
Semenjak hari itu hubungan Widi dan Nadia pun semakin dekat meski keduanya belum ada komitmen untuk berpacaran namun mereka sering terlihat jalan bersama dan ke kampus secara bersama.
Pada suatu hari tanpa memberitahu Niko terlebih dahulu Nara berniat untuk mengunjungi Niko di sore hari dan membawakan masakan kesukaan Niko yaitu terong balado, Namun sesampainya di kost Niko dia tidak menemukan pujaan hatinya di sana, yang ada dia malah bertemu dengan cowo penghuni kamar sebelah Niko yang tengah asyik bermain handphone di depan kamarnya, sekilas Nara pun memperhatikan HP yang di pegang oleh cowo tersebut, sebenarnya dia ingin menyapa dan menanyakan tentang keberadaan Niko namun dia ragu-ragu karena sepertinya cowo tersebut sedang serius dengan handphonenya dan sedang asyik bermain game online.
"Maaf mas Doni bukan yah?" Tiba-tiba Nara memberanikan diri untuk membuka suara
"Iya, kok tahu, memangnya kamu siapa?" Tanya Doni karena dia memang tidak mengenalnya meski Nara sering ke kos Niko
"Iya Mas, dulu Niko pernah cerita sama saya pas ada HP ketinggalan di kamarnya katanya itu punya mas Doni anak kamar sebelah dan sekarang mas ada di depan kamar ini berarti kan mas itu Mas Doni😁" Nara terkekeh
"Aku kira punya mata batin" Jawab Doni
"Mas bisa saja, oh iya HP nya sudah di kembalikan kan mas sama Niko" Tanya Nara
"Handhpone?di kembalikan?Kayaknya aku nggak pernah ninggalin HP di kamar Niko?" Jawab Doni bingung
"masa sih mas, yang Iphone itu lho, punya mas bukan?" Tanya Nara semakin penasaran
"Maaf mba aku nggak punya HP Iphone lagian aku juga jarang mba main ke kamar Niko soalnya Niko juga jarang di kos"
Deg...Nara pun merasa kaget
"Oh ya mas mungkin saya yang salah dengar waktu itu kali yah mas?maaf ya mas?" Ucap Nara yang tak mau memperpanjang
__ADS_1
"Iya nggak papa, ada yang mau di tanyakan lagi, kalau engga ada aku mau masuk?"
"Nggak ada mas, maaf mengganggu waktunya ya" Ucap Nara, kemudian cowo itu pun masuk ke dalam kamarnya.
"Niko, apa mungkin kamu membohongiku?kamu jarang di kos, kamu juga jarang menemuiku, lalu kamu kemana?oke baiklah aku akan mencaritahu sendiri sampai aku menemukan jawabannya" Gumam Nara dalam hati
Tak lama kemudian Niko pun datang dan merasa kaget ada Nara di depan kamar kosnya
"Sayang, kamu sudah lama di sini?kenapa nggak ngabarin dulu kan aku bisa jemput kamu?" Ucap Niko sambil melangkah ke arah Nara
"Bukan surprise dong namanya kalau di kasih tahu, kamu baru pulang kuliah apa yank?"
"Iya sayang, sebenarnya sudah pulang dari jam 3 sih tapi tadi kerja kelompok dulu menyiapkan keperluan yang akan di bawa saat KKN nanti, ya sudah masuk dulu yuk" Ajak Niko seraya membuka pintu kamar kosnya dan Nara pun mengikutinya dari belakang.
"sayang, sudah makan belum?ini aku masak makanan kesukaan kamu kita makan sama-sama ya" Ucap Nara sambil meletakan rantang yang ia bawa di atas meja
"Iya sayang, jangan lama-lama ya"
Setelah Niko masuk ke kamar mandi Nara mengingart-ingat ucapan Doni tadi, seketika dia pun mencari ke berbagai arah berharap menemukan Iphone tersebut, tak kunjung di temukan kini matanya fokus melihat tas Niko yang tergeletak di atas meja belajar dia pun memiliki keinginan untuk meraih dan membukanya namun dia juga merasa ragu dan berdebar-debar
"Nara, kamu apa-apaan sih?nggak seharusnya kamu punya rasa seperti ini, kamu nggak boleh lancang membuka-buka privasi Niko" Gumam Nara dalam hati namun di sisi lain dia pun sangat penasaran tapi saat akan membuka tas tiba-tiba terdengar pintu kamar mandi yang akan segera di buka, Nara pun kemudian salah tingkah dan pura-pura merapikan buku-buku yang berserakan di meja belajar.
"Ya ampun sayang, kebiasaan deh kalau naruh buku sembarangan banget" Ucap Nara sambil merapikan buku-buku tersebut
__ADS_1
Niko pun hanya tersenyum kemudian segera menyisir rambutnya dan duduk di sofa.
"Sayang, katanya mau makan, ayo aku sudah tidak sabar menikmati masakan kamu, pasti enak sekali"
"Iya sayang sebentar ya aku cuci tangan dan ambil piring dulu"
Saat sedang menyantap makan bersama tiba-tiba terdengar suara HP yang berdering dari dalam tas Niko
"Sayang, tolong kamu ambilkan HP ku di tas ya, tanganku kotor, lagi tanggung nih masakan kamu enak banget soalnya" Ucap Niko sambil memasukan makanan tersebut ke dalam mulutnya sebenarnya dia juga memberikan kesempatan untuk Nara melihat isi Tasnya karena tadi saat baru keluar dari kamar mandi tanpa sengaja Niko melihat Nara yang sepertinya tengah ingin membuka tas miliknya namun keburu dirinya keluar dari kamar mandi, sebelumnya dia pun telah menyimpan HP yang satunya di dalam box motornya karena sekarang dia lebih sangat hati-hati.
Seperti mendapat angin segar Nara pun kemudian melangkah dan membuka tas Niko serta mengambil HP Niko dan sekilas melihat-lihat isi di dalam tasnya dan dia pun tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan di dalamnya.
"Sayang, mamah kamu telfon?"
"Angkat saja sayang" Ucap Niko
Mereka pun kemudian mengobrol bersama lewat sambungan telfon, dan tak terasa senja telah berganti malam, Nara pun pamit untuk pulang ke kosnya karena dia juga harus mengerjakan tugas untuk besok.
Di jalan dia pun memikirkan sesuatu Dia masih penasaran dengan IPhone tersebut tapi Dia juga nggak mau terus-terusan memiliki rasa curiga terhadap Niko dan sungguh itu sangat menyiksa.
"ah sudahlah bodo amat dengan Iphone tersebut, yang terpenting Niko sangat mencintainya terlebih saat kekasihnya tersebut sudah mengenalkan Nara dengan kedua orangtua Niko, karena katanya jika cowo sudah berani mengenalkan cewe kepada keluarga ya itu artinya cowo itu serius padanya, Niko pun semakin perhatian pada Nara dan dari situ juga Nara merasa yakin akan cinta Niko dan mencoba menghapus segala curiga terhadap Niko meski terkadang juga tetap saja masih ada keraguan di hatinya.
Sekian Tahun Kemudian
__ADS_1
"Sayang, besok kan hari minggu terus 3 minggu lagi aku wisuda, kita jalan-jalan yuk sekalian cari kain batik buat bikin baju seragam untuk kita juga orang tuaku?" Isi Chat Niko pada Nara
Bersambung...