
"Nadia Mustika" hatinya bergetar saat memanggil namanya
"Hadir Pak"
"Lebih cantik, sayang sudah ada yang punya" Gumam Arya dalam hati
Flashback On
Arya Kamandanu atau yang biasa di panggil Arya dia adalah seorang dokter spesialis lulusan luar negri dan bekerja di rumah sakit yang ada di luar negri, sejak kuliah dia tinggal di luar negri bersama kedua orang tuanya, namun beberapa tahun belakangan orangtuanya kembali ke indonesia dan memilih untuk menetap di indonesia, selama ini Arya terlalu fokus dengan karir hingga sampai usia 34 tahun dia belum juga menikah, orangtuanya mulai cemas karena di usianya yang sudah terbilang sangat matang anaknya belum ada tanda-tanda untuk menikah hingga akhirnya orangtuanya memutuskan untuk menjodohkan anak semata wayagnya dengan rekan kerjanya, orang tua Arya menyuruh Arya kembali ke indonesia dan memintanya untuk pindah kerja di sini, dia menurut saja untuk di jodohkan karena memang dirinya juga tidak mempunyai pasangan dan malas mencarinya juga, waktunya selalu di sibukkan dengan pekerjaan, setibanya di rumah orang tuanya, mereka langsung membahas perjodohan tersebut dan menunjukan foto Nadia padanya, pertama kali melihatnya Arya langsung merasa tertarik dan jatuh hati, orang tuanya juga mengatakan kalau Nadia masih kuliah, kemudian memberikan nomor HP nya dan alamat kosnya, awalnya dia sempat ragu dengan perjodohan ini apalagi mengingat usia mereka yang terpaut jauh dan Nadia juga masih kuliah, untuk mulai mendekati dan mengenal Nadia Arya mengawalinya dengan mendaftar kerja sebagai dosen di kampus di mana Nadia menimba ilmu.
Pagi itu Arya berencana pergi ke kos Nadia, dia ingin menjemput Nadia sekaligus berkenalan, bermodalkan alamat yang di berikan kedua orang tuanya dan google maps akhirnya dia menemukan alamat tersebut tapi siapa sangka saat mobilnya hendak masuk ke halaman kos Nadia, dia melihat Nadia yang sedang duduk berdua dengan seorang pria, dari dalam mobilnya dia terus mengawasi dan memastikan apakah Nadia tersebut benar-benar Nadia yang sama dengan di foto dan benar itu adalah Nadia yang sama, lagi-lagi dia di kejutkan dengan dua sejoli tersebut yang saling berpelukan yang itu artinya mereka pasti sepasang kekasih, ada rasa kecewa di dada bisa-bisanya orangtuanya menjodohkan dirinya dengan wanita yang sudah memiliki kekasih padahal entah mengapa hanya dengan melihat fotonya saja Arya sudah langsung jatuh hati, karena tidak mau mengganggu dan kebetulan hari pertama mengajar adalah besok akhirnya Arya pergi mencari tempat untuk menyegarkan pikirannya dan sampailah dia di pantai dan hari itu juga dia bertemu dengan Nara di sana.
Flashback Off
Baik sebelum memulai pelajaran, saya mempunyai aturan-aturan yang perlu kalian ketahui dan garis bawahi
"Pertama, saya tidak suka mahasiswa yang datang terlambat meski hanya satu menit!"
"Yang Kedua, saya tidak mau ada mahasiswa yang melamun atau bermain handphone saat saya sedang menjelaskan!"
"Yang Ketiga, saya paling tidak suka dengan mahasiswa yang membolos saat jam kuliah, apalagi membolos karena putus cinta!saya tidak akan segan-segan memberikan nilai E jika ada mahasiswa yang ketahuan bolos saat mata kuliah saya" Arya menekankan kata membolos sambil melirik ke arah Nara
"sialan, maksudnya apa nih dosen sinting!" Ucap Nara dalam hati sambil mengingat dosennya tersebut yang kemarin menawarkan kepada dirinya untuk menjadi calon istri
"Yang Keempat, saya tidak suka dengan mahasiswi yang mengenakan kaos serta celana jeans saat jam perkuliahan saya!" Sambil melirik ke arah mahasiswi yang mengenakan kaos dan celana jeans
"Kira-kira seperti itu, apa bisa di pahami?" Sambung Arya
"Bisa Pak" koor mahasiswa menjawab serempak
"Baiklah kalau begitu kita langsung mulai pelajaran, kemudian Arya mulai menyampaikan materi, setelah kurang lebih satu setengah jam Arya menyampaikan materi akhirnya dia pamit meninggalkan ruang kelas namun sebelumnya dia meminta Nara untuk membawakan laptop serta buku-bukunya ke dalam ruangannya.
"kenapa harus aku sih, kenapa nggak yang lain aja, dasar dosen nyebelin, mimpi apa aku bisa punya dosen kaya gini" Gerutu Nara dalam hati sambil mengekori Arya hingga ruang dosen
Setelah meletakan laptop beserta buku-buku di atas meja, Nara kemudian pamit dari ruangan tersebut, namun Arya tiba-tiba menghentikannya
"Siapa yang mengijinkan kamu keluar, duduk dulu" Ucap Arya sambil duduk di kursi kebesarannya
__ADS_1
"kalau saja bukan dosen udah aku timpuk mukanya!" Gerutu Nara dalam hati kemudian langsung duduk dengan wajah kesal
"Tulis nomor HP dan email kamu di sini, nanti kalau ada tugas atau apapun saya akan mengirimkannya lewat kamu" Ucap Arya sambil menyodorkan selembar kertas
"mencium bau-bau modus nih kayaknya" Sungut Nara dalam hati
Dengan terpaksa dan tanpa mengeluarkan sepatah katapun Nara menuliskan nomor HP beserta emailnya di kertas yang telah di sediakan karena dia tidak mau berdebat dan juga sudah tidak tahan berada lama-lama di ruangan tersebut apalagi hanya berdua
"Ini pak sudah saya tulis, kalau begitu saya permisi pak"
Arya pun hanya tersenyum sambil menatap nanar kepergian Nara.
Nara menarik nafas dalam-dalam setelah keluar dari ruangan.
"Nara, aku tunggu di kantin ya" isi chat Nadia kemudian ia langsung bergegas menuju kantin yang ada di kampus.
"shitttt, aku lupa kalau mereka sudah jadian, bakal jadi nyamuk dong aku kalau gabung sama mereka" Ucap Nara ketika akan masuk ke kantin serta melihat Nadia dan Widi yang tengah asyik menyantap makanan
Nara mematung sejenak bimbang antara iya dan tidak bergabung bersama mereka, sebenarnya dia masih merasa canggung kalau harus berhadapan dengan Widi, dia takut terbawa perasaan.
"Pesankan saya makanan yang enak di sini, dan saya tunggu kamu di meja sebelah sana" Ucap Arya yang tiba-tiba ada di belakang Nara
"Tapi pak"
"Saya tidak suka di bantah!"
"Bapak mau pesan apa?saya kan tidak tahu selera bapak apa" Nara mengekori dosennya yang tiba-tiba memilih tempat duduk bersebelahan dengan Nadia dan Widi
"duh ni makhluk astral ngapain harus milih tempat duduk di sini segala sih, kaya nggak ada tempat lain aja" Gerutu Nara dalam hati sambil sesekali memasang senyum ke arah Nadia dan Widi
"Apa saja yang enak di sini, terserah kamu dan kamu temani saya makan di sini" Titah Arya sambil menepuk-nepuk bangku yang ada di sebelahnya
"cepetan saya sudah lapar" Titah Arya lagi
Dengan terpaksa Nara kemudian bergegas pergi memesan makanan, nggak mungkin juga kan bilang engga secara yang nyuruh kan dosen, sedongkol apapun ya tetap di laksanakan meski dosennya terkesan sangat menyebalkan dan perintahnya di luar jam kuliah.
"Pak"
"Pak"
__ADS_1
"Pak"
"Pak"
Salam hormat Nadia dan Widi beserta mahasiswa lain kepada dosennya sambil menganggukan kepalanya dan memasang senyum semanis mungkin.
Tak lama kemudian Nara datang membawa 2 mangkok soto ayam, es jeruk dan beberapa gorengan, itu adalah menu yang jadi favorit para mahasiswa dan dosen di kantin tersebut.
"Terimakasih, Ki...Ki siapa tadi nama kamu saya lupa"
"Kinara pak, panggil saja Nara" Ujar Nara
"Pak"
"Hmm, kalau sedang makan jangan bicara"
"Bapak ngerasa nggak sih semua orang memperhatikan kita?" Ucap Nara bisik-bisik
"Biarkan saja, mungkin mereka iri"
"Ish...Saya nggak mau yah pak, kalau mereka mikir macam-macam tentang kita, saya nggak mau jadi bahan gosip mereka, skandal dosen dan mahasiswa, oh tidak"
"Kenapa memangnya, kalaupun iya nggak ada salahnya juga kan, saya single dan kamu juga jomb..." belum sempat Arya menyelesaikan kata-katanya tiba-tiba Nara membekap mulut Arya dengan telapak tangannya karena Arya berbicara dengan keras apalagi Nara tahu Arya tadi hendak menyebutkan kata jomblo, Nara tidak mau Widi dan Nadia mengetahuinya, bagi Nara belum saatnya mereka mengetahui semuanya saat ini, aksi tersebut membuat Nadia dan Widi yang duduk tak jauh dari mereka menatap curiga kepada Nara dan Arya, tak hanya Widi dan Nadia, mahasiswa yang lain juga menatap mereka sambil berasumsi dengan pikirannya masing-masing.
"Maaf-maaf pak, kalau saya tidak sopan, tapi saya mohon pak, jangan bilang ke siapapun kalau saya jomblo" Nara mengucapkan dengan suara selirih mungkin
"Hahahaha, kenapa memangnya?malu?makanya terima tawaran jadi istri saya" Bisik Arya di telinga Nara sambil terkekeh
Nara pun langsung melotot tajam.
Uhuk..Uhuk
Widi tiba-tiba tersedak
"Sayang, pelan-pelan dong makannya" Ucap Nadia sambil mengusap-usap punggung Widi dengan tangan kirinya serta tangan kanannya mengusap bibir Widi menggunakan Tisu
Secara bersamaan Arya dan Nara pun menatap ke arah mereka berdua dan tak lama kemudian HP Nadia tiba-tiba berdering dengan id caller bertuliskan "Bunda",
Bersambung...
__ADS_1