Di Bawah Tali Pernikahan

Di Bawah Tali Pernikahan
Bab. 13. Keinginan Atha.


__ADS_3

Sita membawa Syifa untuk bergabung bersama Ammar dan Zulaikha yang sedang duduk diruang keluarga, terlihat Atha juga mengikuti langkah mereka dan kembali bergabung di ruangan itu.


"loh, kok sudah masuk?" tanya Zulaikha saat melihat mereka semua bergabung dengannya.


"pengen di sini aja, Mbak!" jawab Sita, dia lalu berjalan ke arah dapur untuk mengambil minum.


Zulaikha menganggukkan kepalanya, dia lalu melirik ke arah Atha yang sibuk melihat ke arah Syifa sementara Syifa sendiri malah bermain dengan ponsel.


"Oh iya, Syifa! besok kita harus ke kantor polisi, mereka ingin meminta keterangan darimu,"


Syifa mendongakkan kepalanya, dia lalu mengangguk untuk mengiyakan ucapan Ammar.


"tidak perlu! dia hanya harus datang ke pengadilan," ucap Atha.


Semua orang tampak bingung, mereka tidak mengerti dengan apa yang Atha katakan, terutama Syifa yang melihatnya dengan tajam.


"aku sudah mengurusnya, dia hanya perlu datang ke persidangan untuk menjawab semua pertanyaan hakim. Pengacara nanti akan datang kemari!"


semua orang bernapas lega mendengar penjelasan Atha, lelaki itu ternyata sudah menyiapkan semuanya hingga Syifa tidak perlu lagi ke kantor polisi.


"kenapa?"


tiba-tiba Syifa buka suara, dia memandang ke arah Atha yang juga sedang melihatnya.


"apa maksudmu?"


"kenapa kau melakukannya? kenapa kau mengurus semuanya?"


Syifa merasa aneh, dia tidak mengerti kenapa Atha repot-repot mengurus kasus yang sedang dia alami.


"bukan cuma mengurus semuanya, tapi aku juga yang telah menolongmu. Kau bahkan tidak mengucapkan terima kasih!"


Syifa terlihat gugup dan salah tingkah, sementara yang lainnya tertunduk geli mendengar celotehan lelaki itu.


"a-aku kan tidak memintamu untuk menolongku!"


Syifa berkilah, dia memalingkan wajahnya ke arah samping karna merasa malu.


"tidak meminta kau bilang? jelas-jelas suara teriakanmu itu sampai membuat bangunan gedung itu bergoyang!"


"apa?"


Ammar, Zulaikha dan Sita yang sudah tidak tahan menahan tawa langsung pecah begitu saja sementara Syifa merasa kesal bercampur malu dengan apa yang Atha katakan.


"Cih!"


Syifa bangkit dan hendak berlalu ke kamarnya, dia akan semakin kesal jika terus melihat lelaki itu.


"lihatlah, Mbak Zulaikha! adikmu benar-benar sangat tahu berterima kasih!" sindir Atha.


Syifa yang sudah berjalan beberapa langkah terpaksa menghentikan kakinya, dia lalu berbalik dan menatap Atha dengan tajam.


"Terima kasih atas bantuan anda, Tuan Atha!"

__ADS_1


Syifa langsung berbalik dan berlalu pergi ke kamarnya meninggalkan mereka yang sedang tertawa di ruangan itu.


"Ya Allah, Atha! kau pandai sekali membuatnya kesal!"


Sita kembali tertawa saat melihat raut wajah Syifa, begitu juga dengan Ammar dan Zulaikha yang tidak kuasa menahan kelucuan mereka berdua.


"Sahabatmu itu benar-benar keras kepala!"


Atha menggeleng-gelengkan kepalanya seakan-akan tidak mengerti kenapa ada gadis seperti Syifa.


"benar, dia sangat keras kepala! tapi keras kepalanya itulah yang membuatmu jatuh cinta," seru Sita.


Atha hanya terkekeh pelan mendengar ucapan Sita. "Yah, kau benar sekali! dia berhasil membuatku jatuh cinta."


Atha menundukkan kepalanya, dia lalu tersenyum lebar karna benar-benar merasa sudah gila karna Syifa.


"Terima kasih, Atha! Aku tidak tau lagi harus mengatakan apa padamu!"


Zulaikha benar-benar bersyukur dengan keberadaan Atha di antara mereka, karna lelaki itu bisa menghibur adiknya di saat seperti ini.


Bukan hanya Zulaikha saja, bahkan Ammar dan Sita juga berhutang banyak pada Atha.


"baiklah, kalau Mbak tidak tau harus mengatakan apa, maka biar aku yang mengatakan sesuatu!"


Niat Atha sudah bulat untuk menikahi Syifa dan dia akan mengatakan keinginannya itu pada keluarga Syifa saat ini juga.


"mengatakan apa? jangan bilang yang aneh-aneh?" tuduh Ammar, Atha hanya tersenyum saja mendengar tuduhan yang dilayangkan Ammar padanya.


Semua orang tampak penasaran, mereka dapat melihat keseriusan diwajah Atha saat ini.


"Apa?"


Semua orang sangat terkejut mendengar apa yang diucapkan Atha, mereka bahkan sampai berdiri karna sangking kagetnya mendengar keinginan lelaki itu.


"kau, kau serius, Atha?"


"tentu saja, Mar! untuk apa aku main-main, inilah pertama kalinya aku serius dalam hidupku!"


Semua orang terpaku, mereka masih mencoba untuk menenangkan jiwa raga mereka yang seolah terbang karna ucapan Atha.


Setelah beberapa saat, akhirnya mereka kembali duduk di sofa itu. Sepertinya kini mereka sudah tenang lahir dan batin.


"aku tau kalau niatmu itu baik, Atha! aku juga tau kalau kau benar-benar mencintai Syifa, tapi kau tau sendiri bagaimana kondisinya saat ini. Dia pasti akan menolak lamaranmu!"


semua orang membenarkan ucapan Sita, saat ini Syifa pasti akan sangat menolak apa yang Atha inginkan.


"Aku tau! untuk itulah aku menikahinya, aku ingin mengembalikan senyum yang selalu melekat diwajahnya. Aku tidak ingin lagi dia bersedih, karna dia juga berhak untuk bahagia!"


Semuanya merasa terharu dengan ketulusan lelaki itu, tetapi mereka juga harus memikirkan bagaimana perasaan Syifa.


"kalian serahkan saja padaku, aku akan mengurus semuanya! aku akan membuat Syifa menerima lamaranku, dan menikah denganku,"


"aku tidak setuju, Atha!"

__ADS_1


Zulaikha menolak keras apa yang Atha katakan, dia tidak setuju jika mereka menikah karna paksaan, atau bukan karna kerelaan hati. Dia takut kejadian rumah tangganya di masa lalu akan terjadi pada mereka.


"Kau tau apa yang terjadi pada rumah tanggaku dulu, kan Atha? Aku tidak ingin itu terjadi lagi pada kalian!"


Zulaikha berkaca-kaca, dia tidak mau nasib adiknya sama persis dengan apa yang dia alami.


Ammar berusaha untuk menenangkan Zulaikha, dia meminta Zulaikha untuk tidak berpikir macam-macam.


"itu tidak akan terjadi, percayalah! aku akan meyakinkan Syifa untuk menikaj denganku, dan aku berjanji tidak akan menyakitinya!"


Atha terua berusaha untuk meyakinkan mereka, dia benar-benar ingim segera menikah dengan Syifa.


Akhirnya keluarga Syifa mengambil keputusan, mereka akan menyerahkan segalanya pada Atha. Tapi dengan catatan kalau dia tidak akan memaksa Syifa untuk menikah dengannya.


Atha menyetujui apa yang mereka inginkan, dia merasa sangat bahagia karna langkahnya sudah semakin dekat dengan Syifa.


"maafkan aku, Mbak! aku tidak mungkin tidak memaksa Syifa untuk menikah denganku, karna jika tidak, dia pasti akan menolaknya mentah-mentah! tapi aku berjanji, kalau aku akan selalu membahagiakannya dan tidak akan membiarkannya kembali terpuruk!"


itulah janji yang ada dalam diri Atha, walaupun harus memaksa Syifa untuk menikah dengannya, tapi dia yakin kalau cintanya pasti akan meluluhkan hati Syifa suatu saat nanti.


"Wah, kalian sedang apa?"


Tiba-tiba suara baritone seseorang mengagetkan mereka yang sedang berpikir, terlihat Sean sedang berjalan mendekati mereka.


"Kakak sudah sampai?"


Sita langsung menyalim tangan Sean membuat senyum lelaki itu semakin lebar, dia lalu mengusap kepala sang Adik dengan sayang.


"kita pergi sekarang?" tanya Sean, hari ini dia ingin membawa Sita kembali ke rumahnya.


"Anda tidak duduk dulu?" tawar Ammar, dia bangkit dan mempersilahkan Sean untuk duduk.


"Lain kali saja, semua orang di rumahku sudah tidak sabar menunggu kedatangannya!"


Sean melihat ke arah Sita yang juga sedang melihatnya, gadis itu juga sudah tidak sabar untuk bertemu dengan keluarganya.


Setelah berpamitan, akhirnya Sean dan Sita pergi ke rumah mereka. Sementara itu, Atha juga memilih untuk pamit karna dia ingin membicarakan rencananya pada keluarganya.


"Aku sudah tidak sabar, Kak! aku sangat merindukan mereka semua!"


Sita mengusap buliran air mata yang berhasil lolos dimatanya, dia merasa senang bisa bertemu dengan orang-orang yang ada di masa lalunya.


"Mereka juga sangat merindukanmu, bahkan mereka sudah menyiapkan sesuatu untuk menyambut kedatanganmu!"


Syifa tersenyum lebar mendengarnya, membuat hati Sean merasa ikut bahagia walaupun saat ini banyak hal yang harus dia kerjakan.


"Tuhan, aku mohon lindungi adikku! dan bantulah aku untuk menemukan orang yang berusaha untuk membunuhku, karna aku takut dia akan mengincar Sofia saat tau kalau dia masih hidup!"




__ADS_1


Tbc.


Terima kasih buat yang udah baca 😘


__ADS_2