kesempatan untuk kamu jadi pacarnya semakin terbuka lebar dan aku yakin sebentar lagi kamu akan mendapatkannya" Ucap Nara
"huss sembarangan kamu Nar, cantik dan keren banget tahu mantannya Widi, kayaknya sih dia kuliah di Jogja juga, iya Nar semoga saja yah secepatnya aku bisa jadian sama Widi, ya sudah kita berangkat yuk" Ucap Nadia sambil beranjak dari tempat duduknya, kemudian mereka pun berangkat ke kampus secara bersama-sama, di parkiran mereka pun bertemu Widi
"Widi, tunggu" Ucap Nadia saat melihat Widi yang turun dari motor kemudian tidak menyapa mereka berdua tapi terus pergi
"Ayo Nar" ajak Nadia sambil menarik tangan Nara,
"Wid, kamu sudah sarapan belum?kita ke kantin dulu yuk" Ucap Nadia saat dia sudah berada di samping Widi
"Sudah" jawab Widi singkat sambil terus berjalan masuk
"Nara" ucap seorang cowo yang ada di belakang mereka dan ternyata cowo tersebut adalah Dimas
"Iya Kak Dimas, ada apa?" jawab Nara dan saat itu Dimas pun sudah ada di sebelahnya
"ini minuman UHT buat kamu di minum ya?" ucap Dimas sambil menyodorkan minuman UHT
"Maaf Kak, nggak usah repot-repot Kak, buat Kak Dimas saja ya" Ucap Nara sambil mendorong tangan Dimas yang memegang minuman tersebut
"Ayolah Nar, di terima, nanti malam aku main ke kos kamu lagi ya" ucap Dimas sambil memegang tangan Nara agar dia mau menerima minuman UHT pemberiannya
__ADS_1
Saat Dimas memegang tangan Nara, Nara pun terlihat marah karena merasa nggak nyaman kemudian ia melepaskan tangan Dimas dari tangannya.
"Maaf ya Kak, bukannya nggak boleh tapi tadi malam pacarku salah paham, dia tahu ada Kak Dimas di depan kosku jadi maaf banget ya Kak, Kak Dimas nggak usah main lagi ke kos ya biar nggak ada salah paham lagi...maaf banget🙏" Ucap Nara dan dia memang sengaja berbohong karena dia takut kalau Niko suatu saat salah paham tentang mereka berdua
"pacar kamu tahu?maaf kalau begitu ya Nar gara-gara aku kamu jadi berantem sama pacar kamu" Ucap Dimas
"Iya Kak nggak apa-apa, Maaf juga ya Kak, aku duluan yah Kak, Widi, Nadia aku duluan yah, kalian kalau mau ke kantin ke kantin ajah aku langsung masuk kelas" Ucap Nara kemudian mempercepat jalannya
Dimas pun merasa kecewa karena sepertinya Nara memang menutup hati, dia pun menatap nanar Nara yang sudah berjalan di depan dan tak terlihat.
sementara itu Nadia masih saja mencoba untuk membujuk Widi supaya mau pergi ke kantin bersamanya dan dengan rayuan mautnya Nadia pun berhasil mengajak Widi ke kantin, ya walaupun Widi hanya memesan minuman tapi setidaknya Nadia punya waktu untuk berdua saja dengan Widi.
"Tina, apa rencana kamu selanjutnya?tadi aku ketemu Nara, dia memintaku untuk tidak main ke kosnya lagi, sepertinya dia sangat mencintai kekasihnya" isi Chat Dimas pada Tina
"aku lebih sangat mencintai kekasihnya, kamu tenang saja, aku pastikan Nara akan menjadi milikmu saat ini kamu ikuti saja kemauannya, kamu bisa mendekatinya di luar kos atau saat dia ada di kampus" Balas Tina
"Oke baiklah"
"Sayang, nanti pulang kuliah jam berapa?aku jemput yah?" Isi Chat Niko pada Nara
"Hari ini jadwal full yank, jam 5an baru kelar kayaknya nanti sore aku kabarin ya yank kalau sudah mau selesai, kamu sudah makan belum yank?" balas Nara
"iya sayangku, aku sudah makan yank, ya sudah kuliah yang semangat ya sayang, I Love You Bu Dokterku...Muach😘"
"Iya sayangku, kamu juga ya jaga kesehatan, I Love You too...Muach🤗😘"
Waktu sore pun tiba dan jam kuliah Nara telah usai, hari itu terlihat mendung sepertinya hujan akan membasahi wilayah tersebut
"Nad, kamu pulang duluan ya, aku di jemput Niko" Ucap Nara saat keluar dari ruang kelasnya
"beneran nih di tinggal?" Ucap Nadia
__ADS_1
"Iya Nad, palingan bentar lagi juga Niko sampai" sahut Nara
"oh ya sudah kalau gitu, aku duluan yah"
"Iya Nad, hati-hati ya"
semua mahasiswa pun satu persatu mulai meninggalkan ruang kelasnya, Nara pun mencoba menghubungi Niko
"sayang, aku sudah selesai kuliah, kamu jadi jemput engga?" isi Chat Nara pada Niko tapi belum di baca, 15 menit nggak ada jawaban Nara pun mencoba menghubungi Niko via telfon.
"Dimas, Nara masih di kampus, kamu bisa jemput dia, ini kesempatan kamu untuk mendapatkannya, jangan kamu sia-siakan kesempatan tersebut" Isi chat Tina pada Dimas, saat membaca pesan tersebut Dimas yang sedang menenggak minuman ke*as bersama teman-temannya langsung bergegas menuju kampus.
Saat itu Tina memang sedang berada di kos Niko, Tina tahu kalau Niko akan menjemput Nara sore hari itulah sebabnya sekitar jam 3an tepatnya setelah mereka selesai kuliah Tina mampir ke kos Niko dan berniat untuk menghalangi Niko pergi, Tina pun memberikan obat tidur pada minuman Niko sehingga Niko tertidur pulas hingga sore hari, saat Niko mengatakan dia merasa ngantuk ingin istirahat, Tina pun pamit pulang pada Niko supaya dia tidak curiga, sore harinya dia kembali lagi untuk memastikan Niko masih tertidur.
"sayang kamu kemana sih" Ucap Nara mondar-mandir sambil terus telfon Niko, tak lama kemudian Dimas pun datang, saat itu kampus sudah terlihat sangat sepi karena memang waktunya sudah sore, hanya terlihat beberapa motor di parkiran
Nara memilih untuk menunggu di dalam kampus karena saat itu hujan sudah turun.
"Nara, kamu belum pulang?ini sudah sore, aku antar ya" Ucap Dimas yang tiba-tiba sudah ada di hadapan Nara membuat Nara kaget
"Ka.Kak Dimas belum pulang?maaf Kak saya sedang nunggu jemputan" Ucap Nara
"Ayolah Nar, aku menginginkanmu" Ucap Dimas dan dia pun terus mendekat ke arah tubuh Nara, pengaruh alko*ol membuat Dimas seperti hilang kendali, Nara pun ketakutan melihat Dimas yang seperti sedang kesetanan dan tergila-gila padanya.
"Kak Dimas mau ngapain?jangan macam-macam Kak?" Ucap Nara sambil terus menjauh dari Dimas
"Aku mengingikanmu, kamu milikku Nar, Aku sangat mencintaimu"
Dimas pun kemudian menutup pintu ruangan tersebut, Nara hendak menelpon meminta bantuan tapi sayang HPnya ngedrop, dia pun hanya berjalan mundur dan terus menjauh dari Dimas dan ingin melarikan diri namun kini dia tak bisa kemana-mana lagi karena Dimas telah mencengkeram tubuh Nara, dia ingin berteriak tapi tiba-tiba tangan Dimas menutup mulut Nara dengan lakban dan mengikat tangan Nara.
Bersambung...
__ADS_1