
Beberapa hari kemudian,
Pada suatu malam terlihat dua sahabat yang sedang duduk santai di teras depan kamar kosnya sambil menikmati beberapa cemilan
"Nad, sudah sampai mana PDKT mu sama Widi?lusa kayaknya Widi ulang tahun deh, kamu bisa menggunakan kesempatan tersebut untuk mengambil hatinya Nad" Ucap Nara sambil memakan cemilan
"sejauh ini masih sebatas teman Nar, oh ya benarkah lusa ulang tahun Widi?kenapa kamu baru kasih tahu aku sekarang Nar?pokoknya aku nggak mau tahu besok kamu harus menemaniku cari kado, terus temani aku ke Mall aku mau beli baju baru, temani aku ke salon juga aku mau potong rambut biar lebih fresh, terus pagi-pagi juga temani ke pasar aku mau masak yang spesial, sebentar-sebentar aku googling dulu kira-kira masak apa yah yang enak Nar?"
"Widi hati kamu tertutup oleh apa sih, Nadia cewe yang sempurna mengapa kamu tidak mau sedikit saja membuka hati" Ucap Nara dalam hati namun tiba-tiba sahabatnya itu mengagetkannya karena Nadia merasa dari tadi ngomong ini itu banyak sekali tapi sahabatnya malah hanya diam saja dan memandangi wajah Nadia yang tengah sibuk memainkan HP nya
"Astaga ini orang di ajak ngobrol malah diam saja, Woy...mikirin apa sih, kasihan deh gue di cuekin" Ucap Nadia sambil mendekatkan wajahnya ke depan wajah Nara
"ishhh kamu bikin kaget saja" Nara
"Ya lagian kamu aku lagi ngomong bukannya dengerin malah makan jajan mulu" kesal Nadia
"ya habisnya kamu juga ngomongnya cepat banget, banyak pula, kan aku jadi bingung mau jawab yang mana dulu" Nara pun mencari alasan padahal sebenarnya tadi dia sedang memikirkan mengapa Widi belum membuka hati untuk Nadia dan menjadikannya kekasih apa mungkin dia sudah memiliki kekasih namun Nara tidak mengetahuinya, Nara juga memikirkan bagaimana caranya supaya Widi dan Nara bisa jadian.
Klonteng...Tiba-tiba HP Nara bunyi pertanda ada pesan baru yang masuk dan ternyata itu adalah kekasihnya
"Sayang, hari minggu nanti kita jalan-jalan yuk" Niko
__ADS_1
"dengan senang hati sayangku" Nara
Lusa adalah hari minggu dan hari itu juga adalah hari ulang tahun Widi.
Pagi-pagi sekali sebelum berangkat ke kampus Nara dan Nadia pun pergi ke pasar untuk belanja sayuran dan lain-lain, berbekal ilmu googling Nadia rencananya Nadia ingin membuat nasi kuning yang akan di berikan saat ulang tahun Widi besok, setelah berkeliling pasar kurang lebih satu jam mereka pun selesai belanja dan kembali ke kos setelah itu mereka pun bersiap-siap untuk berangkat ke kampus bersama-sama, beruntung setiap hari sabtu jadwal kuliah hanya sampai siang jadi setelah pulang kuliah Nadia dan Nara pun pergi ke Mall untuk membeli kado dan beberapa pakaian.
"Nar, kira-kira kasih kado apa yah?" Nadia mencoba meminta saran pada Nara saat mereka ada di tempat perlengkapan khusus pria
"Motor saja Nad😁" Nara pun mencoba meledeknya
"gila kamu, memangnya aku juragan empang yang duitnya di mana-mana" ucap Nadia sambil mendorong kening Nara dengan jari telunjuknya
"Nara...awas kamu yah!" Nadia pun menyusul Nara yang sudah berhenti di bagian pakaian dan sepatu khusus pria.
Akhirnya Nadia pun sudah menemukan kado untuk Widi, setelah itu mereka pindah ke pakaian khusus wanita keliling kesana kemari mencari pakaian yang cocok dan setelah menemukannya kemudian mereka pergi ke salon karena Nadia ingin memotong rambutnya dan setelah selesai mereka kembali ke kos.
"Nar, terimakasih ya sudah mau nemenin aku hari ini, aku bersyukur banget punya sahabat seperti kamu, jangan kapok ya" Ucap Nadia sambil memegang pundak sahabatnya itu
"Iya Nadia sama-sama, itulah gunanya sahabat yaitu untuk berbagi dan saling membantu, berbagi suka, duka, berbagi makanan, berbagi ilmu, yang penting jangan berbagi pacar hahaha" Nara pun terkekeh
"ya sudah kita masuk dulu yuk istirahat, nanti malam kita siapkan semua bahan-bahannya supaya besok pagi tinggal masak dan maaf juga kalau aku besok nggak bisa bantu maksimal ya, si doi ngajak jalan"
__ADS_1
"cie yang mau jalan-jalan cie, oke baiklah berarti aku harus bangunin kamu pagi-pagi buta supaya kamu bisa bantu banyak" hahaha Nadia terkekeh
mereka berdua pun masuk ke kamar masing-masing kemudian mandi dan istirahat.
Keesokan Paginya
Sekitar pukul 08.00 WIB, tumpeng nasi kuning pun telah selesai mereka berdua memasaknya sejak jam 3 pagi (WAW niat banget)😁
"Nar, kamu temanin aku ke kos Widi juga ya, aku kurang PD(Percaya Diri ) kalau ke sana sendirian" Nadia pun memohon
"Maaf Nadia sepertinya nggak bisa, aku harus siap-siap soalnya nanti jam 9 Niko jemput aku ke sini"
"Ayolah Nar, please masa aku harus gotong tumpeng ini sendirian, kan nggak lucu, ya.ya temenin ya, aku yang bawa motor kamu yang di belakang pegang tumpengnya, oke.oke...please🙏🙏🙏"
dengan bujuk rayuan mautnya Nadia mau nggak mau Nara pun akhirnya memutuskan untuk ikut ke sana, kost Widi memang nggak jauh dari kost mereka tak butuh waktu lama akhirnya mereka pun sampai di kosnya Widi.
sesampainya di sana mereka pun bertanya letak kamar Widi pada salah satu penghuni kamar kos yang sedang duduk di depan kamarnya, setelah sampai di depan kamar Widi mereka pun langsung mengetuk pintu dan betapa kagetnya mereka karena yang membukakan pintu adalah seorang Wanita.
Bersambung...
__ADS_1