
tit.tit.tit terdengar suara klakson motor yang terparkir tepat di halaman kos Nara dan sepertinya dia paham itu suara motor siapa, Nara pun kemudian bercermin, merapikan rambutnya dan tak lupa juga memakai minyak wangi dengan langkah penuh semangat dia pun membuka pintu.
"mawar putih seputih cintaku padamu ku persembahkan khusus hanya untukmu wahai sang pemilik hatiku" Ucap Niko sambil menyodorkan bouqet bunga saat Nara membuka pintu kamar kosnya
Nara pun kemudian tersipu malu hatinya langsung berbunga-bunga semua pertanyaan yang sebelumnya sudah tertata rapi di dalam kepalanya yang rencananya akan dia tanyakan saat melihat kekasihnya tersebut seketika hilang terbang tinggi entah ke mana😁
"Ya ampun sayang, kamu so sweet banget aku jadi terharu" Nara pun kemudian mengambil bouqet bunga tersebut kemudian di ciuminya bunga tersebut
"aku mau juga dong di cium" Niko sambil membungkukan sedikit badannya dan mendekatkan pipinya ke ke depan wajah Nara
"ahh sayang" Nara pun kemudian menenggelamkan wajahnya di dada bidang milik Niko kemudian tanganya melingkar ke pinggang
"Terimakasih banyak ya sayang" Ucap Nara sambil terus memeluk erat
"Maaf kalau membuatmu cemas ya sayang" Niko pun mengecup kening Nara serta mengelus-elus rambutnya
"Ehm.Ehm dunia seakan milik berdua yang lain ngontrak" Ucap Nadia saat ia keluar dari kamarnya seraya menenteng dompet dan HP di tangan kirinya, tadinya dia ingin meminta Nara untuk menemani dirinya keluar mencari cemilan karena dia merasa lapar namun begitu keluar dia malah melihat dua sejoli sedang memamerkan kemesraanya, Nara pun seketika langsung melepaskan diri dari pelukan Niko dan tersipu malu karena kepergok sedang berduaan bersama kekasihnya kemudian meletakan bouqet bunganya di meja yang ada di depan kamar kos.
"Mau kemana Nad?" Tanya Nara karena dia melihat sahabatnya itu seperti hendak pergi, dia memakai pakaian rapih dan membawa dompet
"Tadinya aku mau ajak kamu keluar beli makanan tapi malah kamunya lagi asyik berduaan, ya sudah aku pergi sendirian saja"
"mau beli apa, sini gabung sama kita aja, kayaknya Niko bawa sesuatu yang enak tuh" Ucap Nara sambil melirik ke sebuah box kecil yang mengeluarkan aroma sedap dan ada di atas meja
"ngapain sih Nara pakai ajak temannya ikut gabung segala, aku kan pengin berduaan sama dia" gumam Niko dalam hati kemudian dia pun duduk di kursi yang ada di depan kos tersebut
"engga lah Nar, takutnya ganggu kalian berdua"
"Ya ampun Nadia, kita malah senang jadi tambah rame kan makin asyik ngobrolnya, iya kan sayang?" Ucap Nara sambil memegang pundak Niko
"i.iya sayang" jawab Niko sambil terbata
asyik apanya, justru kita nggak bisa berduaan sayang" gerutu Niko dalam hati
"kalau begitu aku masuk ke kamar saja lah" Nadia pun hendak melangkah masuk ke kamarnya kembali namun Nara menarik tangannya kemudian mau engga mau Nadia pun akhirnya ikut duduk bersama mereka,
__ADS_1
"sayang perkenalkan ini Nadia, sahabat baik aku" Ucap Nara yang duduk bersebelahan dengan Nadia
"Nadia"
"Niko"
mereka pun kemudian saling mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dan ngobrol bertiga sambil menikmati martabak telor yang tadi Niko bawa sengaja khusus untuk sang kekasihnya.
"sayang maaf kalau tadi aku engga bisa antar kamu ke acara pernikahan Dian ya, aku banyak tugas, terus tadi sore ketiduran" Ucap Niko
Malam Sebelumnya
Saat Nara meminta Niko untuk mengantarnya ke acara pernikahan Dian saat itu pula dia sedang telfonan bersama Tina.
"Bebh, besok aku ulang tahun aku mau merayakannya bersama kamu, jangan bilang kamu engga bisa karena kamu akan pergi sama bocah ingusan itu"
"Namanya Nara!" Niko pun geram karena Tina selalu saja menyebut Nara bocah ingusan
"Kita merayakannya sore aja ya bebh soalnya aku mau antar Nara dulu ke acara pernikahan temannya"
"kamu mengancam?" Niko
"siapa yang mengancam, kenyataannya seperti itu kan?" Tina
"Oke baik, besok aku akan bersamamu" Niko
"Nah begitu dong bebh, kan aku jadi senang mendengarnya, aku mencintaimu bebh, muach" Tina
"arggggghhhh sial!!!mengapa aku harus terjebak dalam hubungan yang rumit seperti ini, maafkan aku Nara, aku takut untuk kehilanganmu" dia pun melempar HP nya ke kasur
Niko mencari alasan mengapa dirinya tidak bisa mengantar Nara.
Keesokan paginya
Klonteng, pertanda ada pesan yang masuk ke HP Niko dan ternyata itu dari Tina
"Jangan lupa bebh, hari ini kamu milikku"
__ADS_1
Niko pun mandi dan bersiap-siap untuk ke rumah Tina tak lupa dia juga mampir untuk membelikannya kado sebagai balas budi karena dulu saat dirinya ulang tahun Tina membelikan Iphone ya meski apa yang akan di berikan harganya tak sebanding dengan pemberiannya dulu.
sesampainya di rumah Tina, mengetahui mood kekasihnya yang sepertinya sedang tidak bagus karena gagal jalan sama pacarnya, setelah tiup lilin dan makan bersama Tina pun seperti biasa memberikan obat perang*ang ke dalam minuman Niko dan selama seharian mereka hanya menghabiskan waktu berdua di dalam rumah Tina hingga sore hari setelah berkali-kali melakukan penyatuan bersama Tina, Niko pun sadar bahwa dirinya seharian belum menghubungi Nara kekasihnya.
Flashback Selesai
"Sayang maaf kalau tadi aku nggak bisa antar kamu ke acara pernikahan Dian ya, aku banyak tugas, terus tadi sore ketiduran, makanya aku baru sempat datang kesini" Ucap Niko sambil mencium punggung tangan Nara
"Iya sayang, nggak papa aku ngerti kok" Jawab Nara sambil menggenggam tangan Niko
"ehm.ehm.ehm, beneran jadi nyamuk kan aku" Ucap Nadia sambil melahap sepotong martabak telor yang ada di meja
"Hahaha iya maaf" Narapun hanya tersenyum dan melepaskan genggamannya tak lupa dia juga menyuapi kekasihnya martabak telor
"kamu beruntung Nar, punya cowo ganteng, perhatian, romantis pula, aku kapan ya" Ucap Nadia sambil memegang kedua pipinya sambil mengkhayalkan dirinya bersama Widi
"pepet terus si Widi, jangan sampai lepas" Ucap Nara sambil menarik hidung Nadia hingga membuat khayalannya berhenti
"oh itu pasti, kamu bantu aku ya biar bisa dekat sama dia"
"ashiap sahabatku"
"Widi?Widi teman kamu itu sayang?" mendengar nama Widi sebenarnya hati Niko langsung terbakar api cemburu karena Niko tahu kalau dulu Nara pernah dekat dengan Widi namun dia selalu berusaha untuk menyembunyikan perasaan cemburunya, dia mencoba untuk mengerti kalau mereka hanya berteman.
"Iya sayang, sepertinya ada yang sedang jatuh cinta pada pandangan pertama" Ucap Nara sambil melirik ke arah Nadia hingga membuat wajahnya merah merona
"Tapi sepertinya aku harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mendapatkannya, di Whatsapp (WA) saja dari tadi engga di baca" Ucap Nadia sambil memegang HPnya
"sabar Nadia, semua butuh proses"
"Sayang sudah malam, kalau begitu aku pamit pulang saja ya, kamu istirahat besok kan harus kuliah" Niko pun beranjak dari tempat duduknya dan tak lupa mendaratkan kecupan mesra di kening Nara tak perduli kalau ada Nadia di sebelah Nara
"Iya sayang, kamu hati-hati ya, terimakasih bunganya, terimakasih juga martabak telornya, aku sayang kamu"
Niko pun berlalu dari kos Nara.
Bersambung...
__ADS_1