
Billy Davidson sebagi Niko Saputra (Niko) dia adalah anak tunggal dari keluarga yang sederhana
Ranti Maria sebagai Kinara Salsabila Utami (Nara) adalah anak pertama dari dua bersaudara, dia adalah gadis polos yang belum pernah pacaran.
Rizky Nazar sebagai Widiarto Narendra Pratama (Widi) dia adalah anak ketiga dari 3 bersaudara, orangnya jutek namun sebenarnya dia penyayang.
Aril Tatum sebagai Tina Mustika Rahayu (Tina) dia adalah Putri Tunggal seorang Pengusaha Kaya Raya
Fero Walandou sebagai Dimas Panji Saputra (Dimas)
Michelle Ziudith sebagai Nadia Mustika (Nadia)
Ospek telah selesai kini Nara pun sudah resmi menjadi mahasiswi Fakultas Kedokteran, dia sekelas dengan Nadia tapi tidak dengan Widi, Nara dan Nadia pun menjadi teman yang akrab mereka selalu berangkat dan pulang kuliah bersama menggunakan motor secara bergantian.
malam hari saat Nara sedang rebahan di kamarnya tiba-tiba hpnya berbunyi
klonteng...pertanda ada chat yang masuk
"Ra, besok minggu Dian menikah?kamu mau hadir atau engga?" Tanya Widi
"Jelas dong, kamu juga kan?"
"Belum tahu, gimana besok"
"Hm" jawab Nara singkat
"Kamu mau kesana naik apa?apa mau bareng?"
"belum tahu" jawab Nara singkat, kemudian Nara pun memberitahu Niko bahwa besok dia akan ke pernikahan Dian bersama Widi
"Sayang, besok sahabatku Dian akan menikah, kamu bisa antar aku engga?"
"Maaf banget ya sayangku kayaknya engga bisa engga deh, soalnya aku lagi banyak banget tugas, engga papa kan sayang kalau kamu kesana sendiri?" Jawab Niko
"Ya sudah iya sayang engga apa-apa, kalau begitu aku ke sana ikut naik mobilnya Widi ya, engga sendirian ko nanti aku minta Nadia suruh nemenin"
__ADS_1
sebenarnya mendengar nama Widi, Niko merasa cemburu karena dulu saat SMA dia melihat Widi seperti memiliki perasaan lebih ke Nara, namun dia tidak mau egois mendengar kalau Nadia sahabatnya juga akan ikut, dia pun mengizinkannya.
"iya sayang boleh tapi beneran Nadia harus suruh ikut ya"
"Iya sayang, terimakasih ya"
keesokan harinya mereka pun berangkat menuju gedung lokasi pernikahan Dian yang akan di tempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam,
Nadia pun merasa senang setelah mengetahui akan pergi bersama Widi, sejak pertama bertemu Nadia memang langsung jatuh hati pada Widi, dia pun berniat meminta bantuan Nara agar bisa mendekati Widi.
"Nara, ternyata kamu satu SMA sama Widi, oh My God kenapa kamu engga bilang dari dulu sih Ra?dia anaknya bagaimana ra?dia sudah punya pacar apa belum?terus aku minta nomor HPnya dong" Ucap Nadia sangat gembira saat Nara mengajak dia untuk menemaninya
"Ya ampun Nadia, kamu suka sama Widi?" tanya Nara
"i-iya Nar, dia tipe aku banget, sejak pertama aku melihatnya, matanya, senyumnya ah semuanya membuatku jatuh hati, kamu pegang dadaku Ra, rasanya mau copot"
"Dia anaknya cuek, kadang nyebelin, tapi sebenarnya anak yang baik ko, setauku dia masih jomblo sih Nad, aman lah pokoknya kalau kamu mau masuk hehe"
"kamu suka juga engga Ra sama dia?" Tanya Nadia
"Ya engga mungkin dong Nad, kita hanya sahabat lagian di hatiku hanya ada satu pangeran, Niko seorang" Jawab Nara sambil tangannya berada di kedua pipi dan senyam senyum
"Dasar bucin" Ucap Nadia seraya mencubit perut Nara
"awwwww, sialan kamu Nad, ya sudah kita dandan yuk jangan sampai Widi ke sini kta belum siap, bisa di terkam kamu nanti....rrrraarrrrrrrrr" ucap Nara sambil menirukan harimau yang akan menerka mangsanya
Mereka pun kemudian bersiap-siap untuk pergi, Nara menggunakan dress sepanjang mata kaki berwarna hijau dengan rambut di cepol, kemudian memakai kacamata hias
sedangkan Nadia menggunakan dress berwarna pink yang panjangnya di bawah lutut, dan memakai lipstic berwarna pink juga senada dengan warna bajunya, dia ingin terlihat cantik di mata Widi.
Tak lama kemudian Widi pun datang
"Aduh kenapa aku jadi deg-degan yah, Nara..aku sudah terlihat rapih belum, sudah cantik belum?" Nadia pun sambil berkali-kali menarik nafas
"Astaga Nadia, kamu kenapa sih, sudah kamu sudah cantik ko, cantik banget malah" Ucap Nara menenangkan
tot.tot.tot suara klakson mobil Widi, kemudian Dia pun keluar dari mobil
"Oh My God, Gantengnya Pangeranku, aku seperti mau pingsan Nar" melihat Widi yang memakai kemeja batik panjang dan memakai kaca mata hitam Nadia pun langsung terpesona
"Astaga Nara, kamu semakin ke sini terlihat semakin cantik dan auranya terpancar seperti bidadari yang baru turun dari langit" Ucap Widi dalam hati yang begitu terpesona melihat kecantikan Nara
"berangkat sekarang?"Tanya Widi
"Iya lah masa besok" Jawab Nara kemudian mereka pun masuk ke mobil
__ADS_1
"oh iya Wid kenalin dulu ini Nadia, dia temanku"
mereka pun kemudian berkenalan.
"Ya kali masa dua-duanya duduk di belakang, memangnya aku supir Grab"
Nara pun hanya tertawa
"Ya sudah Nad, kamu saja yang duduk di depan, aku yang di belakang"
Nadia pun kemudian duduk di kursi depan, mereka akan menempuh perjalanan selama kurang lebih 2 jam, Nadia pun mencuri-curi kesempatan untuk bisa dekat-dekat dengan Widi tangannya sengaja ia letakan di atas gigi mobil sehingga saat Widi hendak menurunkan gigi mobilnya tangannya memegang tangan Nadia membuat Nadia merasa berdebar-debar dan bahagia
"cie.cie" Nara menggoda mereka
namun Widi langsung menyingkirkannya sehingga membuat Nadia merasa malu dan Nara yang duduk di belakang hanya tersenyum.
Karena perjalanan masih jauh Nara pun memejamkan mata karena merasa ngantuk sementara Nadia dia pandangannya tak pernah lepas dari wajah Widi
Saat Widi menatap Nara dari kaca spion dia melihat Nara yang sedang tertidur sepertinya kepalanya akan terbentur ke jendela reflek dia pun ingin menahan badan Nara agar tidak kejedod dan settttttt dia tiba-tiba Widi rem mendadak membuat Nadia dahinya kejedod kemudian Nara terbangun.
"Astaga, Widi kamu gila yah?aku masih pengin hidup" Ucap Nara kesal
"aw sakit" Ucap Nadia sambil memegang dahinya
"kamu kenapa Nad?" Tanya Nara
"Engga apa-apa kok Ra, cuma pusing sedikit"
"hati-hati dong Wid"
"Iya maaf" hanya kata itu yang terdengar dari mulut Widi tanpa memperdulikan Nadia yang di sebelahnya kemudian mereka pun melanjutkan perjalanan.
"Widi apakah kamu mencintai Nara?" Ucap Nadia dalam hati karena dia melihat ada cinta di matanya Widi saat menatap Nara.
mereka pun telah sampai di lokasi, terlihat banyak teman-teman yang sudah berkumpul di sana termasuk, Mamet, Fira, Rita, Seno, Joni dan yang lainnya.
"Widi serakah banget bro bawa 2 pasangan sekaligus" Ucap Joni
"Sialan kamu" Ucap Widi
"Ini pacar kamu apa Wid?" Tanya Seno
"Lebih tepatnya calon" Nara yang menjawab karena Widi hanya diam saja, karena Nadia orangnya mudah bergaul dia pun langsung akrab dengan teman-teman Nara dan Widi, mereka pun akhirnya foto-foto bersama kedua mempelai dan teman-teman yang lainnya tanpa sengaja saat sedang sesi foto-foto Nara berada di sebelah Widi namun tiba-tiba dia terdorong oleh teman-teman yang lain sehingga kini Nara berada jaraknya sangat dekat dengan tubuh Widi layaknya sedang berpelukan, sontak mereka pun saling berpandangan dan membuat jantung Nara berdegup kencang tak karuan
1.2.3 cekrek terdengar suara aba-aba dari sang fotografer yang mengagetkan Nara kemudian kembali fokus ke arah fotografer dan menjauhkan tubuhnya dari Widi.
"Nara, kamu kenapa sih, kenapa jantung ini rasanya mau copot saat Widi ada di dekatmu" Ucap Nara dalam hati
__ADS_1
Bersambung..