Di Antara 2 Hati

Di Antara 2 Hati
Lupakan aku


__ADS_3

"Widi, sudah sampai kos belum?jangan lupa makan ya?terimakasih untuk hari ini...Love You"


Sekilas Nara membaca pesan dari Nadia yang baru masuk namun dia tidak berani membukannya dan HP tersebut masih saja berdering, Nara ragu-ragu untuk mengangkatnya


"Hallo, anda siapa?saya Widi yang punya HP tersebut, bisa tolong kasih tahu alamat anda biar saya yang mengambil sendiri kesana?saya akan memberikan apapun yang anda minta" Suara Widi saat Nara memutuskan untuk mengangkat telfon tersebut, Nara masih diam, mulutnya terkunci dia tak mampu mengatakan apapun, Widi menelpon menggunakan HP teman kosnya


Hatinya merasa bahagia karena dia mengetahui perasaan Widi yang sesungguhnya terhadap dirinya tapi di sisi lain dia juga merasa sangat bersedih karena Nadia sahabat baiknya sangat mencintai Widi, yang kedua karena saat ini statusnya sudah menjadi kekasih orang lain.


"Jam 7 temui aku di alun-alun kidul" hanya kata itu yang terucap dari bibir Nara kemudian dia menutup panggilan telepon tersebut.


tuttttt.tuuuutt.tuuutt...sambungan telepon pu terputus


"Nara, itu seperti suara Nara, apa mungkin dia yang menemukan HP ku?" Widi pun berjalan mondar-mandir penasaran dan bertanya-tanya dalam hati mengapa HP nya bisa ada sama Nara


"tenang Widi tenang, HP mu kan di pola jadi dia nggak mungkin bisa membukanya" Gumam Widi dalam hati sambil menarik nafas, dia takut Nara mengetahui semuanya


Matahari telah menyembunyikan sinarnya hari telah berganti malam, karena seharian nomornya susah di hubungi Tina pun langsung datang ke kos Niko sesampainya di kos terlihat Niko yang sedang duduk di depan kamarnya.


"Bebh, kamu seharian kemana?kenapa akhir-akhir kamu begitu susah di hubungi?apa kamu sengaja menghindar dari aku?" Ucap Tina yang baru datang dan masih di depan,


"Maaf Tina, akhir-akhir ini aku sibuk, kamu mau mau ngapain ke sini?aku lelah mau istirahat, sebaiknya kamu pulang, kita ketemu besok saja" Ucap Niko sambil melangkah masuk kemudian menutup pintu kamar kosnya


"bebh, tunggu ada yang mau aku omongin" Ucap Tina sambil mengetuk pintu dengan keras


"besok saja, aku mau istirahat, pulanglah" Teriak Niko, entah mengapa dia merasa sangat malas untuk bertemu Tina, Dia ingin mulai menjauh dari Tina karena dia telah memantapkan hati untuk menjadikan Nara satu-satunya


"oke kalau begitu, aku pergi ke kos pacar kamu saja, aku akan bongkar semuanya"


Hening seketika


"arghhhhh siall!!!" Niko pun mengusap mukanya dengan kasar kemudian segera membuka pintu


"dari tadi dong bebh, aku sudah kangen banget sama kamu" Ucap Tina sambil tersenyum penuh kemenangan ketika mendengar suara pintu terbuka, dia pun langsung mengusap wajah Niko dan bergelayut manja menghambur memeluk Niko

__ADS_1


"katanya ada yang mau di omongin?mau ngomong apa?" Ucap Niko sambil melepaskan diri dari pelukan Tina


"Sebentar bebh, aku rasanya pusing banget" Ucap Tina sambil memegang kepalanya


"kamu jangan akting"


"kamu kenapa sih bebh, dingin banget sama aku?akhir-akhir ini juga susah di hubungi?apa kamu sengaja mau menghindar dari aku?" Tina pun mulai mengeluarkan air mata kemudian duduk di sofa yang ada di kamar tersebut


"Tina, aku minta maaf, aku harap kamu bisa menerimanya, aku mau hubungan kita berakhir di sini, kamu berhak mendapatkan yang lebih dari aku, yang bisa mencintaimu sepenuhnya, terimakasih untuk segala cinta dan kasih sayang yang telah engkau berikan untukku, terimakasih untuk segalanya, lupakan aku Tina" Ucap Niko sambil memegang kedua lengan tangan Tina


Deg...bagai tersambar petir di siang bolong dan bagai tertusuk pisau belati yang sangat tajam dan runcing, rasanya begitu sakit sungguh teramat sakit, akhirnya yang Tina takutkan selama ini terjadi juga, Tina pun langsung memeluk Niko


"kamu bercanda kan bebh?" Ucap Tina sambil menangis sesenggukan


"aku tidak bercanda, aku serius, aku telah menentukan pilihan dan maafkan aku jika pilihan tersebut membuatmu terluka, maafkan aku yang telah membawamu ke dalam hubungan yang rumit seperti ini" Ucap Niko sambil melepaskan diri dari pelukan Tina


"bebh, kamu nggak bisa seperti in....hoekkkkk" Tiba-Tiba Tina merasakan perutnya terasa mual dan kepalanya terasa pusing


"aku...hoekkk..hoekkk" Tina langsung bergegas ke kamar mandi, perutnya sepeti terkuras, badannya terasa lunglai, dia pun berjalan sempoyongan,


Melihat kondisi Tina yang seperti itu, Niko pun segera membantu memapah Tina dan membawanya kembali duduk di sofa dan mengambilkan segelas air bening


"kamu minum dulu"


"Terimakasih" Ucap Tina kemudian meminumnya


"apa kamu sedang sakit?kamu sangat pucat?apa mau aku antar ke dokter?" Ucap Niko yang nampak cemas melihat kondisi Tina


"aku baik-baik saja, sangat baik-baik saja bebh" Ucap Tina sambil mengeluarkan air mata dan kini kepalanya bersandar di sofa


"kamu yakin?" Niko menegaskan


"Kalau kamu memang menginginkan aku untuk pergi, aku akan pergi, terimakasih untuk cinta yang telah engkau beri untukku, terimakasih karena telah mengijinkanku untuk masuk ke dalam hidupmu" Ucap Tina sambil berdia kemudian mengarah ke meja makan

__ADS_1


"Tina, aku minta maaf" Ucap Niko


"Hahaha kamu tenang saja bebh, aku akan pergi, aku akan membawa bukti cinta kita, maafkan mama sayang, kita temui nenek di surga sama-sama ya, percuma kita ada di sini, nggak akan ada yang peduli sama kita berdua" Ucap Tina sambil berlinang air mata dan mengusap-usap perutnya kemudian meraih pisau yang ada di meja


Mendengar Ucapan Tina Niko pun merasa kaget dan seketika itu pula saat melihat Tina mengarahkan pisau tersebut ke tangannya Niko langsung meraih Tubuh Tina dan membuang pisau tersebut ke sembarang arah, beruntung pisau tersebut belum sempat mengenai tangan Tina, Tina pun langsung terduduk lemas sambil terus menangis


"kenapa bebh, kenapa kamu menyelamatkanku?kenapa kamu membiarkanku hidup?kenapa kamu memberiku cinta kalau akhirnya aku yang harus mengalah?kenapa semua orang yang aku sayang pergi meninggalkanku?apa salahku?biarkan aku pergi bebh, biarkan aku pergi membawa buah cinta kita, biarkan aku pergi" Ucap Tina sambil terisak dalam pelukan Niko


"Buah Cinta?maksud kamu apa Tina?!" Niko kemudian melepas pelukannya dan memegang kedua lengan tangan Tina serta menatap Tina dengan sorot mata tajam


"Tina...jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi?" Sambung Niko


Tina pun hanya diam dan terus menangis


"aa.aa..aku ha.mil bebh" Ucap Tina


"apa?hamil?engga.engga, itu nggak mungkin terjadi?kamu pasti salah kamu nggak mungkin hamil?" Niko kemudian berdiri menjauh dari Tina dan mengusap wajahnya dengan kasar


"apa kamu sudah benar-benar memastikan?apa kamu yakin kalau itu anak aku?"


Plakkkk....Tina kemudian menampar Niko


"maksud kamu apa bebh bicara seperti?aku tahu aku hanya orang kedua dalam hidupmu, tapi aku nggak serendah itu Nik, aku hanya melakukannya dengan kamu, hanya kamu...ingat itu hanya kamu...ini, aku sudah test berkali-kali dan hasilnya semua sama..positif!!" Tina pun kemudian mengambil hasil testpack dari dalam tasnya kemudian melemparkannya ke arah Niko


"arghhhhhhhh" Niko nampak frustasi antara marah, sedih dan bingung harus berbuat apa, dia terduduk lemas membayangkan wajah kedua orang tuanya, membayangkan Nara kekasihnya yang begitu dia cintai, menyesal pun kini sudah terlambat


"Tina beri aku waktu untuk memi..." belum sempat dia menyelesaikan kata-katanya tiba-tiba Tina pingsan


Di tempat lain terlihat seorang gadis yang tengah duduk sendirian di alun-alun kidul untuk menunggu seseorang, tak lama berselang yang di tunggu-tunggu pun akhirnya datang juga


"Nara"


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2